- PLN Nusantara Renewables mengembangkan PLTS Terapung Karangkates 100 MWac di Bendungan Sutami, Malang, Jawa Timur.
- Proyek ini telah konstruksi sejak 10 Februari 2026, bertujuan optimalisasi aset waduk demi energi bersih nasional.
- PLTS Karangkates diproyeksikan memasok listrik 100.000 rumah tangga dan mengurangi emisi karbon tahunan signifikan.
Suara.com - PLN Nusantara Renewables mengembangkan PLTS Terapung Karangkates di Bendungan Sutami, Malang, Jawa Timur yang memiliki kapasitas kapasitas 100 MWac (133 MWp).
Proyek ini merupakan bagian dari optimalisasi aset waduk untuk produksi energi bersih sesuai dengan RUPTL PLN dan target swasembada energi nasional dan dikelola oleh entitas pengembang PT Nusantara Guodian Karangkates Indonesia (NGKI).
Adapun proyek ini memanfaatkan area waduk secara produktif sebagai bagian dari pemenuhan target Paris Agreement dan program swasembada energi pemerintah. Selain itu, pengembangan ini bertujuan mengoptimalkan aset waduk yang ada, menindaklanjuti penugasan dari PT PLN (Persero) kepada PT PLN Nusantara Power sejak tahun 2022.
Direktur Utama PLN Nusantara Power, Ruly Firmansyah, menjelaskan arah perusahaan pun saat ini berfokus pada pengembangan energi ramah lingkungan.
![PLTS Terapung Cirata [Antara]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2023/11/09/58082-plts-terapung-cirata.jpg)
"PLTS Terapung Karangkates merupakan langkah strategis PLN Nusantara Power Group dalam memperkuat portofolio energi baru terbarukan di Indonesia. Kami memandang proyek ini bukan sekadar pembangunan pembangkit, melainkan simbol kolaborasi, optimalisasi aset nasional, dan upaya bersama untuk mewujudkan masa depan energi yang lebih hijau dan efisien," ujar Ruly lewat keterangannya pada Rabu (11/3/2026).
Proyek ini telah memasuki fase konstruksi setelah melewati tahap perencanaan dan studi kelayakan pada 2021–2022, yang ditandai dengan Soft Launching Ceremony pada 10 Februari 2026.
Izin KKPR PV Plant, AMDAL, dan KKPR SF telah rampung, sementara izin PPKH, IPSDA, serta komponen LUA/RAUA ditargetkan selesai pada Maret 2026. Penataan Keramba Jaring Apung (KJA) juga telah tuntas pada 31 Januari 2026.
Dari sisi teknis, persetujuan desain masih diproses. Untuk pengadaan, material floater kapasitas 5 MW sudah berada di lokasi, bersamaan dengan proses fabrikasi modul PV, inverter, serta floater tambahan.
Sekretaris Perusahaan PLN Nusantara Renewables, Ndaru Tri Hatmoko, menjelaskan bahwa PLTS Terapung Karangkates diproyeksikan mampu memasok listrik untuk sekitar 100.000 rumah tangga.
Baca Juga: Ishizuka Maspion Resmi Operasikan PLTS Atap di Surabaya
"Serta menurunkan emisi karbon hingga 181.700 ton CO2 per tahun', kata Ndaru.
Di samping itu, Proyek PLTS Terapung Karangkates diproyeksikan menyerap sekitar 600 tenaga kerja, mendorong investasi internasional, dan meningkatkan potensi wisata di Kabupaten Malang. Pembangkit ini akan menggunakan area waduk seluas 71 hektare, atau setara dengan 5,3 persen dari total luas Waduk Karangkates.