Dolar AS Makin Ganas, Rupiah Masih Sakit ke Level Rp16.922

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Rabu, 04 Maret 2026 | 10:03 WIB
Dolar AS Makin Ganas, Rupiah Masih Sakit ke Level Rp16.922
Mata uang rupiah dan dolar Amerika Serikat. [Antara]
baca 10 detik
  • Rupiah melemah 0,30% pada Rabu (4/3/2026) dibuka Rp16.922 per dolar AS, melanjutkan tren pelemahan sejak Senin.
  • Pelemahan rupiah dipicu sentimen *risk off* akibat perkembangan konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel.
  • Mata uang Asia lain melemah signifikan, namun rupiah relatif lebih kuat karena intervensi langsung Bank Indonesia (BI).

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah masih melanjutkan pelemahan pada pembukaan hari ini. Adapun, mata uang Garuda sudah Senin lalu.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Rabu (4/3/2026) dibuka Rp16.922 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun melemah 0,30 persen dibanding penutupan pada Selasa (27/2/2026) yang berada di level Rp16.872 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.848 per dolar AS. Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, mengatakan pelemahan rupiah masih terkait sentimen perang Iran vs Amerika dan Israel.

"Rupiah diperkirakan masih dalam tekanan sentimen risk off dari perkembangan perang AS-Israel-Iran," katanya saat dihubungi Suara.com.

Adapun, kenaikan harga minyak mentah juga dikuatirkan akan membebani ekonomi global termasuk Indonesia. Sehingga rupiah masih bisa tertekan namun tidak parah dibandingkan beberapa negara Asia.

"Rupiah, bukan terparah, malah pada hari Selasa rupiah jauh lebih kuat daripada mata uang lainnya oleh intervensi langsung BI. Range rupiah diperkirakan 16.800-16.950," jelasnya.

Sementara itu, beberapa mata uang Asia lainnya melemah. Salah satunya, Baht Thailand mencatat pelemahan terdalam yakni 0,40 persen, disusul dolar Taiwan yang melemah 0,37 persen.

Lalu, peso Filipina melemah 0,33 persen, , dolar Singapura melemah 0,09 persen, ringgit malaysia melemah 0,09 persen. Selain itu, dolar Hong Kong melemah 0,04 persen dan yuan China melemah 0,04 persen terhadap dolar AS.

Sedangkan Won Korea dan yen Jepang menguat terhadap dolar AS pagi ini, dengan penguatan masing-masing 0,36 persen dan 0,01 persen.

baca juga

Adapun, indeks dolar yang mencerminkan nilai tukar dolar AS terhadap mata uang utama dunia ada di 99,19, naik dari sehari sebelumnya yang ada di 99,05.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Gubernur BI Ungkap Strategi Ekonomi

Kurs Rupiah Melemah Terhadap Dolar, Gubernur BI Ungkap Strategi Ekonomi

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 16:05 WIB

Rupiah Loyo ke Rp16.894, Ketegangan Iran dan Spekulasi BI Rate Jadi Beban

Rupiah Loyo ke Rp16.894, Ketegangan Iran dan Spekulasi BI Rate Jadi Beban

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 15:42 WIB

Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.922

Rupiah Melemah, Dolar AS Naik ke Level Rp16.922

Bisnis | Kamis, 19 Februari 2026 | 09:31 WIB

Rupiah Keok Usai Libur Panjang di Level Rp 16.884/USD

Rupiah Keok Usai Libur Panjang di Level Rp 16.884/USD

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 16:08 WIB

Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp16.872 Usai Libur Panjang

Rupiah Dibuka Anjlok ke Level Rp16.872 Usai Libur Panjang

Bisnis | Rabu, 18 Februari 2026 | 09:55 WIB

Rupiah Loyo ke Rp16.823 per Dolar AS, Cek Kurs di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Rupiah Loyo ke Rp16.823 per Dolar AS, Cek Kurs di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Bisnis | Senin, 16 Februari 2026 | 12:53 WIB

Terkini

Jatuh Cinta Seperti di Film-Film: Ketika Cinta Nyata Tak Selalu Seindah Skenario

Jatuh Cinta Seperti di Film-Film: Ketika Cinta Nyata Tak Selalu Seindah Skenario

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 14:00 WIB

Jadi Pusat Belajar Robotik! RSCM Lakukan Operasi Pengangkatan Rahim Jarak Jauh Pertama di Indonesia

Jadi Pusat Belajar Robotik! RSCM Lakukan Operasi Pengangkatan Rahim Jarak Jauh Pertama di Indonesia

Health | Sabtu, 12 September 2026 | 13:58 WIB

Juicy Luicy Klarifikasi soal Bagasi: Batal Tampil di Batam, Singgung Penyelenggara

Juicy Luicy Klarifikasi soal Bagasi: Batal Tampil di Batam, Singgung Penyelenggara

Batam | Sabtu, 12 September 2026 | 13:57 WIB

Bukan Sekadar Buruh Murah: Standar Upskilling Jalur Magang

Bukan Sekadar Buruh Murah: Standar Upskilling Jalur Magang

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 13:50 WIB

Simbolisme Angel dan Lucifer, Detective Conan: Fallen Angel of the Highway

Simbolisme Angel dan Lucifer, Detective Conan: Fallen Angel of the Highway

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 13:50 WIB

Cara Mencuci Helm yang Busanya Tidak Bisa Dilepas, Bersih Maksimal Tanpa Takut Rusak

Cara Mencuci Helm yang Busanya Tidak Bisa Dilepas, Bersih Maksimal Tanpa Takut Rusak

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 13:35 WIB

MTI Minta Insentif Motor Listrik Dievaluasi, Subsidi Dialihkan ke Bus Listrik

MTI Minta Insentif Motor Listrik Dievaluasi, Subsidi Dialihkan ke Bus Listrik

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 13:34 WIB

Buku Islam & Kebangsaan: Menemukan Wajah Islam dalam Rumah Kebangsaan

Buku Islam & Kebangsaan: Menemukan Wajah Islam dalam Rumah Kebangsaan

Your Say | Sabtu, 12 September 2026 | 13:30 WIB

Tekanan Industri Makin Berat, Jaguar Land Rover Bakal Pangkas 4.000 Karyawan

Tekanan Industri Makin Berat, Jaguar Land Rover Bakal Pangkas 4.000 Karyawan

Otomotif | Sabtu, 12 September 2026 | 13:25 WIB

KPAI Desak Audit Transparan Dapur Makan Bergizi Gratis Usai Rentetan Kasus Keracunan

KPAI Desak Audit Transparan Dapur Makan Bergizi Gratis Usai Rentetan Kasus Keracunan

Video | Sabtu, 12 September 2026 | 13:21 WIB

×