Dampak Perang AS-Iran, Mendag: Bahan Baku Impor Bisa Ikut Tersendat

Achmad Fauzi

Jum'at, 06 Maret 2026 | 09:26 WIB
Dampak Perang AS-Iran, Mendag: Bahan Baku Impor Bisa Ikut Tersendat
Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Mendag Budi Santoso mengonfirmasi adanya gangguan rantai pasok bahan baku impor akibat perang AS-Iran.
  • Kemendag akan segera bertemu eksportir untuk mengidentifikasi kendala teknis dan mencari pasar alternatif.
  • Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut konflik berpotensi mengganggu distribusi semikonduktor melalui jalur penerbangan.

Suara.com - Menteri Perdagangan (Mendag), Budi Santoso, mengakui memang ada dampak yang terjadi imbas dari perang antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran. Salah satunya, adanya gangguan pada rantai pasok bahan baku yang diimpor.

Namun, sayangnya, Mendag tidak merinci bahan baku apa saja yang terdampak perang tersebut.

"Kita belum sampai ke situ (bahan baku), tapi yang jelas yang produk-produk menggunakan bahan baku impor bisa saja nanti akan terganggu," ujarnya seperti ditemui di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Untuk mengindentifikasi komoditas apa saja yang terganggu, Mendag mau mengumpulkan para eksportir dan importir. Rencananya, ia akan menanyakan masalah apa saja yang dihadapi imbas geopolitik ini.

Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]
Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]

"Besok kami juga akan bertemu dengan para eksportir untuk membahas masalah yang mereka hadapi. Saya ingin mengetahui secara teknis kendalanya di mana, karena para eksportir juga banyak yang masih mengimpor bahan baku," imbuhnya.

Selain itu, Mendag menyebut, pertemuan dengan para eskportir juga membicarakan soal pasar alternatif yang bisa dimanfaatkan.

"Nah itu yang tadi kami sampaikan. Jika ekspor memang terganggu, maka kita harus mencari pasar alternatif. Itu juga yang akan kami bahas dengan para eksportir dalam pertemuan besok," katanya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut Perang antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran bisa ganggu rantai pasok semikonduktor, salah satunya Chip.

Ia menjelaskan, distribusi komponen semikonduktor di tingkat global banyak mengandalkan jalur transportasi udara sehingga konflik yang mengganggu lalu lintas penerbangan berisiko menimbulkan gangguan pada rantai pasok.

baca juga

"Supply chain tentu menjadi tantangan lagi karena sebagian besar daripada semiconductor ini menggunakan airline, pesawat," ujar Airlangga dalam pidatonya pada acara Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Ia menuturkan, konflik yang terjadi di Timur Tengah saat ini berpotensi mengganggu jalur penerbangan internasional yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi komponen teknologi.

"Dan airline sekarang terdistruksi dengan adanya perang di Middle East (Timur Tengah)," ujarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip

Pemerintah Waspada, Perang AS-Iran Berpotensi Ganggu Industri Chip

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 18:06 WIB

Antisipasi Perang, Pemerintah Mulai Impor Minyak AS dan Bangun Storage Baru

Antisipasi Perang, Pemerintah Mulai Impor Minyak AS dan Bangun Storage Baru

Bisnis | Kamis, 05 Maret 2026 | 12:56 WIB

Bahlil Jelaskan soal Stok BBM Nasional Cuma 25 Hari: Mau Simpan di Mana?

Bahlil Jelaskan soal Stok BBM Nasional Cuma 25 Hari: Mau Simpan di Mana?

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 17:48 WIB

Terkini

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Pencarian 5 Jurnalis dan 3 Awak Kapal Masih Nihil akibat Cuaca Buruk di Lapangan

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 01:36 WIB

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

×