Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.685.000
Beli Rp2.530.000
IHSG 5.886,032
LQ45 586,842
Srikehati 288,489
JII 347,233
USD/IDR 17.977

Kawasan Ekonomi Khusus Telah Serap Investasi Rp 336 Triliun dan 249 Ribu Tenaga Kerja

Dicky Prastya

Jum'at, 13 Maret 2026 | 07:46 WIB
Kawasan Ekonomi Khusus Telah Serap Investasi Rp 336 Triliun dan 249 Ribu Tenaga Kerja
Ilustrasi pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Palu. [Ist]
  • Hingga 2025, total investasi KEK telah mencapai Rp336 triliun, menyerap 249 ribu orang tenaga kerja.
  • Realisasi investasi 25 KEK di 2025 mencapai Rp82,6 triliun, setara 98 persen dari target ditetapkan.
  • Wilayah KEK menarik investasi 77% lebih tinggi dan menciptakan lapangan kerja 4% lebih banyak dibanding non-KEK.

Suara.com - Pemerintah melaporkan kalau Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) sudah menyerap investasi Rp 336 triliun hingga tahun 2025. Sejak dibentuk tahun 2012, KEK juga mampu menyerap tenaga kerja 249 ribu orang.

Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang bercerita kalau dari total 25 KEK yang sudah ada, realisasi investasi di lokasi ini mencapai Rp 82,6 triliun untuk tahun 2025.

Angka ini setara dengan 98 persen dari target yang telah ditetapkan. Sedangkan untuk penyerapan tenaga kerja, 25 KEK telah menampung 88.591 orang sepanjang tahun 2025.

"Capaian ini menunjukkan bahwa KEK ini terus berkembang sebagai salah satu instrumen penting dalam mendorong peningkatan investasi dan juga menciptakan lapangan kerja di tanah air," katanya dalam Media Gathering yang digelar di Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Mengutip riset LPEM FEB UI dan Prospera, Edwin menjelaskan kalau wilayah atau daerah yang memiliki KEK mampu menarik investasi lebih tinggi hingga 77 persen dibanding wilayah non KEK.

"Sebagai ilustrasinya, bila di suatu wilayah tanpa KEK ini mampu menarik investasi sebesar Rp 10 triliun rupiah, maka wilayah dengan KEK ini mampu menarik investasi sekitar Rp 17-18 triliun. Jadi dibandingkan dengan yang non KEK ini bisa lebih 77 persen," papar dia.

Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang saat Media Gathering di Jakarta, Kamis (12/3/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK Rizal Edwin Manansang saat Media Gathering di Jakarta, Kamis (12/3/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]

Selain itu, wilayah atau daerah yang memiliki KEK juga mampu menciptakan lapangan kerja 4 persen lebih banyak dibandingkan wilayah non KEK, serta menyerap tenaga kerja langsung 52 persen lebih besar dari proyek-proyek investasi yang ada di wilayah yang tak memiliki KEK.

"Apabila dalam proyek investasi di suatu wilayah yang tidak memiliki KEK ini bisa menyerap sekitar 10 ribu pekerja, maka di wilayah dengan KEK jumlah terlibat ini bisa mencapai sekitar 15 ribu orang," imbuhnya.

Lebih lanjut Edwin menyebut, KEK diproyeksikan sebagai salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029.

"KEK tidak hanya berfungsi sebagai kawasan industri, tapi juga sebagai pusat investasi dan juga inovasi yang mendorong hilirisasi sumber daya alam, memperkuat daya saing ekspor, serta menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di berbagai daerah," jelasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Mulai Bangkitkan Bisnis UMKM Pascabanjir Aceh

Pemerintah Mulai Bangkitkan Bisnis UMKM Pascabanjir Aceh

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 19:50 WIB

Purbaya Curhat Dimaki Warga TikTok Imbas Rupiah Anjlok

Purbaya Curhat Dimaki Warga TikTok Imbas Rupiah Anjlok

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 17:52 WIB

Harga Energi Global Terus Dipantau, Pemerintah Siapkan Langkah Mitigasi APBN Tetap Terkendali

Harga Energi Global Terus Dipantau, Pemerintah Siapkan Langkah Mitigasi APBN Tetap Terkendali

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 12:22 WIB

Pakar Militer: Perang Modern Bukan Sekadar Senjata Canggih, Ini Rahasia Ketangguhan Iran Hadapi AS

Pakar Militer: Perang Modern Bukan Sekadar Senjata Canggih, Ini Rahasia Ketangguhan Iran Hadapi AS

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 12:03 WIB

Dapat THR Sebaiknya Investasi Apa? Ini 4 Pilihan yang Cocok

Dapat THR Sebaiknya Investasi Apa? Ini 4 Pilihan yang Cocok

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 11:42 WIB

LPDB Koperasi Dorong Generasi Muda Kembangkan Ekonomi Melalui Koperasi Modern

LPDB Koperasi Dorong Generasi Muda Kembangkan Ekonomi Melalui Koperasi Modern

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 11:30 WIB

Terkini

Meski Makin Melek Keuangan, Gen Z Masih Terjebak FOMO

Meski Makin Melek Keuangan, Gen Z Masih Terjebak FOMO

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:30 WIB

Saham Perbankan Masih Jadi Rekomendasi Beli, BBCA Paling Aman

Saham Perbankan Masih Jadi Rekomendasi Beli, BBCA Paling Aman

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:26 WIB

Ratusan Mahasiswa RI Kuliah Gratis di Rusia, Ini Jurusan yang Paling Diburu

Ratusan Mahasiswa RI Kuliah Gratis di Rusia, Ini Jurusan yang Paling Diburu

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 08:06 WIB

Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank Mandiri Resmi Masuk Sistem Pembayaran China CIPS

Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank Mandiri Resmi Masuk Sistem Pembayaran China CIPS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:44 WIB

Kabar Baik untuk Eksportir, BI dan China Perluas Transaksi Rupiah - Yuan Tanpa Dolar AS

Kabar Baik untuk Eksportir, BI dan China Perluas Transaksi Rupiah - Yuan Tanpa Dolar AS

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 07:22 WIB

KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah

KWP Bareng BNI Salurkan 2000 Paket Alat Sekolah di Tiga Daerah

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 00:27 WIB

Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional

Indonesia Gandeng Uni Emirat Arab Ajak Investasi Ketahanan Pangan Nasional

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:30 WIB

Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T

Airlangga Klaim Investasi Sektor Hilirisasi Terus Berkembang, Realisasi Tembus Rp 498,79 T

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:19 WIB

Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen

Purbaya dan DPR Sepakati KEM-PPKF 2027: Defisit APBN 2,4 Persen, Pertumbuhan Ekonomi 6,5 Persen

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:06 WIB

Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax

Target Penerimaan Negara Naik di 2027, Purbaya Bakal Andalkan Coretax

Bisnis | Kamis, 11 Juni 2026 | 20:03 WIB