Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Bank Mega Syariah Gaet DPK Lewat Tabungan Kurban

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Minggu, 01 Maret 2026 | 15:54 WIB
Bank Mega Syariah Gaet DPK Lewat Tabungan Kurban
Ilustrasi Bank Mega Syariah/ist
  • Bank Mega Syariah meluncurkan Tabungan Rencana Kurban setelah menjalin MoU dengan PT Berdikari.
  • Program ini memfasilitasi perencanaan kurban terintegrasi, menghubungkan pekurban, perbankan, dan peternak secara digital.
  • Kerja sama ini bertujuan mengembangkan layanan syariah, mendukung ekosistem peternakan, dan meningkatkan dana pihak ketiga bank.

Suara.com - Bank Mega Syariah meluncurkan Tabungan Rencana Kurban sebagai solusi perencanaan ibadah kurban yang aman dan terintegrasi. Program ini diperkuat melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan PT Berdikari.

Kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis Bank Mega Syariah dalam menghadirkan layanan keuangan syariah yang tidak hanya memudahkan masyarakat menyiapkan dana kurban, tetapi juga mendukung ekosistem peternakan nasional.

Program Tabungan Rencana Kurban dirancang untuk memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam merencanakan ibadah kurban secara lebih aman, nyaman, dan terpercaya. Selain itu, skema ini menghubungkan pekurban, perbankan syariah, lembaga zakat, hingga peternak lokal secara digital dan transparan.

Direktur Bisnis Bank Mega Syariah, Rasmoro Pramono Aji, Rasmoro Pramono Aji, menjelaskan kerja sama ini mencakup pengembangan Program Tabungan Rencana Kurban Bank Mega Syariah by Berdikari, layanan operasional perbankan, penempatan dana, hingga dukungan transaksi digital.

Direktur Bisnis Bank Mega Syariah, Rasmoro Pramono Aji (Oney). [Bank Mega Syariah]
Direktur Bisnis Bank Mega Syariah, Rasmoro Pramono Aji (Oney). [Bank Mega Syariah]

"Sinergi dengan Berdikari menjadi upaya Bank Mega Syariah dalam memberikan solusi keuangan syariah yang komprehensif bagi masyarakat. Kami berharap kerja sama ini juga dapat mendorong inklusi keuangan syariah di Indonesia," ujar Rasmoro dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (1/3/2026).

Dari sisi penghimpunan dana (funding), kerja sama ini juga meliputi pembukaan rekening giro dan deposito untuk kebutuhan operasional Berdikari, serta kolaborasi pemasaran tabungan kurban kepada karyawan, anak usaha, mitra, hingga masyarakat luas.

Melalui inovasi ini, Bank Mega Syariah optimistis dapat meningkatkan dana pihak ketiga (DPK) sekaligus memperluas basis nasabah.

Hingga Desember 2025, total DPK Bank Mega Syariah tercatat mencapai Rp12,36 triliun atau tumbuh 11,94 persen secara tahunan (year on year) dibandingkan posisi Desember 2024 sebesar Rp11,04 triliun (unaudited).

"Pertumbuhan funding yang positif menunjukkan kepercayaan nasabah yang terus meningkat. Ke depan, kami akan memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra strategis untuk memperbesar porsi dana murah sehingga dapat menekan biaya dana (cost of fund) dan mendukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," kata Rasmoro.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Cara Cetak Emas di Pegadaian Terbaru Lengkap Syarat, Biaya, dan Alurnya

Cara Cetak Emas di Pegadaian Terbaru Lengkap Syarat, Biaya, dan Alurnya

Bisnis | Senin, 23 Februari 2026 | 14:14 WIB

USS OCBC Catat Jumlah Tabungan Nasabah Emas Tembus 223 Persen

USS OCBC Catat Jumlah Tabungan Nasabah Emas Tembus 223 Persen

Bisnis | Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:59 WIB

Pembiayaan Flexi Mitra Mabrur Bank Mega Syariah Melonjak 180 Persen

Pembiayaan Flexi Mitra Mabrur Bank Mega Syariah Melonjak 180 Persen

Bisnis | Selasa, 10 Februari 2026 | 11:15 WIB

Terkini

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Kontradiksi Efisiensi Pemerintah saat Ekonomi Lagi Susah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:48 WIB

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Gebrakan Ketua Komisi XII DPR Bambang Patijaya: Raih KWP Award 2026 Lewat Visi Transisi Energi

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:22 WIB

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bahlil Pastikan Stok BBM Aman: ICP Baru Naik 7 Dolar AS

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 21:10 WIB

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Mendag: Harga Minyak Goreng Naik Akibat Mahalnya Plastik

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 20:52 WIB

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Akan Beli Minyak dari Rusia, Bahlil Upayakan Dapat Harga Murah

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:29 WIB

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Prediksi Purbaya: Defisit APBN Turun ke 2,8 Persen

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 19:11 WIB

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Harga Minyakita Meroket, Mendag: Stoknya Memang Terbatas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 18:23 WIB

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

IHSG Terus Memerah Hingga Akhir Perdagangan ke Level 7,621, Cek Saham yang Cuan?

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:28 WIB

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Tak Cukup Kasih Modal, UMKM Perlu Akses Pasar Agar Naik Kelas

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 17:21 WIB

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

S&P Sorot Rasio Utang RI, Purbaya Klaim Belum di Level Berbahaya

Bisnis | Kamis, 16 April 2026 | 16:58 WIB