- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan belum mengetahui nilai kontrak pengadaan rudal BrahMos dari India tersebut.
- Kementerian Pertahanan RI menjalin kerja sama pengadaan rudal BrahMos yang diumumkan saat kunjungan PM India di Jakarta.
- Menkeu meyakini alokasi anggaran Kementerian Pertahanan tahun 2026 sebesar Rp181,7 triliun cukup untuk membiayai proyek pengadaan rudal.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengaku belum mengetahui soal nilai kontrak pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos hasil kerja sama Indonesia dan India.
Menkeu Purbaya menyebut kalau anggaran pengadaan proyek itu akan berasal dari Kementerian Pertahanan (Kemenhan). Namun dirinya meyakini kalau anggaran untuk membeli rudal BrahMos India itu cukup.
"Kan anggaran pertahanan cukup, saya pikir mereka akan mengalihkan dari situ untuk belanjanya. Saya enggak tahu nanti saya tanyakan ke Kementerian Pertahanan," katanya dalam acara Halal Expo Indonesia (HEI) 2026 yang digelar di Senayan Tennis Indoor Complex, Jakarta, dikutip Jumat (10/7/2026).
Bendahara Negara kembali menegaskan kalau anggaran untuk proyek pengadaan rudal BrahMos India cukup karena Kemenhan memiliki dana besar.
"Tapi anggaran kepentingan pertahanan cukup besar. Harusnya sih cukup," tegasnya.
![Rudal Brahmos buatan India-Rusia yang bakal dibeli Indonesia. [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/03/13/34606-rudal-brahmos-dibeli-indonesia-dari-india.jpg)
Sekadar informasi, alokasi anggaran Kemenhan untuk tahun 2026 mencapai Rp 181,7 triliun. Dana ini diperuntukkan ke pemenuhan kebutuhan belanja pegawai, belanja barang, dan belanja modal.
Adapun kontrak kerja sama pengadaan rudal jelajah supersonik BrahMos antara BrahMos Aerospace dan Kemenhan RI diumumkan di hadapan Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi dalam rangkaian kunjungan kenegaraan PM Modi di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa (7/7/2026) lalu.
Kerja sama pertahanan dalam pengadaan rudal BrahMos dan rudal udara ke udara pun menjadi bagian dari total 16 dokumen kerja sama yang diumumkan dalam rangkaian kunjungan kenegaraan tersebut, sebagaimana dikutip dari Antara.
PM Modi, saat menyampaikan pernyataan bersamanya dengan Presiden Prabowo di Ruang Kredensial Istana Merdeka, menegaskan komitmen India untuk meningkatkan kerja sama dengan Indonesia di berbagai bidang termasuk pertahanan, manajemen penanggulangan bencana, dan keamanan, khususnya di wilayah perairan Samudera Hindia.