Rupiah Kian Terjepit, Ancaman Level Rp17.000 Mulai Menghantui

Mohammad Fadil Djailani, Rina Anggraeni

Jum'at, 13 Maret 2026 | 16:38 WIB
Rupiah Kian Terjepit, Ancaman Level Rp17.000 Mulai Menghantui
Pergerakan nilai tukar rupiah belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan pada penutupan perdagangan hari Jumat (13/3/2026). Foto Antara.
baca 10 detik
  • Rupiah melemah ke Rp16.958, dekati level psikologis Rp17.000 per dolar AS.
  • Konflik Iran picu lonjakan harga minyak dan perkuat sentimen risk-off global.
  • Seluruh mata uang Asia kompak memerah; dolar Taiwan pimpin pelemahan regional.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah belum menunjukkan tanda-tanda kebangkitan pada penutupan perdagangan hari ini. Mata uang Garuda justru kian terperosok dan mulai mendekati level psikologis baru di angka Rp17.000 per dolar Amerika Serikat (AS).

Mengutip data Bloomberg, Jumat (13/3/2026), rupiah parkir di level Rp16.958 per dolar AS. Posisi ini mencerminkan pelemahan sebesar 0,10 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya, Kamis (12/3/2026), yang berada di level Rp16.893.

Kondisi serupa tercermin pada kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia yang mematok posisi Rp16.934 per dolar AS.

Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong menyebutkan bahwa rontoknya rupiah sejalan dengan tren mata uang Asia lainnya. Meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah menjadi motor utama penguatan greenback.

"Rupiah dan semua mata uang regional serta utama dunia melemah terhadap dolar AS di tengah meningkatnya sentimen risk-off global yang kuat," ujar Lukman saat dihubungi, Jumat (13/3/2026).

Menurut Lukman, kekhawatiran seputar konflik di Iran memicu lonjakan harga minyak dunia. Imbasnya, investor memilih aset aman (safe haven), sehingga indeks dolar AS meroket ke level tertinggi sejak November 2025. "Rupiah akan terus tertekan selama sentimen ini masih bertahan," imbuhnya.

Nasib apes rupiah menular ke hampir seluruh mata uang di kawasan Asia. Sore ini, dolar Taiwan memimpin kejatuhan dengan koreksi 0,67 persen, disusul won Korea sebesar 0,58 persen, dan peso Filipina yang turun 0,57 persen.

Mata uang lainnya seperti baht Thailand (-0,51%), rupee India (-0,28%), ringgit Malaysia (-0,27%), serta yuan China (-0,26%) juga tak berdaya. Sementara dolar Singapura dan yen Jepang masing-masing melemah 0,18 persen dan 0,04 persen.

Di sisi lain, indeks dolar AS yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia terpantau perkasa di posisi 100,12, naik signifikan dibandingkan posisi kemarin di level 99,73.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Masih Tertekan, Dolar AS Mulai Naik ke Level Rp16.910

Rupiah Masih Tertekan, Dolar AS Mulai Naik ke Level Rp16.910

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:49 WIB

Purbaya Curhat Dimaki Warga TikTok Imbas Rupiah Anjlok

Purbaya Curhat Dimaki Warga TikTok Imbas Rupiah Anjlok

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 17:52 WIB

Rupiah Tak Bertenaga, Tergerus Sentimen Timur Tengah ke Level Rp16.893

Rupiah Tak Bertenaga, Tergerus Sentimen Timur Tengah ke Level Rp16.893

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 16:14 WIB

Terkini

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Dimulai Tak Lama Setelah Pelantikan Presiden

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Dimulai Tak Lama Setelah Pelantikan Presiden

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:40 WIB

Pangi Syarwi Sebut Penyadapan Prabowo sebagai Operasi Makar, Singgung Geng Solo

Pangi Syarwi Sebut Penyadapan Prabowo sebagai Operasi Makar, Singgung Geng Solo

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:28 WIB

Pria di Medan Ditemukan Tewas dalam Gorong-gorong, Diduga Hendak Curi Kabel

Pria di Medan Ditemukan Tewas dalam Gorong-gorong, Diduga Hendak Curi Kabel

Sumut | Selasa, 03 November 2026 | 22:27 WIB

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Polri Didesak Bongkar Dalang Penyadapan

Listyo Sigit Jadi Tersangka, Polri Didesak Bongkar Dalang Penyadapan

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:10 WIB

Prabowo hingga Menteri Diduga Disadap, Yusril Sebut Belum Ada Indikasi Makar

Prabowo hingga Menteri Diduga Disadap, Yusril Sebut Belum Ada Indikasi Makar

News | Selasa, 03 November 2026 | 22:04 WIB

Hasil Lengkap I League Cup: Persija Imbang, Persebaya dan Persijap Dipermalukan Tim Championship

Hasil Lengkap I League Cup: Persija Imbang, Persebaya dan Persijap Dipermalukan Tim Championship

Bola | Selasa, 03 November 2026 | 22:00 WIB

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bulog Pastikan 4,6 Juta Ton Cadangan Beras Pemerintah Terjaga Mutunya Jelang Akhir Tahun

Bisnis | Selasa, 03 November 2026 | 21:59 WIB

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

Resmi Tersangka, Jenderal Listyo Sigit Cs Diduga Sadap Telepon Prabowo Sejak 2025

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:55 WIB

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Berlangsung dari 2025

Yusril Ungkap Dugaan Penyadapan Prabowo Berlangsung dari 2025

Foto | Selasa, 03 November 2026 | 21:53 WIB

Jejak Penyadapan Listyo Sigit Cs, Ada Perintah Hapus File pada Oktober 2026

Jejak Penyadapan Listyo Sigit Cs, Ada Perintah Hapus File pada Oktober 2026

News | Selasa, 03 November 2026 | 21:50 WIB

×