Ekonom Bank Mandiri Sebut Perpanjangan Dana SAL Rp200 Triliun Positif Buat Himbara

Kamis, 26 Februari 2026 | 11:47 WIB
Ekonom Bank Mandiri Sebut Perpanjangan Dana SAL Rp200 Triliun Positif Buat Himbara
Gedung Mandiri. (Dok: Mandiri)
Baca 10 detik
  • Perpanjangan SAL Rp200 T cegah tekanan dana jelang Lebaran dan jatuh tempo Maret.
  • Dana SAL beri ruang bank Himbara capai target pertumbuhan kredit 9%-11%.
  • Likuiditas longgar tekan biaya dana (Cost of Fund) dan redam kenaikan suku bunga.

Suara.com - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) menyambut positif langkah strategis Menteri Keuangan Purbaya yang berencana memperpanjang penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) senilai Rp200 triliun di Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Kebijakan ini dinilai sebagai "angin segar" di tengah ketatnya persaingan likuiditas perbankan.

Chief Economist Bank Mandiri, Andry Asmoro mengungkapkan, perpanjangan napas bagi penempatan dana pemerintah tersebut akan memberikan dampak instan bagi stabilitas sektor keuangan.

“Saya menilai kalau perpanjangan likuiditas dari Pak Menkeu kemarin ya, ini dampaknya positif,” ujar Andry dalam acara buka bersama Bank Mandiri di Jakarta, dikutip Kamis (26/2/2026).

Andry menjelaskan, jika dana jumbo tersebut ditarik sesuai jadwal semula pada 13 Maret 2026, perbankan bakal menghadapi tekanan hebat. Pasalnya, tanggal tersebut bertepatan dengan lonjakan kebutuhan pendanaan korporasi dan persiapan momentum Lebaran.

“Kalau saat itu ditarik, momentumnya kurang pas. Di saat bersamaan demand likuiditas juga meningkat, sehingga bisa memicu tensi perebutan dana,” bebernya.

Dengan tetap parkirnya dana SAL di bank pelat merah, tensi perebutan likuiditas—terutama di level bank-bank besar—bisa diredam. Hal ini menjaga agar perbankan tidak perlu jor-joran menaikkan bunga simpanan demi berebut dana masyarakat.

Selain menjaga stabilitas, longgarnya likuiditas berkat dana SAL ini diyakini bakal memicu akselerasi penyaluran kredit. Bank Mandiri memproyeksikan pertumbuhan kredit industri tahun ini berada di level high single digit hingga low double digit (9 persen–11 persen secara tahunan).

“Dengan dana SAL yang tetap ditempatkan, likuiditas menjadi lebih longgar sehingga ada ruang untuk meningkatkan pertumbuhan kredit,” tambah Andry.

Tak hanya soal pertumbuhan, kebijakan ini juga menjadi kunci dalam menjaga Cost of Fund (biaya dana). Menurutnya, tekanan bagi bank untuk mengerek suku bunga demi menarik dana nasabah akan berkurang, sehingga bunga kredit pun diharapkan tetap stabil.

Baca Juga: OJK Restui Rencana Menteri Purbaya Parkir SAL Rp200 Triliun di Himbara, Bunga Kredit Bakal Jinak?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tebak Jokes Bapak-bapak, Cek Seberapa Lucu Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Statistika dan Peluang
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 9 SMP dengan Kunci Jawaban dan Penjelasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Fiksi dan Eksposisi dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI