Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Sri Mulyani Tak Ingin Indonesia Khianati Disiplin Fiskal

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 25 Februari 2026 | 16:15 WIB
Sri Mulyani Tak Ingin Indonesia Khianati Disiplin Fiskal
Menteri Keuangan yang lama Sri Mulyani Indrawati memberikan sambutan saat serah terima jabatan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (9/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Disiplin fiskal adalah fondasi utama cegah krisis, namun bukan jaminan negara jadi maju.
  • Selain jaga APBN, negara butuh reformasi hukum dan pasar kerja untuk tumbuh berkelanjutan.
  • Kebijakan berbasis data jadi kunci menteri keuangan bangun kepercayaan di mata politik.

Suara.com - Mantan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, kembali melontarkan "warning" sekaligus catatan penting bagi stabilitas ekonomi nasional. Baginya, disiplin fiskal bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan fondasi utama agar sebuah negara tidak karam diterjang krisis.

Dalam sebuah perbincangan di Oxford Policy Pod beberapa waktu lalu, perempuan yang akrab disapa Ani ini menekankan bahwa stabilitas dan keberlanjutan keuangan adalah syarat mutlak (necessary condition). Tanpa itu, mimpi menjadi negara maju bisa buyar seketika.

"Banyak negara sudah meninggalkan batasan tersebut. Tetapi sejarah menunjukkan, negara yang tidak memiliki disiplin fiskal pada akhirnya akan menghadapi kesulitan," tegas Sri Mulyani.

Indonesia, menurutnya, masih memegang teguh aturan fiskal yang cukup ketat. Hal ini terlihat dari komitmen menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) serta rasio utang yang dipatok maksimal 60 persen dari PDB.

Namun, Sri Mulyani mengingatkan bahwa disiplin fiskal hanyalah pintu masuk, bukan jaminan sukses. Ia meluruskan persepsi publik yang sering keliru.

"Syarat yang diperlukan, tetapi belum cukup. Punya stabilitas fiskal saja tidak otomatis membuat negara maju," jelasnya. Untuk benar-benar "naik kelas", negara wajib melakukan reformasi struktural, mulai dari sistem peradilan, ketenagakerjaan, hingga daya saing investasi.

Menjadi bendahara negara bukanlah perkara mudah. Sri Mulyani mengakui adanya benturan antara keinginan politik untuk membangun infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan dengan keterbatasan sumber daya yang ada. Kebijakan ketat sering kali tidak populer di mata politisi.

Kuncinya, kata dia, adalah kredibilitas dan kebijakan berbasis data (evidence-based policy).

"Kalau desain kebijakannya kredibel dan kuat secara teknokratis, itu menjadi platform untuk membangun kepercayaan lintas spektrum politik," tambahnya.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan dompet negara membutuhkan kerja sama semua pihak. Stabilitas fiskal memang penting, namun kemauan politik (political will) yang kuat tetap menjadi penentu apakah sebuah negara mampu bertahan atau justru terperosok ke dalam jurang krisis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menuju Solar Based Economy: Tantangan Regulasi dan Pendanaan Program PLTS 100 GW Presiden Prabowo

Menuju Solar Based Economy: Tantangan Regulasi dan Pendanaan Program PLTS 100 GW Presiden Prabowo

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 13:58 WIB

Menkeu Purbaya: Belum Ada Anggota DPR Ikut Seleksi OJK

Menkeu Purbaya: Belum Ada Anggota DPR Ikut Seleksi OJK

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 20:48 WIB

Kemenkeu Ungkap MBG Sudah Serap Anggaran Rp 36,6 Triliun per 21 Februari

Kemenkeu Ungkap MBG Sudah Serap Anggaran Rp 36,6 Triliun per 21 Februari

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 20:42 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:05 WIB