Purbaya Klaim Anggaran Negara Masih Aman di Tengah Perang AS-Israel-Iran

Dicky Prastya Suara.Com
Rabu, 04 Maret 2026 | 16:55 WIB
Purbaya Klaim Anggaran Negara Masih Aman di Tengah Perang AS-Israel-Iran
Purbaya Yudhi Sadewa (Instagram/kemensetneg.ri)
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya mengonfirmasi analisis dampak geopolitik Timur Tengah terhadap ketahanan APBN pada Selasa malam.
  • Keuangan negara dinilai masih aman terkendali berkat pertumbuhan signifikan pengumpulan pajak Januari-Februari 2026.
  • Pemerintah telah mensimulasikan potensi kenaikan harga minyak akibat penutupan Selat Hormuz terhadap anggaran.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan kalau Pemerintah sudah menganalisis dampak dari perang Amerika Serikat, Israel, dan Iran di kawasan Timur Tengah.

Hal itu disampaikannya usai pertemuan Presiden RI Prabowo Subianto dengan Presiden-Wapres terdahulu, Ketua Umum Partai Politik di Parlemen, hingga eks Menteri Luar Negeri di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa malam kemarin.

Menkeu Purbaya menilai kalau Pemerintah sudah menganalisis ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dari konflik geopolitik tersebut. Ia percaya diri kalau saat ini keuangan negara masih aman terkendali.

"Ada bahas antara lain kalau krisis seperti ini berkepanjangan, tahan enggak anggarannya. Anggarannya seperti apa. Kalau analisa kita yang ada sekarang sih masih cukup baik, jadi enggak ada masalah,"  kata Purbaya di Istana Kepresidenan, dikutip Rabu (4/3/2026).

Bendahara Negara beralasan kalau keuangan membaik berkat pengumpulan pajak (tax collection) yang juga cukup tinggi selama awal 2026. Ia menyebut kalau pertumbuhan tax collection mencapai 30 persen di Januari dan Februari 2026.

Purbaya mengatakan kalau hal itu terjadi berkat kinerja Direktorat Jenderal Pajak (DJP) maupun Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

"Itu angka yang signifikan sekali. Artinya ada perbaikan yang signifikan di ekonomi dan perilaku orang-orang, Pajak, dan Bea Cukai," imbuhnya.

Lebih lanjut Purbaya memastikan Pemerintah sudah melakukan simulasi apabila  harga minyak naik karena penutupan Selat Hormuz. 

"Pokoknya kita hitung simulasi harga minyak level tertentu ya setahun, untuk anggaran setahun ini. Jadi masih bisa di-absorb kalo harga minyak naik. Kalau terlalu tinggi, tapi kalo ekstrim sekali akan kita hitung ulang," jelasnya.

Baca Juga: Dikira Rudal, Suara Meriam Penanda Buka Puasa Bikin Pengunjung Restoran di Dubai Panik

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Paling Cocok Jadi Takjil Apa saat Buka Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis: Jajal Seberapa Jawamu Lewat Tebak Kosakata Jatuh
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI