Militer AS Gunakan AI Claude untuk Perang di Timur Tengah

M Nurhadi

Selasa, 03 Maret 2026 | 05:24 WIB
Militer AS Gunakan AI Claude untuk Perang di Timur Tengah
Israel dan AS turut mengebom SD khusus perempuan di Minab, sebuah kota di provinsi Hormozgan, Iran selatan, dalam serangan Sabtu (28/2/2026). [IRNA/Al Jazeera]

Suara.com - Sebuah laporan mengejutkan muncul di tengah berkecamuknya perang besar antara koalisi AS-Israel melawan Iran. Militer Amerika Serikat dikabarkan tetap mengandalkan Claude, model kecerdasan buatan (AI) besutan Anthropic, untuk memandu operasi serangan udara mereka.

Padahal, Presiden Donald Trump baru saja mengeluarkan instruksi tegas untuk memutus seluruh hubungan dengan perusahaan teknologi tersebut beberapa jam sebelumnya.

Laporan yang pertama kali diangkat oleh Wall Street Journal dan Axios pada Minggu (1/3/2026) ini mengungkap betapa sulitnya militer AS melepaskan diri dari ketergantungan teknologi AI yang sudah terlanjur menyatu dalam sistem operasional mereka.

Menurut sumber internal militer yang dikutip dari The Guardian, kecerdasan buatan Claude digunakan oleh komando pusat AS untuk keperluan intelijen tingkat tinggi. Teknologi ini membantu para jenderal dalam:

  • Pemilihan Target Strategis: Menentukan titik-titik serangan yang paling efektif di wilayah Iran.
  • Simulasi Medan Perang: Menjalankan skenario tempur secara real-time untuk memprediksi pergerakan lawan.
  • Analisis Data Intelijen: Mengolah informasi dalam jumlah masif untuk mendukung pengambilan keputusan cepat di lapangan.

Ketergantungan ini menjadi ironi karena sesaat sebelum serangan ke Iran dimulai, Trump melalui akun Truth Social miliknya melontarkan kecaman pedas terhadap Anthropic.

Ia menyebutnya sebagai "Perusahaan AI Kiri Radikal yang dikelola oleh orang-orang yang tidak mengerti realitas dunia."

Konflik antara Trump dan Anthropic bermula pada Januari 2026 lalu, ketika militer AS menggunakan Claude dalam operasi penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.

Claude AI Antrhopic
Claude AI Antrhopic

Anthropic melayangkan protes keras karena penggunaan tersebut dianggap melanggar ketentuan layanan mereka yang melarang penggunaan AI untuk tujuan kekerasan, pengembangan senjata, atau pengawasan (surveillance).

Sikap Anthropic ini memicu kemarahan di Pentagon. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menuding perusahaan tersebut melakukan "keangkuhan dan pengkhianatan".

baca juga

Lewat unggahan panjang di platform X, Hegseth menegaskan bahwa "Prajurit Amerika tidak boleh disandera oleh keinginan ideologis raksasa teknologi (Big Tech)."

Meskipun Hegseth menuntut akses tanpa batas ke seluruh model AI Anthropic untuk kepentingan militer, ia mengakui bahwa pemutusan sistem secara mendadak sangat sulit dilakukan.

Ia memberikan tenggat waktu maksimal enam bulan bagi Anthropic untuk tetap menyediakan layanan demi "transisi yang mulus ke layanan yang lebih patriotik."

OpenAI Siap Ambil Alih Peran di Pentagon

Di tengah keretakan hubungan dengan Anthropic, perusahaan kompetitor yakni OpenAI langsung bergerak cepat mengambil peluang. CEO OpenAI, Sam Altman, dilaporkan telah mencapai kesepakatan baru dengan pihak Pentagon.

Kesepakatan ini memungkinkan jaringan klasifikasi militer AS untuk mulai menggunakan alat-alat canggih dari OpenAI, termasuk ChatGPT, sebagai pengganti Claude di masa depan.

Langkah ini menandai pergeseran besar dalam lanskap teknologi militer, di mana pemerintah AS mencari mitra teknologi yang lebih "kooperatif" terhadap visi militeristik Gedung Putih di bawah kepemimpinan Trump.

Pertempuran di Timur Tengah kini bukan lagi sekadar adu rudal dan jet tempur, melainkan juga menjadi ajang pembuktian dominasi ideologi di balik algoritma kecerdasan buatan.

Kontributor : Rizqi Amalia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Juventus Perpanjang Kontrak Gelandang Amerika Serikat hingga 2030

Juventus Perpanjang Kontrak Gelandang Amerika Serikat hingga 2030

Bola | Selasa, 03 Maret 2026 | 04:39 WIB

Boroujerdi: Masyarakat Tak Anggap Putra Shah Terakhir Iran Reza Pahlavi Ada

Boroujerdi: Masyarakat Tak Anggap Putra Shah Terakhir Iran Reza Pahlavi Ada

News | Senin, 02 Maret 2026 | 22:28 WIB

Kemenkeu Ungkap Efek Perang AS-Israel-Iran ke Ekonomi RI

Kemenkeu Ungkap Efek Perang AS-Israel-Iran ke Ekonomi RI

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 22:01 WIB

China Tegas Dukung Iran Lawan Serangan AS dan Israel: Kami di Belakang Iran

China Tegas Dukung Iran Lawan Serangan AS dan Israel: Kami di Belakang Iran

News | Senin, 02 Maret 2026 | 21:46 WIB

Empat Kapal Pertamina Tertahan di Timur Tengah saat Perang AS dan Israel vs Iran Berkecamuk

Empat Kapal Pertamina Tertahan di Timur Tengah saat Perang AS dan Israel vs Iran Berkecamuk

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 21:41 WIB

Harga Gas Eropa Meroket Usai Kilang Qatar dan Arab Saudi Lumpuh Pasca Serangan Iran

Harga Gas Eropa Meroket Usai Kilang Qatar dan Arab Saudi Lumpuh Pasca Serangan Iran

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 21:17 WIB

Terkini

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bawa Produk Lokal Tembus Pasar Internasional, BRI Fasilitasi UMKM di GMBPF 2026

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:59 WIB

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

5.990 PPPK di Sumsel Masih Menunggu Kepastian, Harapan Jadi Penuh Waktu Tergantung Anggaran

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Promo Mr. DIY, Dapatkan Cashback 45 Persen dengan QRIS BRImo

Bri | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:41 WIB

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

Indonesia Bisa Tiru! Begini Cara Pemkot Seoul Hadapi Gelombang Panas yang Mematikan

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?

Perempuan Belanda Ini Kritik Pedas Pemain Keturunan Indonesia, Ada Apa?

Bola | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:40 WIB

Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang

Dari Paskibraka hingga Penerjun, Prabowo Jamu Petugas Upacara HUT RI di Hambalang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:39 WIB

PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas

PHR Zona 4 Perkuat Budaya HSSE, Keselamatan Kerja Jadi Prioritas Operasi Hulu Migas

Sumsel | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:38 WIB

Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji

Bukan Klaim! KPK Punya Bukti Kerugian Negara Rp622 Miliar di Kasus Korupsi Kuota Haji

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:25 WIB

Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang

Tak Hanya Muara Enim! KPK Temukan Pola Lobi BPK Demi WTP di PALI dan Empat Lawang

News | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:12 WIB

Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?

Kuota Internet Tak Lagi Hangus, Siapa yang Harus Menanggung Beban Biaya dan Kapasitas Jaringan?

Video | Rabu, 19 Agustus 2026 | 22:00 WIB

×