- IHSG ditutup melemah 0,37 persen pada Kamis, 13 Maret 2026, dipicu lonjakan harga minyak mentah global.
- Kenaikan harga minyak dipicu ketegangan geopolitik Timur Tengah, mengancam inflasi dan defisit APBN.
- Pasar global mayoritas melemah; WTI di atas USD 92 dan Brent di atas USD 97 per barel.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup meloyo lagi pada perdagangan Kamis, 13 Maret 2026. Tekanan pasar dipicu lonjakan harga minyak mentah di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.
Berdasarkan riset Phintraco Sekuritas, IHSG ditutup turun 0,37 persen ke level 7.362. Sepanjang perdagangan, indeks sempat bergerak fluktuatif sebelum akhirnya berakhir di zona merah.
"Kenaikan harga minyak mentah kembali menjadi faktor negatif (12/3)," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.
Sentimen negatif datang dari konflik yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Iran yang memicu penguatan harga minyak dunia. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap potensi inflasi serta dampaknya terhadap perekonomian global.
Dari sisi sektoral, sektor cyclical mencatatkan koreksi terbesar, sementara sektor transportasi menjadi sektor dengan penguatan paling tinggi pada perdagangan hari ini.
Lonjakan harga minyak mentah juga meningkatkan kecemasan terhadap potensi pelebaran defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta risiko defisit pada neraca perdagangan sektor migas.
Di pasar global, mayoritas indeks saham di kawasan Asia juga ditutup melemah pada perdagangan Kamis (12/3). Sementara itu, harga minyak dunia terus mengalami penguatan.
Hingga sore hari ini, harga minyak West Texas Intermediate (WTI) berada di atas level 92 dolar AS per barel, sedangkan minyak Brent diperdagangkan di atas 97 dolar AS per barel. Di saat yang sama, nilai tukar rupiah tercatat melemah ke level Rp16.885 per dolar AS.
![Pekerja mengamati layar yang menampilkan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (16/4/2024). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2024/04/16/61792-ihsg-indeks-harga-saham-gabungan-bursa-efek-ilustrasi-bursa-ilustrasi-ihsg.jpg)
Kenaikan harga minyak juga dipicu laporan serangan terhadap sejumlah kapal tanker di kawasan Timur Tengah. Insiden tersebut semakin memperburuk kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi global.
Baca Juga: Pasar Global Berdarah, Bursa Saham Israel Justru Menguat Sendirian
Laporan tersebut muncul tidak lama setelah Badan Energi Internasional (IEA) mengumumkan pelepasan cadangan minyak mentah dalam skala terbesar sepanjang sejarahnya.
Namun, hingga saat ini belum terlihat tanda-tanda meredanya konflik di kawasan Teluk Persia. Ketidakpastian mengenai keamanan jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz juga membuat harga minyak tetap berada pada level tinggi.
Phintraco Sekuritas menilai tingginya ketidakpastian terkait konflik ini berpotensi meningkatkan tekanan inflasi sekaligus memperlambat pertumbuhan ekonomi global.
Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih akan bergerak terbatas dalam waktu dekat, terutama menjelang periode libur panjang.
Trafik Perdagangan
Pada perdagangan hari ini, sebanyak 24,66 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 13,35 triliun, serta frekuensi sebanyak 1,56 juta kali.