Sri Mulyani Tak Ingin Indonesia Khianati Disiplin Fiskal

Mohammad Fadil Djailani

Rabu, 25 Februari 2026 | 16:15 WIB
Sri Mulyani Tak Ingin Indonesia Khianati Disiplin Fiskal
Menteri Keuangan yang lama Sri Mulyani Indrawati memberikan sambutan saat serah terima jabatan di Kementerian Keuangan, Jakarta, Selasa (9/9/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Disiplin fiskal adalah fondasi utama cegah krisis, namun bukan jaminan negara jadi maju.
  • Selain jaga APBN, negara butuh reformasi hukum dan pasar kerja untuk tumbuh berkelanjutan.
  • Kebijakan berbasis data jadi kunci menteri keuangan bangun kepercayaan di mata politik.

Suara.com - Mantan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani Indrawati, kembali melontarkan "warning" sekaligus catatan penting bagi stabilitas ekonomi nasional. Baginya, disiplin fiskal bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan fondasi utama agar sebuah negara tidak karam diterjang krisis.

Dalam sebuah perbincangan di Oxford Policy Pod beberapa waktu lalu, perempuan yang akrab disapa Ani ini menekankan bahwa stabilitas dan keberlanjutan keuangan adalah syarat mutlak (necessary condition). Tanpa itu, mimpi menjadi negara maju bisa buyar seketika.

"Banyak negara sudah meninggalkan batasan tersebut. Tetapi sejarah menunjukkan, negara yang tidak memiliki disiplin fiskal pada akhirnya akan menghadapi kesulitan," tegas Sri Mulyani.

Indonesia, menurutnya, masih memegang teguh aturan fiskal yang cukup ketat. Hal ini terlihat dari komitmen menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) serta rasio utang yang dipatok maksimal 60 persen dari PDB.

Namun, Sri Mulyani mengingatkan bahwa disiplin fiskal hanyalah pintu masuk, bukan jaminan sukses. Ia meluruskan persepsi publik yang sering keliru.

"Syarat yang diperlukan, tetapi belum cukup. Punya stabilitas fiskal saja tidak otomatis membuat negara maju," jelasnya. Untuk benar-benar "naik kelas", negara wajib melakukan reformasi struktural, mulai dari sistem peradilan, ketenagakerjaan, hingga daya saing investasi.

Menjadi bendahara negara bukanlah perkara mudah. Sri Mulyani mengakui adanya benturan antara keinginan politik untuk membangun infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan dengan keterbatasan sumber daya yang ada. Kebijakan ketat sering kali tidak populer di mata politisi.

Kuncinya, kata dia, adalah kredibilitas dan kebijakan berbasis data (evidence-based policy).

"Kalau desain kebijakannya kredibel dan kuat secara teknokratis, itu menjadi platform untuk membangun kepercayaan lintas spektrum politik," tambahnya.

baca juga

Pada akhirnya, menjaga kesehatan dompet negara membutuhkan kerja sama semua pihak. Stabilitas fiskal memang penting, namun kemauan politik (political will) yang kuat tetap menjadi penentu apakah sebuah negara mampu bertahan atau justru terperosok ke dalam jurang krisis.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menuju Solar Based Economy: Tantangan Regulasi dan Pendanaan Program PLTS 100 GW Presiden Prabowo

Menuju Solar Based Economy: Tantangan Regulasi dan Pendanaan Program PLTS 100 GW Presiden Prabowo

Bisnis | Rabu, 25 Februari 2026 | 13:58 WIB

Menkeu Purbaya: Belum Ada Anggota DPR Ikut Seleksi OJK

Menkeu Purbaya: Belum Ada Anggota DPR Ikut Seleksi OJK

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 20:48 WIB

Kemenkeu Ungkap MBG Sudah Serap Anggaran Rp 36,6 Triliun per 21 Februari

Kemenkeu Ungkap MBG Sudah Serap Anggaran Rp 36,6 Triliun per 21 Februari

Bisnis | Selasa, 24 Februari 2026 | 20:42 WIB

Terkini

Greenpeace Pertanyakan SK Pencabutan IUP 4 Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat

Greenpeace Pertanyakan SK Pencabutan IUP 4 Perusahaan Tambang Nikel di Raja Ampat

News | Senin, 14 September 2026 | 17:31 WIB

BMKG Rilis Imbauan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Indonesia, Berlaku 14-17 September

BMKG Rilis Imbauan Gelombang Tinggi Hingga 4 Meter di Perairan Indonesia, Berlaku 14-17 September

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 17:31 WIB

Cara Memilih Ukuran Helm yang Pas dan Aman, Berkendara Makin Nyaman

Cara Memilih Ukuran Helm yang Pas dan Aman, Berkendara Makin Nyaman

Otomotif | Senin, 14 September 2026 | 17:29 WIB

Mirip Ritual Satanic, Atraksi Pentagram dan Kostum Iblis di Pekalongan Dikecam MUI

Mirip Ritual Satanic, Atraksi Pentagram dan Kostum Iblis di Pekalongan Dikecam MUI

News | Senin, 14 September 2026 | 17:29 WIB

DPR Nilai Suahasil Sosok Tepat Jadi Menkeu Baru, Bisa Selesaikan PR Purbaya

DPR Nilai Suahasil Sosok Tepat Jadi Menkeu Baru, Bisa Selesaikan PR Purbaya

News | Senin, 14 September 2026 | 17:26 WIB

Warga Protes MBG di Kudus, SPPG Minim Libatkan UMKM Lokal

Warga Protes MBG di Kudus, SPPG Minim Libatkan UMKM Lokal

News | Senin, 14 September 2026 | 17:23 WIB

Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial

Menangkis Label Generasi Sial, Gen Z Impact Fest Bedah Ketahanan Finansial

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 17:15 WIB

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

3 Skincare Buah Merah Papua Maudy Ayunda untuk Mengatasi Penuaan Dini Wanita

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 17:15 WIB

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

Karhutla Jambi Capai 2.975 Hektare, Gubernur Sebut 80 Persen Diduga Sengaja Dibakar

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

Dicecar 23 Pertanyaan, Korban Dugaan Kekerasan Seksual Betrand Peto Rampung Diperiksa Polisi

News | Senin, 14 September 2026 | 17:14 WIB

×