Atasi Darurat Sampah, Pemerintah Kejar Setoran 14 Proyek Waste to Energy

Mohammad Fadil Djailani, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 12 Maret 2026 | 13:23 WIB
Atasi Darurat Sampah, Pemerintah Kejar Setoran 14 Proyek Waste to Energy
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas). Foto Fakhri-Suara.com
baca 10 detik
  • Pemerintah bangun 14 proyek waste to energy untuk atasi darurat sampah nasional.
  • Proyek tahap satu di 4 kota groundbreaking Juni 2026, rampung bertahap mulai 2027.
  • Kolaborasi dengan BRIN dan ITB perkuat teknologi pengolahan sampah dalam negeri.

Suara.com - Pemerintah tancap gas menggarap infrastruktur pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Tak tanggung-tanggung, 14 proyek Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Waste to Energy (WtE) disiapkan untuk mengonversi tumpukan sampah menjadi energi bernilai tambah, demi mengatasi status 'darurat sampah' nasional.

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), menegaskan bahwa langkah ini merupakan strategi ganda: membersihkan lingkungan sekaligus memperkuat ketahanan energi lokal. Menurutnya, skema Pembangkit Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) ini akan dilakukan secara bertahap dengan target operasional yang ketat.

"Kita sudah masuk kategori darurat sampah. Hari ini, sudah ada empat proyek waste to energy yang masuk tahap kontrak, yakni Denpasar Raya, Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Yogyakarta. Juni mendatang insyaallah groundbreaking," ujar Zulhas usai memimpin Rakor di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Zulhas memaparkan, setelah fase pertama berjalan, pemerintah segera menggeber tahap kedua di 10 lokasi strategis, mulai dari Lampung, Medan, Semarang, Surabaya, Tangerang, Serang, hingga penambahan tiga titik di Jakarta.

Dari kacamata ekonomi, proyek-proyek ini diproyeksikan menjadi magnet investasi baru di sektor energi terbarukan. Selain mengurangi beban biaya pengelolaan sampah di TPA yang kian membengkak, hilirisasi sampah menjadi listrik diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja teknis dan mendorong kemandirian energi di daerah.

Demi menekan ketergantungan pada teknologi impor, pemerintah turut menggandeng BRIN dan perguruan tinggi teknik seperti ITB. Kolaborasi ini bertujuan menciptakan alat pengolahan sampah buatan dalam negeri yang lebih efisien secara biaya (cost-effective).

"Kita kerja sama dengan kampus-kampus yang ada jurusan insinyur untuk membuat alat pengolahan sampah ini. Targetnya, akhir 2027 ada yang sudah jalan, dan pada pertengahan hingga akhir 2028, 14 proyek ini diharapkan sudah rampung semua," jelas Zulhas.

Tak hanya mengandalkan proyek skala raksasa, Zulhas juga mendorong penyelesaian sampah di tingkat hulu seperti pasar, perkantoran, dan permukiman guna mengurangi beban volume masuk ke PSEL, sehingga efisiensi operasional tetap terjaga.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Presiden Prabowo: Krisis Global Dorong Indonesia Percepat Swasembada Energi

Presiden Prabowo: Krisis Global Dorong Indonesia Percepat Swasembada Energi

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 13:00 WIB

Sampah Bantargebang Memakan Korban: Jangan Sampai Kita Jadi 'Target' Berikutnya Gara-Gara Plastik

Sampah Bantargebang Memakan Korban: Jangan Sampai Kita Jadi 'Target' Berikutnya Gara-Gara Plastik

Your Say | Kamis, 12 Maret 2026 | 12:57 WIB

Anggota Komisi XII DPR Desak Reformasi Pengelolaan Sampah Usai Tragedi Longsor di Bantar Gebang

Anggota Komisi XII DPR Desak Reformasi Pengelolaan Sampah Usai Tragedi Longsor di Bantar Gebang

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 10:01 WIB

Terkini

Susu Bubuk Ada Bintik Hitam, Apakah Berbahaya? Ini Penjelasan Pakar Teknologi Pangan

Susu Bubuk Ada Bintik Hitam, Apakah Berbahaya? Ini Penjelasan Pakar Teknologi Pangan

Health | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:23 WIB

Geledah dan Segel Kantor PT IPPS Jakarta, Kejagung Sita HP Berisi Chat Korupsi Rp2 Triliun!

Geledah dan Segel Kantor PT IPPS Jakarta, Kejagung Sita HP Berisi Chat Korupsi Rp2 Triliun!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:21 WIB

5 HP Android dengan Kamera Bagus untuk Kamu yang Mau Mulai Ngonten

5 HP Android dengan Kamera Bagus untuk Kamu yang Mau Mulai Ngonten

Your Say | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:20 WIB

Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan

Desain Final Stadion Kendal Tornado FC Dirilis, Pembangunan Dimulai Tahun Depan

Jawa Tengah | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:19 WIB

Jelajah Rasa Sambil Menikmati Pemandangan Jakarta di Langit Nusantara

Jelajah Rasa Sambil Menikmati Pemandangan Jakarta di Langit Nusantara

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:16 WIB

Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

Acara Anti-Hoaks Berujung Bumerang, Raffi Ahmad Dituding Lakukan Pencitraan Lewat Massa Settingan

Entertainment | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:14 WIB

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Duduk Perkara Empat Siswi SMA di Muba Diminta Lepas Seragam oleh Wakil Kepala Sekolah

Sumsel | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:11 WIB

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Jangan Takut Meniru! CEO BlokBojonegoro Ungkap Strategi Media Lokal untuk Berkembang

Video | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 20:00 WIB

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Perkuat Layanan Kanker, Pemprov DKI Resmikan Pusat Onkologi

Foto | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:57 WIB

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

MA Putuskan Suket SMA Tidak Sah, PDIP Kembali Layangkan Desakan Gibran Mundur!

News | Jum'at, 30 Oktober 2026 | 19:55 WIB

×