Purbaya Ungkap Ekonomi Masyarakat Makin Kuat Jelang Lebaran 2026, Ini Buktinya

Dicky Prastya Suara.Com
Kamis, 12 Maret 2026 | 07:30 WIB
Purbaya Ungkap Ekonomi Masyarakat Makin Kuat Jelang Lebaran 2026, Ini Buktinya
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (11/3/2026). [Screenshot YouTube Kemenkeu]
Baca 10 detik
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan aktivitas ekonomi Indonesia menguat sejak Q4 2025 berlanjut ke 2026.
  • MSI Februari 2026 mencapai 360,7 didorong konsumsi dan mobilitas, menunjukkan daya beli membaik signifikan.
  • Penjualan ritel tumbuh 6,9% yoy dan PMI Manufaktur mencapai 53,8% menunjukkan konsumsi rumah tangga solid.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan aktivitas ekonomi maupun optimisme masyarakat Indonesia makin kuat di awal tahun 2026. Tren positif pertumbuhan ekonomi ini dianggapnya berlanjut sejak triwulan IV (Q4) 2025 lalu.

"Indikator sektor riil menunjukkan aktivitas ekonomi berbalik menguat  awal triwulan empat 2025 dan berlanjut pada tahun 2026. Ini memperkuat akunivisi masyarakat serta menopang pertumbuhan ekonomi," katanya saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Bukti pertama, Purbaya menjabarkan Mandiri Spending Index (MSI) yang memperlihatkan belanja masyarakat jelang Ramadan mencapai 360,7 per Februari 2026. Kenaikan ini didorong konsumsi consumer goods, pendidikan, hingga mobilitas.

"Jadi memang dari sini daya beli masyarakat sepertinya terus membaik dan menguat," lanjutnya.

Kedua, penjualan ritel tumbuh positif mencapai 6,9 persen secara year on year (yoy). Begitu pula indeks keyakinan konsumen (IKK) bertahan di level 125,2 persen.

"Ini menunjukkan konsumsi rumah tangga tetap solid dan ekspektasi masyarakat tetap optimis," imbuhnya.

Ketiga, kinerja industri otomotif melanjutkan tren positif di Februari 2026. Penjualan mobil meningkat 12,2 persen yoy, sedangkan penjualan motor naik 1 persen.

Keempat, sektor manufaktur juga disebut makin kuat. Purchasing Managers' Index atau PMI Manufaktur mencapai 53,8 persen di Februari 2026, yang disebutnya tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini didorong akselerasi permintaan domestik dan pulihnya permintaan ekspor.

"Jadi memang ada perbaikan yang nyata di ekonomi. Ekonomi sedang mengalami masa ekspansi dalam posisi yang kuat kalau kita harus menghadapi gejolak negatif atau dampak negatif dari gejolak perekonomian global. Jadi teman-teman enggak usah takut, kita bisa mengendalikan dampak negatif dengan baik ke depan. Kenapa? Karena posisi kita sekarang dari posisi yang kuat," pungkasnya.

Baca Juga: Alarm Merah Timur Tengah: Mengapa Perang Iran-AS Bisa Ancam Dapur WNI Susah Ngebul?

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Seberapa Sehat Jam Tidurmu Selama Bulan Puasa?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI