Bukan Esemka, Industri Nasional Ini Sudah Mampu Produksi Mobil Pikap Sendiri

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 23 Februari 2026 | 07:31 WIB
Bukan Esemka, Industri Nasional Ini Sudah Mampu Produksi Mobil Pikap Sendiri
Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
baca 10 detik
  • Industri otomotif nasional mampu memproduksi sendiri mobil pikap berkualitas, berbeda dari produk Esemka yang sempat populer.
  • Produksi pikap lokal oleh pabrikan seperti Daihatsu dan Isuzu berdampak signifikan pada ekonomi dalam negeri.
  • Kapasitas produksi saat ini mencapai satu juta unit per tahun, namun belum mencakup model pikap 4x4.

Suara.com - Industri otomotif nasional kini telah mampu memproduksi sendiri mobil pikap berkualitas. Bahkan, perusahaan lokal ini sudah memberi kontribusi besar dalam memenuhi pasar domestik.

Namun, dari sekian perusahaan nasional yang kini mampu memproduksi mobil pikap, tak lagi terlihat adanya produk Esemka yang sempat dipopulerkan Presiden ketujuh RI, Joko Widodo alias Jokowi.

Sejumlah pabrikan yang telah memproduksi kendaraan jenis ini antara lain PT Astra Daihatsu Motor, PT Isuzu Astra Motor Indonesia, PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia, PT Suzuki Indomobil Motor, PT SGMW Motor Indonesia, serta PT Sokonindo Automobile.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan penguatan produksi pikap lokal memiliki dampak ekonomi yang signifikan.

Ia mencontohkan, jika pengadaan kendaraan pikap 4x2 sebanyak 70.000 unit dipenuhi dari dalam negeri, maka efek ekonomi berantai yang tercipta bisa sangat besar.

Menurut Agus, pemenuhan kebutuhan kendaraan melalui produksi lokal akan mendorong pertumbuhan industri pendukung sekaligus meningkatkan penyerapan tenaga kerja di dalam negeri.

“Apabila seluruh kebutuhan kendaraan pikap dipenuhi melalui impor, maka nilai tambah ekonomi dan penyerapan tenaga kerja akan dinikmati oleh industri di luar negeri.," ujar Agus dalam keterangannya, dikutip Minggu (22/2/2026).

Namun, da menambahkan, apabila kebutuhan tersebut dapat dipenuhi oleh industri dalam negeri, maka manfaat ekonomi, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan industri nasional juga akan dirasakan di dalam negeri.

Ia menjelaskan, industri otomotif nasional saat ini sudah memiliki kapasitas produksi pikap yang sangat besar, bahkan mencapai sekitar 1 juta unit per tahun.

baca juga

Agus menilai, kapasitas tersebut menunjukkan bahwa industri nasional sebenarnya sudah mampu memenuhi kebutuhan kendaraan niaga di pasar domestik sekaligus meningkatkan daya saing industri otomotif Indonesia di tingkat global.

“Dengan kapasitas tersebut, industri kendaraan pikap nasional dinilai mampu memenuhi kebutuhan pasar domestik sekaligus memperkuat daya saing industri otomotif Indonesia di tingkat global,” ucap Agus.

Ia menambahkan, dari sisi kualitas, kendaraan pikap produksi dalam negeri dinilai sudah kompetitif dibandingkan produk impor.

Selain itu, kendaraan lokal juga dianggap mampu menjawab kebutuhan operasional di berbagai wilayah Indonesia yang memiliki kondisi jalan berbeda-beda.

Kendaraan niaga produksi dalam negeri juga disebut telah diterima cukup baik oleh pelaku usaha maupun masyarakat karena dinilai memiliki performa andal untuk mendukung distribusi barang.

Meski demikian, Agus mengakui industri nasional masih belum memproduksi kendaraan pikap dengan penggerak empat roda atau 4x4 yang dirancang khusus untuk medan berat seperti pertambangan dan perkebunan.

Ia juga menilai kendaraan 4x4 memiliki biaya perawatan lebih mahal, suku cadang serta layanan purna jual yang terbatas, dan harga jual kembali yang cenderung lebih rendah dibanding pikap 4x2 yang sudah diproduksi di dalam negeri.

ilustrasi mobil pick up (freepik/wirestock)
ilustrasi mobil pikap. (freepik/wirestock)

Pemerintah menilai pengembangan kendaraan niaga menjadi bagian penting dari strategi memperkuat struktur manufaktur nasional. Langkah ini juga diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah ekonomi sekaligus menciptakan lapangan kerja baru.

Selain itu, Kemenperin terus mendorong peningkatan penggunaan komponen dalam negeri, penguatan rantai pasok industri otomotif, pengembangan industri komponen, serta peningkatan investasi dan penguasaan teknologi manufaktur kendaraan.

Agus juga mengimbau pelaku industri otomotif untuk menjaga stabilitas tenaga kerja di tengah tantangan global yang dihadapi sektor tersebut.

Ia mengingatkan bahwa ketergantungan pada impor dikhawatirkan dapat mengganggu keberlanjutan industri nasional.

“Kami terus mengajak pelaku industri otomotif agar menjaga keberlangsungan usaha sekaligus mempertahankan tenaga kerja, sehingga tidak terjadi pemutusan hubungan kerja di tengah tantangan industri yang ada,” ungkapnya.

Ia menambahkan, penguatan industri otomotif nasional sejalan dengan arah kebijakan industrialisasi yang terus didorong Presiden Prabowo Subianto, yakni menjadikan industri dalam negeri sebagai motor pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia.

“Kemenperin berkomitmen untuk terus memperkuat industri otomotif nasional agar semakin inovatif, berdaya saing, serta mampu menjadi pilar utama dalam penguatan struktur industri dan pertumbuhan ekonomi nasional,” pungkas Agus.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menperin: Kuasai 79% Pasar, Industri Pati Ubi Kayu Masih Terjepit Impor

Menperin: Kuasai 79% Pasar, Industri Pati Ubi Kayu Masih Terjepit Impor

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 17:11 WIB

Utilisasi Baru 43%, Kemenperin Pacu Industrialisasi Pati Ubi Kayu Nasional

Utilisasi Baru 43%, Kemenperin Pacu Industrialisasi Pati Ubi Kayu Nasional

Bisnis | Kamis, 22 Januari 2026 | 13:28 WIB

Menperin Janji RUU Kawasan Industri Bisa Disahkan Dalam Waktu Dekat

Menperin Janji RUU Kawasan Industri Bisa Disahkan Dalam Waktu Dekat

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 10:16 WIB

Sritex Pailit, Menperin Dorong Penyelematan: Sayang Kalau Harus Kita Likuidasi

Sritex Pailit, Menperin Dorong Penyelematan: Sayang Kalau Harus Kita Likuidasi

Bisnis | Rabu, 21 Januari 2026 | 07:18 WIB

Menperin: BUMN Tekstil Disiapkan, Dana Rp 100 Triliun Akan Digelontorkan

Menperin: BUMN Tekstil Disiapkan, Dana Rp 100 Triliun Akan Digelontorkan

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 21:39 WIB

Kemenperin Siapkan Aturan Baru PPBB, IKM Dijanjikan Akses Bahan Baku Impor Lebih Mudah

Kemenperin Siapkan Aturan Baru PPBB, IKM Dijanjikan Akses Bahan Baku Impor Lebih Mudah

Bisnis | Selasa, 20 Januari 2026 | 14:53 WIB

Terkini

Perampok Aniaya Istri Pengusaha Barang Bekas, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Perampok Aniaya Istri Pengusaha Barang Bekas, Pelaku Ditangkap Kurang dari 24 Jam

Jabar | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:51 WIB

Bebas Lengket! 5 Pilihan Sunscreen Lidah Buaya yang Ringan & Cepat Meresap

Bebas Lengket! 5 Pilihan Sunscreen Lidah Buaya yang Ringan & Cepat Meresap

Your Say | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:50 WIB

Bagaimana Cara Mengajukan SKCK Online? Ini 8 Langkahnya

Bagaimana Cara Mengajukan SKCK Online? Ini 8 Langkahnya

Lifestyle | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:45 WIB

Wabah Pes Rusia Bikin Was-was, Pakar Kesehatan Ingatkan Munculnya Bakteri yang Kebal Antibiotik

Wabah Pes Rusia Bikin Was-was, Pakar Kesehatan Ingatkan Munculnya Bakteri yang Kebal Antibiotik

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:43 WIB

Pemprov DKI Rampungkan Renovasi 16 Gedung Sekolah, Anggaran Capai Rp 876,7 Miliar

Pemprov DKI Rampungkan Renovasi 16 Gedung Sekolah, Anggaran Capai Rp 876,7 Miliar

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:41 WIB

Terdampak Rencana Penataan Tanah Abang, Warga Kampung Bali Bingung Cari Kontrakan Baru

Terdampak Rencana Penataan Tanah Abang, Warga Kampung Bali Bingung Cari Kontrakan Baru

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:32 WIB

Kok Bisa Persib Bandung Comeback di Markas Port FC? Igor Tolic Sebut Otak Moncer Pemain

Kok Bisa Persib Bandung Comeback di Markas Port FC? Igor Tolic Sebut Otak Moncer Pemain

Bola | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:31 WIB

Catatan untuk Revitalisasi Tanah Abang: Siapkan Hunian Sementara, Libatkan Warga Terdampak

Catatan untuk Revitalisasi Tanah Abang: Siapkan Hunian Sementara, Libatkan Warga Terdampak

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:25 WIB

Tanggapi PCNU Sekadau, KH Ismail Ghofur Bantah Ikut Agenda Pengondisian Muktamar di Jakarta

Tanggapi PCNU Sekadau, KH Ismail Ghofur Bantah Ikut Agenda Pengondisian Muktamar di Jakarta

News | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:22 WIB

Rumah Bakal Pakai Jargas dan PLTS, Danantara Ikut Biayai

Rumah Bakal Pakai Jargas dan PLTS, Danantara Ikut Biayai

Bisnis | Jum'at, 09 Oktober 2026 | 18:22 WIB

×