Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.745.000
Beli Rp2.600.000
IHSG 5.342,137
LQ45 527,078
Srikehati 259,301
JII 319,450
USD/IDR 18.166

Ambisi Telkom Siapkan Sovereign AI di 2028, Kurangi Bergantung dari Perusahaan Asing

Dicky Prastya

Rabu, 04 Maret 2026 | 22:19 WIB
Ambisi Telkom Siapkan Sovereign AI di 2028, Kurangi Bergantung dari Perusahaan Asing
Telkom Indonesia (Foto:Telkom)
  • PT Telkom Indonesia menetapkan peta jalan untuk mewujudkan kedaulatan kecerdasan buatan (sovereign AI) di Indonesia pada tahun 2028.
  • Tujuan utama Telkom adalah membangun pusat data dan model AI nasional sendiri untuk mengamankan data warga negara.
  • Pada tahun 2027, Telkom akan mulai mengembangkan dan mengintegrasikan solusi AI khusus untuk sektor industri B2B.

Suara.com - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk mengumumkan peta jalan atau roadmap teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI) Indonesia. Mereka berambisi membangun kedaulatan atau sovereign AI di 2028.

Executive General Manager Digital Product PT Telkom Indonesia Tbk, Komang Budi Aryasa menjelaskan kalau saat hampir semua negara memperebutkan data di tengah tensi global luar biasa.

Menurutnya, Telkom selaku perusahaan milik negara khawatir apabila Indonesia tidak membangun sovereign AI sendiri, maka data warga akan tersebar di mana-mana.

"Nah di 2028 kita berencana untuk bagaimana akan sovereign AI Indonesia ini terwujud," katanya dalam Media Briefing, dikutip Kamis (4/3/2026).

Berangkat dari sana, Telkom mulai merencanakan bagaimana data pribadi bisa ditampung dalam pusat data atau data center buatan dalam negeri.

Ia mencontohkan kalau model AI tersebut tidak sama dengan yang dimiliki perusahaan asing seperti Facebook dengan Llama, Google Gemini, OpenAI lewat ChatGPT, hingga Microsoft dengan Copilot.

Executive General Manager Digital Product PT Telkom Indonesia Tbk, Komang Budi Aryasa. [Suara.com/Dicky Prastya]
Executive General Manager Digital Product PT Telkom Indonesia Tbk, Komang Budi Aryasa. [Suara.com/Dicky Prastya]

"Bagaimana kita, sovereign AI kita punya model sendiri pada saat kita melayani vertikal itu," lanjutnya.

Untuk tahap awal, Telkom masih menerapkan teknologi AI secara masif di internal perusahaan. Sedangkan untuk eksternal, Komang menyebut Telkom akan menggandeng lembaga Pemerintah agar mengintegrasikan produk AI dalam platform mereka.

Sedangkan di 2027, Telkom akan mengembangkan layanan AI ke vertikal industri seperti sektor kesehatan, pendidikan, ritel, hingga manufaktur. Hanya saja tiap sektor akan dikembangkan teknologi berbeda, tergantung kebutuhan tiap industri.

"Jadi di 2027 kita akan masuk ke industri-industri vertikal tersebut untuk bisa men-deliver solusi AI di B2B, karena B2B itu seperti kita tahu, itu sangat berbasis tactical," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Teknologi Reverse Osmosis dan Food Rescue Warnai Ramadhan di Jakarta

Teknologi Reverse Osmosis dan Food Rescue Warnai Ramadhan di Jakarta

Tekno | Rabu, 04 Maret 2026 | 13:24 WIB

Ajang Teknologi Dunia Kembali Digelar di Taipei, 1.500 Inovasi AI Dipamerkan

Ajang Teknologi Dunia Kembali Digelar di Taipei, 1.500 Inovasi AI Dipamerkan

Tekno | Rabu, 04 Maret 2026 | 09:10 WIB

Mudik Gratis 2026: Telkom Mulai Buka Pendaftaran, Siapkan 27 Bus dan 3 Rute Kapal Laut Untuk Pemudik

Mudik Gratis 2026: Telkom Mulai Buka Pendaftaran, Siapkan 27 Bus dan 3 Rute Kapal Laut Untuk Pemudik

News | Selasa, 03 Maret 2026 | 19:02 WIB

Terpopuler: 10 HP Android Terkencang, iPhone 17e Resmi Rilis dengan Harga Terjangkau

Terpopuler: 10 HP Android Terkencang, iPhone 17e Resmi Rilis dengan Harga Terjangkau

Tekno | Rabu, 04 Maret 2026 | 06:55 WIB

Indosat Pamer Panggilan 5G Berbasis AI Pertama di Asia Tenggara, Siap Bawa Revolusi Digital

Indosat Pamer Panggilan 5G Berbasis AI Pertama di Asia Tenggara, Siap Bawa Revolusi Digital

Tekno | Selasa, 03 Maret 2026 | 08:11 WIB

Militer AS Gunakan AI Claude untuk Perang di Timur Tengah

Militer AS Gunakan AI Claude untuk Perang di Timur Tengah

Tekno | Selasa, 03 Maret 2026 | 05:24 WIB

Terkini

DPR Kumpulkan Bos Himbara, Bahas Rencana Buyback Saham BUMN saat Harga Murah

DPR Kumpulkan Bos Himbara, Bahas Rencana Buyback Saham BUMN saat Harga Murah

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:38 WIB

Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?

Lesu di Lapangan Banteng, Mengapa Purbaya Layak Diganti?

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 11:24 WIB

CFX Dorong Kedaulatan Ekosistem Aset Kripto Nasional Lewat Inovasi dan Infrastruktur Digital

CFX Dorong Kedaulatan Ekosistem Aset Kripto Nasional Lewat Inovasi dan Infrastruktur Digital

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:51 WIB

Cabai Tembus Rp78.850, Bawang dan Beras Ikut Naik, Tekanan Harga Pangan Makin Berat

Cabai Tembus Rp78.850, Bawang dan Beras Ikut Naik, Tekanan Harga Pangan Makin Berat

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:39 WIB

Minerba Sempat Dihantui Ketidakpastian, Industri Lega Pemerintah Batalkan Skema Gross Split

Minerba Sempat Dihantui Ketidakpastian, Industri Lega Pemerintah Batalkan Skema Gross Split

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:35 WIB

Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel

Ketegangan Iran - Israel Belum Reda, Brent Naik jadi 94,38 Dolar AS per Barel

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 10:26 WIB

Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?

Rupiah Mulai Bangkit Lawan Dolar AS ke Level Rp18.144, Apa Untungnya untuk Ekonomi?

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:55 WIB

Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat

Rupiah Terus Tertekan, Bank Indonesia Sebut Belum Ada Rapat Darurat

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:31 WIB

Flexi Gold Bank Mega Syariah Melonjak 1.688 Persen, Pembiayaan Emas Tembus Rp43 Miliar

Flexi Gold Bank Mega Syariah Melonjak 1.688 Persen, Pembiayaan Emas Tembus Rp43 Miliar

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:29 WIB

Sempat Dibuka Hijau, IHSG Akhirnya Berlanjut Melemah

Sempat Dibuka Hijau, IHSG Akhirnya Berlanjut Melemah

Bisnis | Selasa, 09 Juni 2026 | 09:22 WIB