Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.699.000
Beli Rp2.575.000
IHSG 6.172,340
LQ45 616,921
Srikehati 300,840
JII 375,650
USD/IDR 17.821

Rupiah Masih Tertekan, Dolar AS Mulai Naik ke Level Rp16.910

Dythia Novianty, Rina Anggraeni

Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:49 WIB
Rupiah Masih Tertekan, Dolar AS Mulai Naik ke Level Rp16.910
Petugas salah satu tempat penukaran mata uang asing menunjukkan uang rupiah dan dolar AS, Jakarta. [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Rupiah dibuka melemah 0,10 persen menjadi Rp16.910 per dolar AS pada Jumat, 13 Maret 2026.
  • Pelemahan rupiah dipicu kenaikan harga minyak serta pernyataan Iran tentang penutupan Selat Hormuz.
  • Mata uang Asia mayoritas melemah, meskipun baht Thailand justru menunjukkan penguatan terbesar di kawasan tersebut.

Suara.com - Pergerakan nilai tukar rupiah masih melanjutkan pelemahan pada pembukaan hari ini. Mata uang Garuda pun belum bisa bangkit dari keterpurukan.

Berdasarkan data Bloomberg, rupiah di pasar Jumat (13/3/2026) dibuka ke level Rp16.910 per dolar Amerika Serikat (AS). Mata uang Indonesia pun melemah 0,10 persen dibanding penutupan pada Kamis (12/3/2026) yang berada di level Rp16.893 per dolar AS.

Sedangkan, kurs Jisdor Bank Indonesia tercatat di Rp16.899 per dolar AS. Dalam hal ini, Analis Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan pelemahan rupiah disebabkan kenaikan harga minyak.

"Rupiah diperkirakan akan melemah terhadap dolar AS di tengah kembalinya sentimen risk-off dari kenaikan harga minyak," katanya saat dihubungi Suara.com.

Dia mengatakan mata uang garuda masih akan tertekan karena pernyataan Iran yang akan segera menutup selat Hormuz.

"Dolar AS menguat karena merespon pernyataan Khamenei yang mengatakan bahwa selat Hormuz masih akan tetap tertutup. Range rupiah 16.850-16.950," jelasnya.

Sementara itu, pergerakan mata uang Asia bervariasi dengan kecenderungan melemah. Di mana, dolar Taiwan menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam di Asia setelah anjlok 0,35 persen.

Berikutnya, ada peso Filipina yang ambles 0,15 persen dan ringgit Malaysia yang terkoreksi 0,06 persen Disusul, yuan China yang melemah 0,03 persen.

Sedangkan, baht Thailand menjadi mata uang dengan penguatan terbesar di Asia setelah terkerek 0,09 persen.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Tertekan Konflik Timur Tengah, Melemah Lawan Dolar AS

Rupiah Tertekan Konflik Timur Tengah, Melemah Lawan Dolar AS

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 16:10 WIB

Rupiah Terus Anjlok, BI: Masih Relatif Lebih Baik

Rupiah Terus Anjlok, BI: Masih Relatif Lebih Baik

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 11:11 WIB

Dolar AS Makin Ganas, Rupiah Masih Sakit ke Level Rp16.922

Dolar AS Makin Ganas, Rupiah Masih Sakit ke Level Rp16.922

Bisnis | Rabu, 04 Maret 2026 | 10:03 WIB

Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Level Rp16.872

Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Level Rp16.872

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 16:13 WIB

Intervensi BI Manjur, Rupiah Berhasil 'Rebound' Tipis ke Rp16.861

Intervensi BI Manjur, Rupiah Berhasil 'Rebound' Tipis ke Rp16.861

Bisnis | Selasa, 03 Maret 2026 | 09:28 WIB

Kena Sentimen Perang AS-Iran, Rupiah Ambruk ke Rp 16.868/USD

Kena Sentimen Perang AS-Iran, Rupiah Ambruk ke Rp 16.868/USD

Bisnis | Senin, 02 Maret 2026 | 16:08 WIB

Terkini

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Hadapi Industri yang Makin Kompleks, SIG Andalkan Kualitas SDM

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:53 WIB

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Indonesia Gandeng Kuwait Perkuat Kerja Sama Sektor Energi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:48 WIB

Kejar Dana ESG Global, Industri Perunggasan Mulai Jual Data Ilmiah demi Tarik Investor

Kejar Dana ESG Global, Industri Perunggasan Mulai Jual Data Ilmiah demi Tarik Investor

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:39 WIB

Tanggapi MSCI, Ini 8 Strategi Pemerintah Perkuat Pasar Saham RI

Tanggapi MSCI, Ini 8 Strategi Pemerintah Perkuat Pasar Saham RI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:37 WIB

Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Rupiah Menguat dan IHSG Rebound, Pelaku Usaha Nilai Kepercayaan Pasar ke RI Mulai Pulih

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:26 WIB

Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja

Minat PIP Naik Saat Ancaman PHK Membayangi, Ekonom Minta Pemerintah Fokus Selamatkan Lapangan Kerja

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 17:17 WIB

Purbaya Kantongi Restu dari Bank Sentral China, Panda Bond Segera Terbit

Purbaya Kantongi Restu dari Bank Sentral China, Panda Bond Segera Terbit

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:24 WIB

Oleh-oleh Purbaya dari China: Asian Infrastructure Investment Bank Segera Buka Kantor di RI

Oleh-oleh Purbaya dari China: Asian Infrastructure Investment Bank Segera Buka Kantor di RI

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:08 WIB

Kejati: Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Pulih Sepenuhnya, Perbankan Tidak Terafiliasi Dana Ilegal

Kejati: Kerugian Negara Rp1,4 Triliun Pulih Sepenuhnya, Perbankan Tidak Terafiliasi Dana Ilegal

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 16:06 WIB

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Masih Nyaman di Level Rp17.804

Rupiah Melemah Tipis, Dolar AS Masih Nyaman di Level Rp17.804

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 15:41 WIB