Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.875.000
Beli Rp2.760.000
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...
USD/IDR 17.184

Rupiah Tertekan Konflik Timur Tengah, Melemah Lawan Dolar AS

M Nurhadi | Rina Anggraeni | Suara.com

Rabu, 04 Maret 2026 | 16:10 WIB
Rupiah Tertekan Konflik Timur Tengah, Melemah Lawan Dolar AS
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
  • Rupiah ditutup melemah pada Rabu, 4 Maret 2026, mencapai Rp16.892 per dolar AS akibat ketegangan geopolitik global.
  • Pelemahan rupiah dipicu oleh keluarnya modal asing besar-besaran dari pasar domestik serta kenaikan harga minyak mentah.
  • Intervensi langsung Bank Indonesia berperan penting menahan pelemahan rupiah agar tidak jatuh lebih dalam dibandingkan Asia.

Suara.com - Nilai tukar rupiah belum berhasil keluar dari zona merah pada penutupan perdagangan Rabu, 4 Maret 2026.

Mata uang Garuda tercatat terus melanjutkan tren pelemahan yang sudah terjadi sejak awal pekan ini, terimbas eskalasi ketegangan geopolitik global yang kian memanas.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah mengakhiri perdagangan hari ini di level Rp16.892 per dolar Amerika Serikat (AS). Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 0,12 persen dibandingkan posisi penutupan Selasa (27/2) yang berada di level Rp16.872.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia berada di posisi yang sedikit lebih tertekan, yakni Rp16.911 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa melemahnya rupiah merupakan imbas langsung dari fenomena capital outflow atau keluarnya modal asing secara masif dari pasar keuangan domestik.

Sentimen negatif ini dipicu oleh tensi militer yang tidak kunjung mereda antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel.

"Rupiah melemah tertekan oleh sentimen risk-off yang kuat dengan sell-off besar-besaran di pasar ekuitas domestik dan seluruh Asia oleh eskalasi perang di Timur Tengah," ujar Lukman, kepada Suara.com, Rabu (4/3/2026).

Selain faktor keamanan, kenaikan harga minyak mentah dunia akibat konflik tersebut juga menghantui ekonomi global. Indonesia, sebagai negara pengimpor minyak, dikhawatirkan akan terbebani oleh kenaikan biaya energi yang pada akhirnya menekan stabilitas nilai tukar.

Meski sedang tertekan, posisi rupiah dinilai masih jauh lebih baik dibandingkan beberapa mata uang negara Asia lainnya.

Menurut Lukman, intervensi langsung yang dilakukan oleh Bank Indonesia (BI) di pasar valuta asing menjadi faktor kunci yang menahan rupiah agar tidak jatuh lebih dalam.

"Rupiah bukan yang terparah, bahkan pada hari Selasa rupiah jauh lebih kuat daripada mata uang lainnya berkat intervensi langsung BI," jelasnya.

Untuk perdagangan ke depan, rupiah diperkirakan akan bergerak dalam rentang Rp16.800 hingga Rp16.950 per dolar AS.

Pelemahan nilai tukar tidak hanya dialami oleh Indonesia. Sebagian besar mata uang di kawasan Asia juga bersujud di hadapan the greenback. Berikut adalah perbandingan performa mata uang Asia hari ini:

Mata Uang yang Melemah:

  • Rupee India: Menjadi yang terlemah di Asia setelah anjlok tajam 0,88%.
  • Dolar Taiwan: Melemah 0,26%.
  • Peso Filipina: Tertekan 0,24%.
  • Dolar Hongkong: Turun 0,15%.
  • Dolar Singapura: Melemah tipis 0,008%.

Mata Uang yang Menguat: Di tengah tekanan global, beberapa mata uang justru berhasil mencatatkan penguatan. Won Korea Selatan memimpin penguatan sebesar 0,84%, diikuti oleh Yen Jepang (0,2%), Baht Thailand (0,14%), Yuan China (0,09%), dan Ringgit Malaysia (0,06%).

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Terus Anjlok, BI: Masih Relatif Lebih Baik

Rupiah Terus Anjlok, BI: Masih Relatif Lebih Baik

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 11:11 WIB

Dolar AS Makin Ganas, Rupiah Masih Sakit ke Level Rp16.922

Dolar AS Makin Ganas, Rupiah Masih Sakit ke Level Rp16.922

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 10:03 WIB

Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Level Rp16.872

Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Level Rp16.872

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 16:13 WIB

Intervensi BI Manjur, Rupiah Berhasil 'Rebound' Tipis ke Rp16.861

Intervensi BI Manjur, Rupiah Berhasil 'Rebound' Tipis ke Rp16.861

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 09:28 WIB

Kena Sentimen Perang AS-Iran, Rupiah Ambruk ke Rp 16.868/USD

Kena Sentimen Perang AS-Iran, Rupiah Ambruk ke Rp 16.868/USD

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 16:08 WIB

Tensi Timteng Memanas, BI Pasang Badan Jaga Rupiah dari 'Amukan' Dolar

Tensi Timteng Memanas, BI Pasang Badan Jaga Rupiah dari 'Amukan' Dolar

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 11:03 WIB

Terkini

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Harga BBM Naik, Ini Warga RI yang 'Halal' Beli Bensin Subsidi

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 18:35 WIB

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Permudah Akses Keuangan Pedagang, BTN Ekspansi Bisnis ke Ekosistem Koperasi Pasar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:49 WIB

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Lawan Imunitas Algoritma, Prof Harris: Masa Rokok Bisa Digugat, Kode Digital Tidak?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 16:43 WIB

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Ambisi Swasembada Gula 2028 Terganjal Mesin Tua dan Kiamat Lahan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:53 WIB

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bos-bos BCA Kompak Serok Saham Sendiri Saat Harga Diskon, Apa Dampaknya?

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:34 WIB

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Orang Kaya Ngeluh LPG 12 Kg Naik, Bahlil: Sorry Yee!

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:22 WIB

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Selat Hormuz Dibuka Lagi, Tapi Dua Kapal Milik Pertamina Masih Tersandera

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 15:06 WIB

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Dobrak Sekat Perbankan dan Telko, BTN-Indosat Berduet Percepat Inklusi Keuangan

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:57 WIB

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Harga Plastik Naik, Bapanas Waspadai Dampaknya ke Harga Beras dan Gula

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 14:31 WIB

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Selat Hormuz Dibuka, PIS Siapkan Rute Darurat agar 2 Kapal Pertamina Kembali Berlayar

Bisnis | Sabtu, 18 April 2026 | 13:21 WIB