Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.835.000
Beli Rp2.707.000
IHSG 7.106,520
LQ45 686,739
Srikehati 332,564
JII 477,320
USD/IDR 17.222

Pemerintah Genjot Energi Alternatif dari Singkong, Tebu, Jagung, dan Sawit

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Jum'at, 13 Maret 2026 | 17:57 WIB
Pemerintah Genjot Energi Alternatif dari Singkong, Tebu, Jagung, dan Sawit
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas (tengah). [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
  • Presiden menginstruksikan percepatan swasembada energi dengan memanfaatkan komoditas pertanian seperti singkong, tebu, jagung, dan sawit.
  • Pemerintah akan mempercepat pengembangan singkong untuk diolah menjadi metanol sebagai sumber energi alternatif nasional.
  • Langkah lain meliputi pengalihan energi transportasi menuju listrik dan percepatan pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 100 Gigawatt.

Suara.com - Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya mempercepat langkah untuk pelaksanaan swasembada energi. Salah satu upaya yang disiapkan adalah meningkatkan produksi bahan bakar alternatif berbasis komoditas pertanian seperti singkong, tebu, jagung, hingga sawit.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan alias Zulhas usai rapat koordinasi terbatas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Jumat (13/3/2026).

Ia mengatakan percepatan swasembada energi menjadi prioritas pemerintah di tengah dinamika geopolitik global yang mempengaruhi ketahanan energi berbagai negara.

"Atas perintah Bapak Presiden, perlu percepatan swasembada energi," ujar Zulhas.

Pemprov Lampung akan membuat perda mengenai tataniaga singkong. [ANTARA]
Pemprov Lampung akan membuat perda mengenai tataniaga singkong. [ANTARA]

Menurut dia, pemerintah akan mempercepat pengembangan tanaman singkong yang nantinya akan diolah menjadi metanol sebagai salah satu sumber energi alternatif.

"Oleh karena itu, kita akan mempercepat pembangunan, perluasan, percepatan, dan perluasan singkong, tanaman singkong nanti akan dirubah menjadi metanol," ucapnya.

Selain singkong, pemerintah juga akan mempercepat pengembangan perkebunan sawit yang sebagian produksinya akan diarahkan untuk kebutuhan biofuel.

Zulhas menambahkan komoditas lain seperti tebu dan jagung juga akan dimanfaatkan sebagai bahan baku produksi etanol untuk mendukung program energi nasional.

"Kemudian percepatan pembangunan sawit yang akan sebagian untuk biofuel. Kemudian tebu dan jagung untuk etanol," kata dia.

Ia menjelaskan berbagai langkah tersebut merupakan bagian dari persiapan pemerintah dalam mempercepat kemandirian energi nasional.

"Secara bertahap, persiapan kita untuk mempercepat swasembada energi apalagi geopolitik seperti ini," ucapnya.

Selain mendorong produksi energi berbasis komoditas pertanian, pemerintah juga menyiapkan langkah lain untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, salah satunya dengan mendorong penggunaan kendaraan listrik.

"Dan juga akan merubah apa kita, motor-motor kita, dari bensin kemudian akan menjadi listrik," ungkap Zulhas.

Di sektor ketenagalistrikan, pemerintah juga akan mempercepat pembangunan pembangkit listrik kapasitas tinggi."Yang kedua energi juga, kita, listrik kita, akan dipercepat yang 100 Gigawatt," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Program Gentengisasi Prabowo Dimulai di Jatiwangi, Pemerintah Borong Genteng UMKM Senilai Rp3 Miliar

Program Gentengisasi Prabowo Dimulai di Jatiwangi, Pemerintah Borong Genteng UMKM Senilai Rp3 Miliar

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 09:22 WIB

Gegara Perang, Zulhas Klaim RI Kebanjiran Order Pupuk Urea dari Negara Lain

Gegara Perang, Zulhas Klaim RI Kebanjiran Order Pupuk Urea dari Negara Lain

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 19:34 WIB

Tak Dipotong Pajak! THR Prabowo-Gibran Cair, Segini Besarannya

Tak Dipotong Pajak! THR Prabowo-Gibran Cair, Segini Besarannya

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 13:14 WIB

Terkini

Detik-detik Evakuasi Tiga Korban Selamat Terjepit Gerbong KA di Bekasi Timur

Detik-detik Evakuasi Tiga Korban Selamat Terjepit Gerbong KA di Bekasi Timur

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:05 WIB

Emas Antam Naik Tipis Hari Ini, Harganya jadi Rp 2.815.000/Gram

Emas Antam Naik Tipis Hari Ini, Harganya jadi Rp 2.815.000/Gram

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 09:00 WIB

Buntut Debt Collector Bermasalah di Semarang, OJK Panggil Indosaku dan Ancam Sanksi Berat

Buntut Debt Collector Bermasalah di Semarang, OJK Panggil Indosaku dan Ancam Sanksi Berat

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:56 WIB

Riset UI: Pengguna Pindar AdaKami Melek Keuangan, Tapi Masih Rentan Terjebak Utang

Riset UI: Pengguna Pindar AdaKami Melek Keuangan, Tapi Masih Rentan Terjebak Utang

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:55 WIB

Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, Prabowo Intruksikan Ini

Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi, Prabowo Intruksikan Ini

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:36 WIB

Imbas Tabrakan Kereta Api, Operasional KRL Blue Line Hanya Sampai Stasiun Bekasi

Imbas Tabrakan Kereta Api, Operasional KRL Blue Line Hanya Sampai Stasiun Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:29 WIB

Bos Danantara Buka Suara Soal Kecelakaan Kereta di Bekasi

Bos Danantara Buka Suara Soal Kecelakaan Kereta di Bekasi

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:23 WIB

SIG Kantongi 5 Sertifikat Platinum Green Label, Bukti Dominasi Semen Hijau Nasional

SIG Kantongi 5 Sertifikat Platinum Green Label, Bukti Dominasi Semen Hijau Nasional

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:10 WIB

Bos KAI: 3 Orang Masih Terperangkap di Dalam Gerbong KRL

Bos KAI: 3 Orang Masih Terperangkap di Dalam Gerbong KRL

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:08 WIB

Rupiah Sentuh Rp17.211, Laba Bersih Emiten Mark Dynamic Meningkat

Rupiah Sentuh Rp17.211, Laba Bersih Emiten Mark Dynamic Meningkat

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:02 WIB