Termasuk Indonesia, 8 Negara Sebut Israel Langgar Hukum Internasional karena Blokade Al Aqsa

Arif Budi

Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:29 WIB
Termasuk Indonesia, 8 Negara Sebut Israel Langgar Hukum Internasional karena Blokade Al Aqsa
Masjid Al Aqsa. (Shutterstock)
baca 10 detik
  • Menteri delapan negara Muslim mengecam penutupan Masjid Al-Aqsa oleh Israel, melanggar hukum internasional selama Ramadan.
  • Pernyataan bersama menegaskan Israel tidak berdaulat atas Yerusalem Timur dan menggarisbawahi yurisdiksi Wakaf Yordania.
  • Mereka menuntut Israel segera menghentikan pembatasan akses dan komunitas internasional menekan penghentian pelanggaran tersebut.

Suara.com - Para Menteri Luar Negeri dari delapan negara mayoritas Muslim mengecam langkah Israel yang terus menutup gerbang kompleks Masjid Al-Aqsa atau Al-Haram Al-Sharif bagi jamaah Muslim, khususnya selama bulan suci Ramadan.

Negara-negara yang menyampaikan kecaman tersebut adalah Turkiye, Mesir, Yordania, Indonesia, Pakistan, Qatar, Arab Saudi, dan United Arab Emirates.

Dalam pernyataan bersama yang dikutip dari situs resmi Kementerian Luar Negeri Uni Emirat Arab, para menteri menilai kebijakan tersebut melanggar hukum internasional serta membatasi kebebasan beribadah di kawasan suci Jerusalem.

"Pembatasan keamanan terhadap akses ke Kota Tua Yerusalem dan tempat-tempat ibadah di dalamnya, disertai pembatasan akses yang diskriminatif dan sewenang-wenang terhadap tempat-tempat ibadah lainnya di Kota Tua, merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap hukum internasional," ujar para menteri dalam pernyataan bersama dikutip dari mofa.gov.ae.

Mereka menilai penutupan Masjid Al Aqsa juga melanggar hukum humaniter internasional, termasuk status historis dan hukum yang berlaku atas kawasan tersebut, serta bertentangan dengan prinsip akses bebas menuju tempat-tempat ibadah.

Dalam pernyataan tersebut, para menteri menegaskan penolakan keras terhadap tindakan yang dinilai ilegal dan tidak dapat dibenarkan itu.

Mereka juga mengecam berbagai tindakan provokatif Israel yang terus terjadi di kompleks Masjid Al Aqsa maupun terhadap jamaah yang hendak beribadah.

Para menteri menekankan bahwa Israel tidak memiliki kedaulatan atas Yerusalem Timur yang diduduki maupun atas situs-situs suci Islam dan Kristen di wilayah tersebut.

Mereka juga menegaskan kembali bahwa seluruh kawasan Masjid Al Aqsa yang memiliki luas sekitar 144 dunam merupakan tempat ibadah yang secara eksklusif diperuntukkan bagi umat Islam.

baca juga

Selain itu, para menteri menegaskan bahwa Departemen Wakaf Yerusalem serta Urusan Masjid Al Aqsa yang berada di bawah Kementerian Wakaf dan Urusan Islam Yordania memiliki yurisdiksi hukum penuh dalam mengelola kompleks tersebut serta mengatur akses masuk ke dalamnya.

"Israel sebagai kekuatan pendudukan, untuk segera menghentikan penutupan gerbang Masjid Al Aqsa, mencabut pembatasan akses ke Kota Tua Yerusalem, serta tidak menghalangi jamaah Muslim untuk memasuki masjid tersebut," kata para menteri.

Mereka juga menyerukan komunitas internasional untuk mengambil langkah tegas guna menekan Israel agar menghentikan berbagai pelanggaran yang masih berlangsung terhadap situs-situs suci di Yerusalem, baik milik umat Islam maupun Kristen.

Sebelumnya, pasukan Israel dilaporkan menutup kompleks Masjid Al Aqsa selama 13 hari berturut-turut.

Kebijakan tersebut membuat warga Muslim Palestina tidak dapat memasuki kawasan suci itu untuk beribadah.

Pihak Israel menyatakan penutupan dilakukan dengan alasan keamanan yang berkaitan dengan konflik dengan Iran.

Namun, penutupan kompleks Masjid Al Aqsa selama sepuluh hari terakhir Ramadan dinilai sebagai preseden berbahaya.

Situasi ini disebut sebagai pertama kalinya sejak pendudukan Yerusalem pada 1967, umat Islam dilarang melaksanakan salat Tarawih maupun iktikaf di dalam kompleks Masjid Al Aqsa.

Pemerintah Provinsi Yerusalem juga memperingatkan adanya eskalasi hasutan berbahaya yang dipimpin kelompok ekstremis Temple Mount movement terhadap Masjid Al Aqsa di tengah penutupan yang masih berlangsung.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Alasan Shayne Pattynama Jadi Brand Ambassador Kelme

Alasan Shayne Pattynama Jadi Brand Ambassador Kelme

Bola | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:20 WIB

Citi Indonesia Berikan Kunci Rahasa Wanita yang Sukses Berkarier

Citi Indonesia Berikan Kunci Rahasa Wanita yang Sukses Berkarier

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:17 WIB

Makna Selebrasi Tepuk Dada Alwi Farhan Usai Comeback Epik di Swiss Open

Makna Selebrasi Tepuk Dada Alwi Farhan Usai Comeback Epik di Swiss Open

Sport | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:11 WIB

Ini Lokasi Membeli Jersey Timnas Indonesia Buatan Kelme

Ini Lokasi Membeli Jersey Timnas Indonesia Buatan Kelme

Bola | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:07 WIB

Erick Thohir: Jersey Terbaru Timnas Indonesia Tak Ramai

Erick Thohir: Jersey Terbaru Timnas Indonesia Tak Ramai

Bola | Jum'at, 13 Maret 2026 | 13:00 WIB

Terkini

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

Kecelakaan Maut Bus Penumpang Tabrak Truk Berat: 10 Orang Tewas dan 24 Luka

News | Minggu, 01 November 2026 | 23:00 WIB

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Pura-pura Ban Motor Bocor, Pria di Bandar Lampung Diduga Bunuh Sepupunya

Lampung | Minggu, 01 November 2026 | 22:48 WIB

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Viral Pasien Lansia Terlantar di Teras Puskesmas Bantarujeg, Ini Kronologinya

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:44 WIB

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Truk Molen Tabrak 12 Orang di Halte Bekasi, Enam Tewas dan Kelayakan Kendaraan Disorot

Jakarta | Minggu, 01 November 2026 | 22:31 WIB

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Rumor MSCI Downgrade IHSG Panaskan Hubungan RI-Singapura

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:20 WIB

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Target Harga Saham BBCA di Tengah Koreksi Ekstrem

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:11 WIB

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Kepung Lokasi Balap Liar KM 77 Cipali, Polsek Campaka Amankan 35 Remaja dan 24 Motor

Jabar | Minggu, 01 November 2026 | 22:08 WIB

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Patuhi Danantara, PTBA Resmi Bubarkan Anak Usaha

Bisnis | Minggu, 01 November 2026 | 22:05 WIB

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

Aparat Bersenjata Geledah Ponpes Putri saat Santri Tidur, Komnas HAM Turun Tangan

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

Waspada! Ada Dokter Gadungan Rawat 169 Pasien Kanker, Ngaku Tak Bersalah dan Siapkan Vaksin Kanker

News | Minggu, 01 November 2026 | 22:00 WIB

×