- Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut perang AS-Iran mengancam rantai pasok semikonduktor global.
- Distribusi komponen semikonduktor sangat bergantung pada transportasi udara yang terganggu konflik Timur Tengah.
- Dampak penuh konflik terhadap ekonomi dan teknologi masih dini dipastikan karena situasi geopolitik masih dinamis.
Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyebut Perang antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran bisa ganggu rantai pasok semikonduktor, salah satunya Chip.
Ia menjelaskan, distribusi komponen semikonduktor di tingkat global banyak mengandalkan jalur transportasi udara sehingga konflik yang mengganggu lalu lintas penerbangan berisiko menimbulkan gangguan pada rantai pasok.
"Supply chain tentu menjadi tantangan lagi karena sebagian besar daripada semiconductor ini menggunakan airline, pesawat," ujar Airlangga dalam pidatonya pada acara Pembekalan Nasional Talenta Semikonduktor di Jakarta, Kamis (5/3/2026).
Ia menuturkan, konflik yang terjadi di Timur Tengah saat ini berpotensi mengganggu jalur penerbangan internasional yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi komponen teknologi.
![Aktivitas bongkar-muat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (20/8/2025). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/20/29100-bongkar-muat-peti-kemas-jict-neraca-perdagangan-ekspor-impor.jpg)
"Dan airline sekarang terdistruksi dengan adanya perang di Middle East (Timur Tengah)," ujarnya.
Meski demikian, Airlangga menilai masih terlalu dini untuk memastikan sejauh mana dampak konflik tersebut terhadap perekonomian global maupun rantai pasok industri teknologi.
Ia mengatakan perkembangan situasi geopolitik masih sangat dinamis sehingga perlu terus dipantau oleh pemerintah dan pelaku industri.
"Yang kita belum tahu apakah ini jangka pendek atau jangka panjang," ucapnya.
Airlangga mengingatkan dunia sebelumnya juga telah menghadapi gangguan besar terhadap rantai pasok global ketika konflik Rusia dan Ukraina pecah beberapa tahun lalu.
Baca Juga: RI Raih Nilai Jelek dari Fitch, Airlangga: Ekonomi Dunia Tertekan Perang
Saat itu, lonjakan harga energi dan komoditas menjadi salah satu dampak langsung yang dirasakan banyak negara.
"Kita sudah berpengalaman pada saat perang Ukraina-Rusia, oil sangat terpengaruh dan komoditas lain," pungkas dia.