Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.865.000
Beli Rp2.745.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

RI Boncos! Ini Alasan AS Tetapkan Tarif 104 Persen Produk Panel Surya Indonesia

M Nurhadi | Suara.com

Jum'at, 27 Februari 2026 | 07:21 WIB
RI Boncos! Ini Alasan AS Tetapkan Tarif 104 Persen Produk Panel Surya Indonesia
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi menandatangani Agreement on Reciprocal Trade (ART) di Washington D.C. [Kemenko Perekonomian]
  • Pemerintah AS menerapkan bea masuk anti-subsidi sangat tinggi, rata-rata 104,38%, terhadap panel surya dari Indonesia.
  • Tarif ini dipicu tuduhan subsidi tidak adil dan dugaan pengalihan produk China dari pabrikan Indonesia, India, serta Laos.
  • Kebijakan proteksionisme AS ini berdampak signifikan menurunkan daya saing ekspor produk energi terbarukan Indonesia di Amerika.

Suara.com - Pemerintah Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump secara resmi memberlakukan bea masuk anti-subsidi (countervailing duties) yang sangat tinggi terhadap produk sel dan panel surya asal Indonesia.

Keputusan ini menetapkan tarif dasar sebesar 104,38%, sebuah angka yang diprediksi akan melumpuhkan daya saing produk energi terbarukan Indonesia di pasar Negeri Paman Sam.

Langkah drastis ini muncul sebagai ironi besar, mengingat Presiden Prabowo Subianto dan tim diplomatik sebelumnya telah berupaya keras menegosiasikan tarif perdagangan agar tetap berada di level 19%.

Namun, eskalasi proteksionisme AS justru berujung pada penetapan pajak impor yang jauh lebih memberatkan.

Departemen Perdagangan Amerika Serikat (DOC) menetapkan tarif ini sebagai respons atas aduan dari Alliance for American Solar Manufacturing and Trade.

Otoritas AS menyimpulkan bahwa produsen dari Indonesia, India, dan Laos menerima subsidi pemerintah yang tidak adil, sehingga mampu menjual produk dengan harga di bawah standar pasar AS.

Selain tarif umum, beberapa entitas bisnis secara spesifik dikenakan beban yang lebih berat:

PT Blue Sky Solar (Indonesia): Terkena tarif khusus sebesar 143,3%.

PT REC Solar Energy (Indonesia): Dikenakan tarif 85,99%.

India & Laos: India menghadapi tarif dasar 125,87%, sementara Laos dikenakan 80,67%.

biaya pemasangan panel surya 1300 watt/freepik
Arsip/freepik



Alasan di Balik Kebijakan Agresif Washington

Berdasarkan investigasi yang dirilis pada Februari 2026, terdapat empat alasan utama mengapa Washington mengambil tindakan ekstrem ini:

  • Tudingan Subsidi Tidak Adil: DOC menilai intervensi pemerintah Indonesia membuat harga panel surya menjadi sangat murah, yang dianggap mengancam keberlangsungan produsen lokal di Amerika.
  • Proteksi Industri Domestik: Kebijakan ini merupakan jawaban atas petisi produsen besar AS seperti Qcells dan First Solar yang merasa terdesak oleh serbuan produk impor.
  • Isu Transhipment China: Indonesia dicurigai menjadi lokasi pengalihan produksi bagi perusahaan-perusahaan asal China untuk menghindari tarif tinggi yang sebelumnya telah diterapkan AS secara langsung ke Beijing.
  • Praktik Dumping: Penyelidikan menunjukkan adanya indikasi perdagangan tidak sehat, di mana produk surya masuk ke pasar AS dengan harga yang jauh lebih rendah daripada harga pasar wajar (dumping).

Dengan tambahan beban pajak impor di atas 100%, harga jual panel surya Indonesia di Amerika Serikat dipastikan akan melonjak dua kali lipat lebih mahal.

Hal ini tidak hanya memukul produsen lokal, tetapi juga menjadi tantangan besar bagi strategi diplomasi ekonomi Indonesia yang sedang berupaya memposisikan diri sebagai pemain kunci dalam rantai pasok energi global.

Fenomena ini jelas menunjukkan bahwa AS sudah benar melindungi produsen dalam negeri. Sementara, Indonesia dengan negosasi yang belakangan gencar dilakukan, menurut pengamat justru lebih banyak menguntungkan AS.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

4 Kiper Liga Italia Saingan Emil Audero untuk Dilirik Juventus

4 Kiper Liga Italia Saingan Emil Audero untuk Dilirik Juventus

Bola | Jum'at, 27 Februari 2026 | 07:04 WIB

Rating Calvin Verdonk dan Aksi Heroik Lille OSC Balikkan Keadaan Lawan Crvena Zvezda di Liga Europa

Rating Calvin Verdonk dan Aksi Heroik Lille OSC Balikkan Keadaan Lawan Crvena Zvezda di Liga Europa

Bola | Jum'at, 27 Februari 2026 | 06:03 WIB

Emil Audero Masuk Radar Juventus Saat Si Nyonya Tua Siapkan Perombakan Skuad Drastis

Emil Audero Masuk Radar Juventus Saat Si Nyonya Tua Siapkan Perombakan Skuad Drastis

Bola | Jum'at, 27 Februari 2026 | 05:08 WIB

Nathan Tjoe A On Sering Hangatkan Bangku Cadangan, Tapi Kini Meledak di Willem II

Nathan Tjoe A On Sering Hangatkan Bangku Cadangan, Tapi Kini Meledak di Willem II

Bola | Jum'at, 27 Februari 2026 | 04:56 WIB

Maarten Paes: Jadi Kiper Utama Ajax Terbuka, Saya Harus Asah Kemampuan

Maarten Paes: Jadi Kiper Utama Ajax Terbuka, Saya Harus Asah Kemampuan

Bola | Jum'at, 27 Februari 2026 | 04:49 WIB

Calvin Verdonk Bawa Lille Lolos Babak 16 Besar Liga Europa

Calvin Verdonk Bawa Lille Lolos Babak 16 Besar Liga Europa

Bola | Jum'at, 27 Februari 2026 | 04:43 WIB

Terkini

Emas Antam Lompat Tinggi Jadi Rp 2.893.000/Gram, Cek Daftar Harganya

Emas Antam Lompat Tinggi Jadi Rp 2.893.000/Gram, Cek Daftar Harganya

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 09:03 WIB

Perkuat Ekosistem Digital, BRI Life Insurance Andalkan Modi

Perkuat Ekosistem Digital, BRI Life Insurance Andalkan Modi

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:59 WIB

Perlindungan Investor RI Masih Lemah, SIPF Minta Suntikan APBN

Perlindungan Investor RI Masih Lemah, SIPF Minta Suntikan APBN

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:58 WIB

Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini

Cabai Turun Tajam hingga 10%, Harga Beras Justru Naik Tipis Hari Ini

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:30 WIB

Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Ikutan Meroket di Pegadaian

Harga Emas Antam Naik Hari Ini, Galeri 24 dan UBS Ikutan Meroket di Pegadaian

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:23 WIB

Fakta-fakta Buyback ASLC, Harga Sahamnya Masih Tertahan di Level Rp70

Fakta-fakta Buyback ASLC, Harga Sahamnya Masih Tertahan di Level Rp70

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:15 WIB

BEI Cabut Suspensi Saham MSIN dan ASPR, Cek Jadwal Perdagangannya!

BEI Cabut Suspensi Saham MSIN dan ASPR, Cek Jadwal Perdagangannya!

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 08:12 WIB

Bank Indonesia Sebut Ekonomi Indonesia Dipandang Positif Investor Global, Apa Buktinya?

Bank Indonesia Sebut Ekonomi Indonesia Dipandang Positif Investor Global, Apa Buktinya?

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:47 WIB

Bahlil Diminta Kaji Wacana Penghentian Restitusi Pajak Sektor Tambang

Bahlil Diminta Kaji Wacana Penghentian Restitusi Pajak Sektor Tambang

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:43 WIB

Putusan KPPU Soal Pindar Tuai Polemik, Investor Fintech Disebut Bisa Hengkang

Putusan KPPU Soal Pindar Tuai Polemik, Investor Fintech Disebut Bisa Hengkang

Bisnis | Rabu, 15 April 2026 | 07:39 WIB