Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Industri Asuransi Didorong Perkuat Tata Kelola dan Perlindungan Nasabah di Tengah Krisis Kepercayaan

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Senin, 09 Maret 2026 | 12:52 WIB
Industri Asuransi Didorong Perkuat Tata Kelola dan Perlindungan Nasabah di Tengah Krisis Kepercayaan
Ilustrasi asuransi. [Unsplash]
baca 10 detik
  • Industri asuransi Indonesia menghadapi tantangan kepercayaan publik, mendorong perlunya penguatan tata kelola dan perlindungan nasabah.
  • Diskusi di Jakarta Selatan mengidentifikasi tiga isu utama: tata kelola perusahaan, praktik keagenan, dan perlindungan nasabah.
  • Keberlangsungan industri bergantung pada kepercayaan publik yang hanya bertahan melalui budaya manajemen risiko dan tata kelola yang kuat.

Suara.com - Industri asuransi di Indonesia dinilai sedang menghadapi tantangan serius terkait kepercayaan publik. 

Kondisi ini mendorong perlunya penguatan tata kelola perusahaan serta sistem perlindungan nasabah agar industri tetap berkelanjutan.

Di tengah dinamika ekonomi dan meningkatnya biaya hidup, sektor asuransi dituntut tidak hanya mampu bertahan tetapi juga bertransformasi. 

Penguatan tata kelola dan perlindungan pemegang polis dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga stabilitas industri dalam jangka panjang.

Dalam diskusi bertajuk "Standar Baru Tata Kelola Asuransi dan PerlindunganNasabah di Indonesia” yang berlangsung di Aroem Mahakam Resto, Jakarta Selatan, disampaikan adanya tiga isu utama pada ekosistem perasuransian saat ini.

Pertama, terkait tata kelola perusahaan yang membutuhkan pengawasan ketat dan transparan karena berdampak langsung pada stabilitas ekonomi serta kepercayaan masyarakat.

Isu kedua berkaitan dengan praktik keagenan. Perusahaan asuransi jiwa dinilai memegang tanggung jawab penuh atas kualitas penjualan produk serta akurasi informasi yang disampaikan agen kepada calon nasabah agar tidak terjadi misinformasi.

Sementara itu, isu ketiga adalah perlindungan nasabah. Pengalaman nyata pemegang polis dinilai harus menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan untuk membangun industri yang lebih inklusif dan terpercaya.

Ilustrasi asuransi jiwa. [Pixabay]
Ilustrasi asuransi jiwa. [Pixabay]

Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sumarjono, menyebut keberlangsungan industri asuransi sangat bergantung pada tingkat kepercayaan publik.

baca juga

"Industri asuransi hidup dari kepercayaan, dan kepercayaan hanya bertahan jika tata kelola dan manajemen risiko dijalankan bukan sekadar sebagai kewajiban, tetapi sebagai budaya," ujar Sumarjono, dikutip Senin (9/3/2026).

Sementara itu, Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Emira E Oepangat, menilai industri asuransi di Indonesia memiliki karakteristik yang beragam, dengan tingkat kesiapan yang berbeda-beda dalam aspek tata kelola, manajemen risiko, hingga transformasi digital.

"Dalam operasional industri, pengelolaan klaim menjadi faktor penting dalam menjaga kepercayaan publik. Filosofi dasar industri adalah bahwa perusahaan hadir untuk membayar klaim yang sah, kepada orang yang tepat, dengan jumlah yang tepat sesuai ketentuan polis," ucapnya.

Ia mengatakan, seluruh pelaku industri pada dasarnya sedang bergerak menuju standar tata kelola yang lebih kuat

"Pengendalian ini penting karena berbagai studi menunjukkan bahwa fraud dapat berkontribusi sekitar 5% terhadap rasio klaim, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi stabilitas premi dan keberlanjutan industri," jelasnya. 

Dari sisi legislatif, penguatan tata kelola sektor asuransi juga menjadi perhatian DPR. 

Pengawasan dinilai penting agar pengelolaan keuangan perusahaan asuransi berjalan transparan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sebagai pemegang polis.

Anggota Komisi VI DPR RI, Herman Khaeron, juga menyinggung perkembangan pengelolaan polis eks nasabah Jiwasraya oleh IFG Life yang dinilai menunjukkan perkembangan positif dalam upaya penyehatan industri asuransi.

"Perbaikan tata kelola dan penataan industri diharapkan dapat membantu memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap sektor asuransi nasional," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

BCA Minta Gen Z Tak Gegabah Beli Kendaraan Lewat Skema Cicilan

BCA Minta Gen Z Tak Gegabah Beli Kendaraan Lewat Skema Cicilan

Bisnis | Jum'at, 06 Februari 2026 | 12:31 WIB

Jumlah Pengendara di Indonesia Tinggi, Tapi Asuransi Kendaraan Masih Rendah

Jumlah Pengendara di Indonesia Tinggi, Tapi Asuransi Kendaraan Masih Rendah

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 10:00 WIB

Purbaya Naikkan Limit Investasi Saham Dana Pensiun dan Asuransi Jadi 20 Persen, Batasi di LQ45

Purbaya Naikkan Limit Investasi Saham Dana Pensiun dan Asuransi Jadi 20 Persen, Batasi di LQ45

Bisnis | Minggu, 01 Februari 2026 | 11:01 WIB

AXA Mandiri Kenalkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS, Ini Keuntungannya

AXA Mandiri Kenalkan Asuransi Dwiguna Berbasis Dolar AS, Ini Keuntungannya

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 11:09 WIB

Taspen Bayarkan Klaim Bagi Korban Pesawat ATR

Taspen Bayarkan Klaim Bagi Korban Pesawat ATR

Bisnis | Jum'at, 30 Januari 2026 | 08:42 WIB

Wabah Penyakit Superflu Bakal Buat Klaim Asuransi Kesehatan Naik

Wabah Penyakit Superflu Bakal Buat Klaim Asuransi Kesehatan Naik

Bisnis | Rabu, 28 Januari 2026 | 08:53 WIB

Terkini

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Potensi Pemasukan Negara Hilang dari Program MBG, Ini Penjelasan DJP

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:34 WIB

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Saham BBCA Diserbu Asing, Target Harganya Bisa Capai Segini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 19:08 WIB

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

4 Perusahaan Ini Bakal Lakukan PHK, Lebih dari 5.000 Pekerja Terdampak

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:50 WIB

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

IHSG Diprediksi di Zona Hijau, Ini 3 Saham Pilihan yang Wajib Dipantau Pekan Ini

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:46 WIB

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis Kedai Kopi Makin Ketat, Konsep 'Rumah Kedua' Jadi Senjata Bertahan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:41 WIB

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Rupiah Terus Melemah, Bank Mega Syariah Jamin Kinerja Kredit Komersial Tak Kendur

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:32 WIB

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

PTPN Investasi di Kesehatan Karyawan, Bidik SDM Lebih Produktif

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:29 WIB

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Tak Mau Kalah dari Changi dan KLIA, Bandara Minangkabau Bidik Jadi Hub Penerbangan

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 18:23 WIB

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Dirjen Pajak Akui MBG dan Kopdes Merah Putih Berpotensi Hilangkan Penerimaan Negara

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:14 WIB

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

IHSG Dibayangi Sentimen Global dan MSCI, Cek Rekomendasi Saham Senin Ini!

Bisnis | Minggu, 21 Juni 2026 | 17:11 WIB