Minyak Dunia Tembus USD 120, APBN 2026 Terancam Jebol? Cek Faktanya

Mohammad Fadil Djailani

Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:31 WIB
Minyak Dunia Tembus USD 120, APBN 2026 Terancam Jebol? Cek Faktanya
Harga minyak dunia tembus 118 dolar AS per barrel. Akankah harga BBM ikut melonjak? [Suara.com/Rochmat]
baca 10 detik
  • Minyak USD 120/barel tekan APBN; defisit diproyeksi naik ke 2,88% PDB, masih di ambang aman.
  • Kenaikan ICP tiap USD 1 per barel berisiko memperlebar defisit anggaran hingga Rp 6,8 triliun.
  • Pemerintah disarankan pangkas belanja dinas dan benahi subsidi energi salah sasaran Rp 133,5 T.

Suara.com - Eskalasi konflik antara Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran benar-benar membuat pasar energi global gemetar. Harga minyak mentah dunia dilaporkan melonjak tajam hingga menyentuh level USD 120 per barel pada Senin (9/3). Kondisi ini sontak memicu kekhawatiran atas nasib fiskal Indonesia.

Pasalnya, dalam APBN 2026, Pemerintah mematok asumsi harga minyak mentah Indonesia (Indonesian Crude Price/ICP) jauh di bawah angka tersebut, yakni hanya USD 70 per barel. Lonjakan harga ini jelas mempersempit ruang fiskal akibat membengkaknya beban subsidi.

Meski situasi genting, riset terbaru Next Indonesia Center bertajuk "Harga Minyak dan Batas Ketahanan APBN" memberikan angin segar. Mereka memprediksi APBN masih memiliki daya tahan jika merujuk pada pola krisis Rusia-Ukraina tahun 2022.

"Setiap kenaikan ICP sebesar USD 1 per barel akan menambah belanja negara sebesar Rp 10,3 triliun, namun hanya menambah penerimaan Rp 3,5 triliun. Artinya, ada pelebaran defisit sekitar Rp 6,8 triliun setiap kenaikan satu dolar," tulis riset tersebut.

Berdasarkan simulasi, jika harga minyak bertahan tinggi selama enam bulan ke depan (naik sekitar 21,66 persen menjadi rata-rata USD 85,2 per barel), maka defisit APBN diperkirakan membengkak menjadi Rp 740,7 triliun atau setara 2,88 persen PDB.

"Selama kenaikan rata-rata tidak lebih dari 35 persen, defisit masih di bawah batas aman 3 persen PDB sesuai UU Keuangan Negara," ujar Direktur Eksekutif Next Indonesia Center, Christiantoko, Jumat (13/3).

Agar kantong negara tidak jebol, Next Indonesia Center menyarankan dua langkah darurat pertama, pemerintah diminta memangkas pos non-pelayanan publik seperti perjalanan dinas dan rapat-rapat yang kurang krusial. Kedua, benahi penyaluran subsidi energi karena berdasarkan data Susenas 2025 penyaluran subsidi elpiji dan BBM masih salah sasaran dengan total potensi pemborosan mencapai Rp 133,5 triliun.

"Orang kaya justru menikmati manfaat lebih besar. Perbaikan sasaran subsidi adalah kunci menjaga ketahanan anggaran," tegas Christiantoko.

baca juga
Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Termasuk Indonesia, 8 Negara Sebut Israel Langgar Hukum Internasional karena Blokade Al Aqsa

Termasuk Indonesia, 8 Negara Sebut Israel Langgar Hukum Internasional karena Blokade Al Aqsa

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:29 WIB

Pertempuran Udara: Iran Tembak Jatuh Pesawat Tanker AS di Langit Irak

Pertempuran Udara: Iran Tembak Jatuh Pesawat Tanker AS di Langit Irak

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:26 WIB

AS Akui Tentaranya Tak Berdaya Kawal Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

AS Akui Tentaranya Tak Berdaya Kawal Kapal Tanker Lewati Selat Hormuz

News | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:08 WIB

Terkini

Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar

Mobil Listrik Harga Rp100 Jutaan Ada di GIIAS Makassar

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:15 WIB

Review The Mongoose: Ketika Veteran Tangguh Menghadapi Fitnah dan Maut!

Review The Mongoose: Ketika Veteran Tangguh Menghadapi Fitnah dan Maut!

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

Dihadiri Titiek Soeharto, Momen Prabowo Pimpin Siswa SD Gaungkan Sumpah Pemuda di Perpustakaan

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:00 WIB

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

Sopir Angkot Kritik Prabowo: MBG Buang-buang Makanan, BPJS Bikin Warga Gagal Berobat!

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:55 WIB

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

4 Shio Paling Beruntung 29 Oktober 2026: Bisnis Lancar dan Finansial Aman

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:51 WIB

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

PPP: Anak Muda Harus Jadi Pemimpin Masa Depan, Bukan Cuma Objek Politik 2029

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:43 WIB

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

IPO Anthropic Sita Perhatian Wall Street, Target Valuasi Tembus Rp36 Kuadriliun

Bisnis | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:39 WIB

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

Demo Sumpah Pemuda di Malioboro Ricuh, Terduga Provokator Bawa Sajam dan Mabuk Miras Ditangkap

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:37 WIB

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

Pakar Hukum Soroti Ferry Yanto: Disebut Pemeras Tan Kian, Kenapa Dilindungi LPSK?

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:34 WIB

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Gubernur Sulsel: Sekolah Rakyat Buka Jalan Menuju Generasi Emas 2045

Sulsel | Kamis, 29 Oktober 2026 | 06:31 WIB

×