Pengamat Ungkap 7 Poin Perjanjian Indonesia-AS Berpotensi Ancam Ekonomi Nasional

M Nurhadi, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 23 Februari 2026 | 08:34 WIB
Pengamat Ungkap 7 Poin Perjanjian Indonesia-AS Berpotensi Ancam Ekonomi Nasional
Ilustrasi. ANTARA/HO-SPTP
baca 10 detik
  • Celios menyoroti tujuh poin dalam draf ART Indonesia-AS yang berpotensi merugikan stabilitas industri dan ekonomi nasional.
  • Risiko utama meliputi pelemahan Rupiah akibat impor, pembatasan kerja sama dengan negara lain, dan ancaman deindustrialisasi.
  • Kesepakatan tersebut juga dikhawatirkan mengancam kedaulatan tambang, menarik Indonesia ke konflik geopolitik, serta keamanan data.

Suara.com - Kesepakatan dagang Agreement on Reciprocal Trade (ART) antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS) kini tengah berada di bawah mikroskop para pakar ekonomi.

Center of Economic and Law Studies (Celios) mengeluarkan peringatan keras bahwa draf perjanjian tersebut mengandung poin-poin yang sangat merugikan bagi kepentingan Tanah Air.

Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira Adhinegara, menegaskan bahwa dampak dari kesepakatan ini tidak hanya menyentuh sektor perdagangan, tetapi merembet ke stabilitas industri, keamanan data digital, hingga kedaulatan politik luar negeri Indonesia.

“Isi dari ART jelas merugikan kepentingan ekonomi nasional. Celios mencatat ada 7 poin yang bermasalah dalam perjanjian tersebut," ujar Bhima dalam keterangan tertulisnya kepada media, Minggu (22/2/2026).

Berdasarkan kajian Celios, berikut adalah tujuh poin krusial yang menempatkan Indonesia pada posisi yang tidak diuntungkan:

1. Ancaman Defisit dan Pelemahan Rupiah

Bhima menyoroti risiko banjir impor produk pangan, teknologi, dan migas dari Negeri Paman Sam. Hal ini diprediksi akan menekan neraca perdagangan sekaligus neraca pembayaran kita. Imbasnya, nilai tukar Rupiah berisiko terkoreksi terhadap Dolar AS akibat tingginya aliran dana keluar.

2. Jebakan "Poison Pill" (Klausul Beracun)

Terdapat klausul yang membatasi fleksibilitas Indonesia untuk bekerja sama dengan negara lain. Strategi ini dinilai sebagai upaya AS untuk menarik Indonesia ke dalam blok perdagangan eksklusif mereka, sehingga membatasi kemandirian diplomasi ekonomi kita.

baca juga

3. Percepatan Deindustrialisasi

ART dianggap sebagai penghambat proses industrialisasi dalam negeri. Pasalnya, perjanjian ini tidak memberikan jaminan transfer teknologi. Lebih parah lagi, penghapusan kewajiban Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dikhawatirkan mematikan industri manufaktur lokal.

4. Ancaman Kedaulatan Tambang

Bhima mengkritisi adanya peluang bagi perusahaan asing untuk memiliki kontrol absolut di sektor pertambangan. Klausul ini berisiko melenyapkan kewajiban divestasi saham kepada pihak nasional, yang selama ini menjadi instrumen utama kontrol negara atas kekayaan alam.

5. Penyeretan ke Konflik Geopolitik

Poin kelima menekankan bahwa Indonesia seolah dipaksa mengikuti jejak AS dalam menentukan lawan dagang. Indonesia diwajibkan menjatuhkan sanksi kepada negara-negara yang berseberangan secara politik dengan Washington.

6. Hilangnya Status Pusat Perdagangan Regional

Peluang strategis Indonesia untuk menjadi hub atau pusat transhipment perdagangan di kawasan regional bisa tertutup rapat jika butir-butir dalam kesepakatan ini resmi diimplementasikan.

7. Kerentanan Keamanan Data Personal

Poin terakhir yang tak kalah krusial adalah izin transfer data pribadi ke luar negeri. Hal ini dianggap mengancam keamanan siber nasional dan merusak ekosistem digital yang sedang dibangun di dalam negeri.


## Perlu Peninjauan Serius Sebelum Ratifikasi
Bhima Yudhistira menilai ketujuh poin di atas menunjukkan bahwa ART bukanlah kesepakatan komersial biasa, melainkan instrumen yang dapat mengubah arah pembangunan ekonomi jangka panjang. Ia mendesak pemerintah dan legislatif untuk melakukan pengkajian mendalam dan berani mengambil sikap tegas sebelum memutuskan untuk meratifikasi perjanjian tersebut.

Tanpa evaluasi yang komprehensif, Indonesia dikhawatirkan hanya akan menjadi pasar bagi produk AS tanpa mendapatkan nilai tambah yang signifikan bagi kemakmuran rakyat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Statistik Gila Emil Audero meski Cremonese Hancur 0-3 di Kandang AS Roma

Statistik Gila Emil Audero meski Cremonese Hancur 0-3 di Kandang AS Roma

Bola | Senin, 23 Februari 2026 | 07:56 WIB

BI: Transformasi Digital Sistem Pembayaran Indonesia Jadi Rujukan Lembaga Keuangan Dunia

BI: Transformasi Digital Sistem Pembayaran Indonesia Jadi Rujukan Lembaga Keuangan Dunia

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 07:42 WIB

John Herdman Full Senyum, Debut Maarten Paes di Ajax Catatkan Statistik Mentereng

John Herdman Full Senyum, Debut Maarten Paes di Ajax Catatkan Statistik Mentereng

Bola | Senin, 23 Februari 2026 | 07:39 WIB

Pengamat: Kesepakatan Dagang Indonesia-AS Gugur, Tak Perlu Gabung BoP!

Pengamat: Kesepakatan Dagang Indonesia-AS Gugur, Tak Perlu Gabung BoP!

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 07:01 WIB

Emil Audero Jatuh Bangun Bendung Roma Sebelum Gawang Cremonese Akhirnya Jebol 3 Kali di Olimpico

Emil Audero Jatuh Bangun Bendung Roma Sebelum Gawang Cremonese Akhirnya Jebol 3 Kali di Olimpico

Bola | Senin, 23 Februari 2026 | 06:51 WIB

Pelatih Ajax Beri Pujian Setinggi Langit Usai Maarten Paes Lakukan Tujuh Penyelamatan Luar Biasa

Pelatih Ajax Beri Pujian Setinggi Langit Usai Maarten Paes Lakukan Tujuh Penyelamatan Luar Biasa

Bola | Senin, 23 Februari 2026 | 08:05 WIB

Terkini

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Polda Tetapkan 33 Tersangka Karhutla Kaltim, Dua di Antaranya Korporasi

Kaltim | Minggu, 01 November 2026 | 06:51 WIB

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Arwin AS Berpulang, Bupati Bengkalis Kenang Jasa Bapak Pembangunan Siak

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:38 WIB

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Arwin AS Wafat, Bupati Afni Kenang Pesan Terakhir: Jaga Siak, Jangan Menyerah

Riau | Minggu, 01 November 2026 | 06:17 WIB

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Berapa Normal Asam Urat pada Wanita 40 Tahun ke Atas? Ini Batas dan Ciri-cirinya

Health | Minggu, 01 November 2026 | 06:10 WIB

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Satu Pelaku Curas di Bekasi Ditangkap, Polisi Dalami Keterkaitan dengan 12 Kasus Lain

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:16 WIB

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Gandeng 43 Kampus Muhammadiyah, PERADI Profesional Perkuat Pendidikan dan Integritas Advokat

Jogja | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:04 WIB

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jalan Ambles Banjarwangi-Singajaya Sepanjang 15 Meter, Polisi Pasang Garis Pengaman

Jabar | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:59 WIB

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Kemasan Bekas Jangan Langsung Dibuang, Mulai Biasakan Mengelolanya dengan Benar

Lifestyle | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:25 WIB

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Dear Pemain Keturunan Indonesia di Jerman dan Spanyol, Siap-siap Dipanggil PSSI

Bola | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Tafsir Kerugian Negara Bikin Investor Waswas, Direksi BUMN Bisa Jadi Korban

Bisnis | Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×