Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Harga Bitcoin Anjlok ke Level Terburuk Februari Imbas Tarif Trump

M Nurhadi | Suara.com

Senin, 23 Februari 2026 | 13:19 WIB
Harga Bitcoin Anjlok ke Level Terburuk Februari Imbas Tarif Trump
Ilustrasi BTC
  • Harga Bitcoin (BTC) anjlok 4,8% menjadi $64.300 pada Senin (23/2/2026) karena kekhawatiran tarif perdagangan Amerika Serikat.
  • Ketidakpastian kebijakan tarif AS dan isu geopolitik menyebabkan nilai pasar kripto global menguap hingga $100 miliar dalam 24 jam.
  • Analis memprediksi pasar menanti level dukungan krusial Bitcoin di $60.000 sebagai titik pertahanan harga saat ini.

Suara.com - Harga Bitcoin (BTC) lagi-lagi merosot tajam pada perdagangan sesi Asia, Senin (23/2/2026), dipicu oleh kecemasan baru investor terhadap kebijakan tarif perdagangan Amerika Serikat.

Aset kripto terbesar di dunia ini sempat anjlok hingga 4,8% menuju level $64.300, yang merupakan titik terendahnya sejak 6 Februari lalu. Meski per pukul 13.15 WIB, harga BTC menguat di kisaran USD65.000

Pelemahan ini juga menyeret aset digital lainnya; Ether (ETH) bahkan mencatatkan koreksi lebih dalam sebesar 5,2%.

Guncangan pasar ini terjadi setelah pejabat AS pada hari Minggu menyatakan bahwa kesepakatan dagang yang telah dinegosiasikan dengan mitra tetap berlaku.

Hal ini tetap dilakukan meski Mahkamah Agung AS baru saja membatalkan penggunaan wewenang darurat Presiden Donald Trump untuk memberlakukan tarif.

Ketidakpastian semakin memuncak setelah Trump melalui unggahan media sosial pada Sabtu lalu menyatakan akan menaikkan tarif global dari 10% menjadi 15%. Langkah ini memicu turbulensi ekonomi yang luas:

  • Kontrak berjangka S&P 500 turun 0,8%.
  • Nasdaq 100 merosot 1%.

Nilai pasar kripto menguap hingga $100 miliar hanya dalam kurun waktu 24 jam terakhir.

Prediksi Analis: Menanti Pertahanan di Level $60.000

Kerapuhan pasar kripto saat ini dinilai akibat tumpang tindihnya ketidakpastian makro, mulai dari ketegangan geopolitik di Iran hingga ketidakkonsistenan kebijakan tarif AS.

"Pasar kripto terus berada dalam posisi rapuh. Pelaku pasar kini sangat mengandalkan level dukungan (support) di angka $60.000," ujar Caroline Mauron, pendiri Orbit Markets, dilansir via Bloombberg.

Data dari bursa derivatif Deribit juga menunjukkan bahwa proteksi penurunan harga kini terkonsentrasi di level psikologis tersebut.

Senada dengan itu, Rachael Lucas, analis dari BTC Markets, menyebutkan bahwa Bitcoin saat ini sedang menguji level krusial di $65.000.

"Jika level ini ditembus secara telak, maka harga $60.000 akan menjadi target selanjutnya. Di sisi lain, tren bullish baru akan kembali jika Bitcoin berhasil merebut kembali level $70.000," jelasnya.

Bitcoin sempat mencetak rekor sejarah di atas $126.000 pada Oktober lalu karena optimisme terhadap pemerintahan Trump yang dinilai pro-kripto.

Namun, sejak saat itu, pasar justru berbalik arah ( massive sell-off ) hingga menghapus nilai kapitalisasi pasar lebih dari $2 triliun.

Beberapa poin penting yang mempertegas tren bearish saat ini antara lain:

Outflow Masif: Dana ETF Bitcoin di bursa AS mencatatkan arus keluar bersih (net outflows) selama lima minggu berturut-turut, dengan total penarikan dana mencapai $3,8 miliar.

Krisis Narasi: CEO Koinly, Robin Singh, menilai pasar saat ini kehilangan "bahan bakar" narasi baru. Bahkan hadirnya US Clarity Act belum mampu mendongkrak harga secara signifikan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tarif Trump Berubah Jadi 10 Persen, Seskab Teddy: Kita Sedia Payung Sebelum Hujan

Tarif Trump Berubah Jadi 10 Persen, Seskab Teddy: Kita Sedia Payung Sebelum Hujan

Video | Senin, 23 Februari 2026 | 12:40 WIB

Dilema Minyak Mentah: Tensi AS-Iran Mereda, Namun Tarif Trump Menekan Harga

Dilema Minyak Mentah: Tensi AS-Iran Mereda, Namun Tarif Trump Menekan Harga

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 11:35 WIB

Apakah Tarif Trump Bagi Indonesia Masih Bisa Diubah, Ini Kata Pemerintah

Apakah Tarif Trump Bagi Indonesia Masih Bisa Diubah, Ini Kata Pemerintah

Bisnis | Minggu, 22 Februari 2026 | 18:15 WIB

Baru Sehari, Trump Naikkan Tarif Impor Semua Negara dari 10 Menjadi 15 Persen

Baru Sehari, Trump Naikkan Tarif Impor Semua Negara dari 10 Menjadi 15 Persen

Bisnis | Minggu, 22 Februari 2026 | 08:06 WIB

Trump 'Ngamuk' Lagi! Tarif Global 10% Menanti, RI Mulai Pasang Kuda-kuda

Trump 'Ngamuk' Lagi! Tarif Global 10% Menanti, RI Mulai Pasang Kuda-kuda

Bisnis | Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:34 WIB

Simalakama Tarif Trump, Apa Kabar Indonesia?

Simalakama Tarif Trump, Apa Kabar Indonesia?

Bisnis | Sabtu, 21 Februari 2026 | 15:06 WIB

Terkini

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Purbaya Klaim Program MBG hingga Kopdes Merah Putih Mulai Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 21:08 WIB

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bukan Cuma di Indonesia, MSCI Juga Bersih-bersih Indeks yang Berdampak ke Bursa Negara Lain

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:48 WIB

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

LPDB Koperasi Hadir di Pontianak, Dorong UMKM dan Koperasi Naik Kelas

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:10 WIB

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

BI Jamin Uang Palsu Kini Lebih Mudah Dideteksi, Ini Ciri-cirinya

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 19:04 WIB

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Solar yang Tersedia di SPBU Shell Berasal dari Pertamina

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:59 WIB

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Pelemahan Rupiah Belum Beri Dampak pada Harga Pangan

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:54 WIB

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Perhatian! CNG Bukan Pengganti LPG 3 KG

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:49 WIB

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Ancaman Phishing Makin Brutal, Investor Mulai Pilih Sekuritas dengan Proteksi

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:45 WIB

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

OJK Optimistis Banyak Emiten Indonesia Akan Masuk Index MSCI

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:43 WIB

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Pemerintah Gaspol Naikkan Kelas UMKM, Sertifikasi hingga HAKI Dipermudah

Bisnis | Rabu, 13 Mei 2026 | 18:39 WIB