Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.760.000
Beli Rp2.630.000
IHSG 6.195,427
LQ45 619,275
Srikehati 301,815
JII 377,408
USD/IDR 17.858

Eropa Terancam Gelap: Pipa Migas Rusia Rusak, Perang Iran Tutup Selat Hormuz

M Nurhadi

Rabu, 04 Maret 2026 | 13:14 WIB
Eropa Terancam Gelap: Pipa Migas Rusia Rusak, Perang Iran Tutup Selat Hormuz
Selat Hormuz (Gemini AI)
  • Eropa menghadapi krisis energi akibat terputusnya gas Rusia dan gangguan Selat Hormuz oleh konflik AS-Israel-Iran.
  • Pipa Druzhba yang vital mengalami kerusakan akibat serangan Rusia, memicu ketegangan antara Ukraina dan negara penerima.
  • Ukraina menolak inspeksi perbaikan pipa karena bahaya perang, sementara negara penerima mencurigai motif politik di baliknya.

Suara.com - Eropa berada dalam posisi yang sangat terjepit; di satu sisi mereka harus menghadapi kenyataan pahit terputusnya total pasokan gas dari Rusia akibat sanksi dan kerusakan infrastruktur, sementara di sisi lain, jalur nadi energi dunia di Selat Hormuz mulai terkendala serius.

Eskalasi perang terbuka yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran telah mengganggu stabilitas pasokan migas di Timur Tengah secara masif.

Blokade di Selat Hormuz, yang merupakan jalur bagi seperlima perdagangan minyak global, telah menyebabkan kapal-kapal tanker tertahan dan produksi melambat.

Kondisi ini membuat ketergantungan terhadap jalur pipa darat di daratan Eropa, seperti Pipa Druzhba, menjadi sangat krusial sekaligus memicu ketegangan diplomatik baru antara Ukraina dan negara-negara tetangganya.

Ukraina saat ini berada di bawah tekanan besar dari Uni Eropa untuk segera mengizinkan inspeksi terhadap pipa minyak Druzhba yang rusak.

Infrastruktur vital yang menyalurkan minyak Rusia ke Hongaria dan Slovakia ini dilaporkan mengalami kerusakan parah akibat serangan udara Moskow pada Januari lalu.

Namun, keraguan mulai muncul dari negara-negara penerima aliran minyak yang mencurigai adanya motif politik di balik penghentian operasional tersebut.

Hongaria dan Slovakia menuduh Kyiv sengaja menghentikan aliran minyak untuk menekan negara-negara yang dianggap pro-Kremlin.

Sebaliknya, Kyiv bersikeras bahwa infrastruktur tersebut memang hancur dan membahayakan jika dipaksa beroperasi.

Ketidakhadiran tim verifikasi independen di lokasi kerusakan membuat Uni Eropa mulai meragukan klaim Ukraina, di tengah situasi energi Benua Biru yang kian kritis.

CEO Naftogaz, Sergii Koretskyi, memberikan rincian teknis mengenai tingkat kehancuran yang terjadi untuk menepis tuduhan sabotase politik.

Menurutnya, serangan Rusia menghantam tangki penyimpanan minyak berkapasitas 75.000 meter kubik, memicu kebakaran hebat yang baru bisa dipadamkan setelah 10 hari.

Luasnya area yang terdampak membuat proses pembersihan dan penilaian awal berjalan sangat lambat.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada pipa, tetapi juga pada peralatan pemantauan kebocoran, kabel listrik, dan transformator utama.

Koretskyi menggambarkan besarnya dampak serangan tersebut sebagai salah satu kebakaran reservoir minyak terbesar di Eropa dengan diameter mencapai ukuran lapangan sepak bola.

“Sejumlah besar peralatan, kabel listrik, transformator, dan sistem deteksi kebocoran yang bertanggung jawab untuk penyegelan pipa mengalami kerusakan. Serangan udara tersebut menyebabkan kebakaran di reservoir minyak terbesar di Eropa, dengan diameter sebesar lapangan sepak bola.,” jelas Koretskyi, dilansir via TheFinancialTimes.

Pemerintah Ukraina menegaskan bahwa melakukan perbaikan di tengah kondisi perang tanpa adanya gencatan senjata adalah tugas yang sangat berbahaya.

Selain keterbatasan sumber daya, pengiriman kru teknisi ke area yang berpotensi menjadi target serangan susulan dianggap tidak masuk akal oleh para pejabat di Kyiv.

Tekanan Harga Energi dan Blokade Selat Hormuz

Sengketa ini menjadi semakin mendesak mengingat harga energi global yang terus meroket menyusul konflik bersenjata antara AS-Israel melawan Iran yang mengganggu pasokan minyak dan gas dunia.

Terganggunya keamanan di Selat Hormuz secara otomatis memotong akses Eropa terhadap alternatif migas dari kawasan Teluk. Saat pasokan gas Rusia terputus dan migas Timur Tengah terkendala perang, pipa Druzhba seharusnya menjadi salah satu jalur alternatif, namun kini justru lumpuh total.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Serangan Drone Iran Hantam Area Konsulat AS di Dubai

Serangan Drone Iran Hantam Area Konsulat AS di Dubai

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 13:11 WIB

Eropa Hentikan Dukungan Dana Militer Ukraina Imbas Sengketa Pipa Gas Rusia

Eropa Hentikan Dukungan Dana Militer Ukraina Imbas Sengketa Pipa Gas Rusia

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 12:59 WIB

Viral Harga Bensin di Iran Cuma Rp500 per Liter, Jadi yang Termurah di Dunia

Viral Harga Bensin di Iran Cuma Rp500 per Liter, Jadi yang Termurah di Dunia

Entertainment | Rabu, 04 Maret 2026 | 12:54 WIB

Antisipasi Dampak Konflik AS-Iran, Prabowo Sedang Bangun 'Tameng Politik' Lewat Pertemuan di Istana?

Antisipasi Dampak Konflik AS-Iran, Prabowo Sedang Bangun 'Tameng Politik' Lewat Pertemuan di Istana?

News | Rabu, 04 Maret 2026 | 12:49 WIB

Israel Serang Wilayah Sipil Tanpa Peringatan, Harga Gas Membara

Israel Serang Wilayah Sipil Tanpa Peringatan, Harga Gas Membara

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 12:44 WIB

Arab Saudi Cegat 5 Drone, Ketegangan Timur Tengah Meningkat

Arab Saudi Cegat 5 Drone, Ketegangan Timur Tengah Meningkat

Video | Rabu, 04 Maret 2026 | 13:00 WIB

Terkini

TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan

TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:13 WIB

Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026

Asuransi Astra Rayakan Eksistensi 70 Tahun dengan ACTION! dan Apresiasi Pewarta 2026

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 21:38 WIB

RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna

RUU P2SK Disepakati, Besok Dibawa ke Paripurna

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 20:46 WIB

Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor

Pengamat: Pengusaha Jangan Baru Ribut Saat DSI Bereskan Tata Kelola Ekspor

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:42 WIB

Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi

Punya Lisensi, WSKT Mulai Garap Proyek Infrastruktur di Arab Saudi

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:31 WIB

IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

IHSG Anjlok Karena Investor Ragukan Kredibilitas Kebijakan Pemerintah

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:48 WIB

Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK

Purbaya Ungkap DPR Bisa Evaluasi LPS, OJK, dan BI berkat RUU P2SK

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:34 WIB

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Strategi Bertahan di Tengah Rupiah yang Semakin Jatuh ke Jurang

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:26 WIB

Dirikan Brand Minyak Telon, Alumni Geografi UGM Berhasil Pasarkan Produk hingga Asia Tenggara

Dirikan Brand Minyak Telon, Alumni Geografi UGM Berhasil Pasarkan Produk hingga Asia Tenggara

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:08 WIB

Purbaya Ungkap Fungsi dan Tugas Baru OJK di RUU P2SK, Ini Rinciannya

Purbaya Ungkap Fungsi dan Tugas Baru OJK di RUU P2SK, Ini Rinciannya

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 18:06 WIB