Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.196,430
LQ45 614,786
Srikehati 299,961
JII 371,907
USD/IDR 17.968

Gegara Perang, Zulhas Klaim RI Kebanjiran Order Pupuk Urea dari Negara Lain

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 12 Maret 2026 | 19:34 WIB
Gegara Perang, Zulhas Klaim RI Kebanjiran Order Pupuk Urea dari Negara Lain
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Konflik global antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel meningkatkan permintaan impor urea dari berbagai negara ke Indonesia.
  • Menteri Zulkifli Hasan menyatakan banyak negara meminta urea dari Indonesia dengan harga berapapun sejak Kamis (12/3/2026).
  • Peluang ekspor ini memungkinkan pabrik pupuk tua Indonesia dioptimalkan kembali sambil memprioritaskan kebutuhan domestik.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkapkan situasi konflik global, yakni perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel justru membuka peluang baru bagi industri pupuk nasional. Sejumlah negara disebut tengah berlomba mengimpor pupuk urea dari Indonesia.

Menurut Zulhas, meningkatnya ketegangan geopolitik membuat banyak negara membutuhkan pasokan pupuk dalam jumlah besar untuk menjaga produksi pangan mereka.

Ia mengatakan kondisi tersebut membuat Indonesia, sebagai salah satu produsen urea terbesar di dunia, memiliki posisi yang cukup strategis.

"Tapi gara-gara perang ini, itu hampir banyak negara itu menginginkan urea. Jadi banyak negara itu kemudian ingin impor urea banyak dari tempat kita," ujar Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Ilustrasi. Sejumlah pekerja melakukan pengantongan pupuk urea di gedung produksi dan pengantongan pupuk urea. (Foto: Antara/Rahmad)
Ilustrasi. Sejumlah pekerja melakukan pengantongan pupuk urea di gedung produksi dan pengantongan pupuk urea. (Foto: Antara/Rahmad)

Zulhas menjelaskan permintaan pupuk urea dari berbagai negara bahkan datang dengan nilai yang sangat tinggi.

"Nah kita diminta untuk ekspor banyak. Urea ke tempat, ke negara, banyak-banyak negara minta. At any cost, at any price dari urea," ucapnya.

Ia menilai kondisi ini menjadi peluang bagi industri pupuk nasional untuk kembali menggeliat, termasuk dengan mengoptimalkan kapasitas produksi yang ada.

Sejumlah pabrik pupuk yang sebelumnya direncanakan akan dihentikan operasinya karena faktor efisiensi bahkan kini kembali dimanfaatkan untuk memenuhi permintaan pasar global.

"Yang tadinya pabrik kita yang tua yang tadinya istilahnya kita pelan-pelan kita suntik mati kita mau ganti, sementara ini kita bisa produksi lagi," jelasnya.

baca juga

Menurut Zulhas, tingginya permintaan tersebut membuat produksi dari pabrik-pabrik lama tetap bisa dimanfaatkan karena harga pasar pupuk dunia saat ini cukup tinggi.

"Karena biaya dan harga berapa pun banyak negara yang meminta," jelasnya.

Ia mengatakan beberapa negara telah menunjukkan minat untuk mengimpor pupuk urea dari Indonesia, salah satunya Australia.

"Ya ada beberapa lah negara lah, ada Australia, ada mana, mana gitu banyak lah yang juga minta," imbuh Zulhas.

Meski peluang ekspor terbuka lebar, Zulhas menegaskan pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan pupuk untuk dalam negeri terlebih dahulu sebelum meningkatkan ekspor.

"Nggak, yang dimaksud ini kan kalau untuk domestik itu nggak ada DMO. Kewajiban kita harus penuhi domestik dulu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta Darurat Sampah

Jakarta Darurat Sampah

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 17:11 WIB

Zulhas Pastikan Stok Pangan Nasional Aman di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Zulhas Pastikan Stok Pangan Nasional Aman di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:53 WIB

Sah! Pemerintah Tarik Kewenangan Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Pusat

Sah! Pemerintah Tarik Kewenangan Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Pusat

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:12 WIB

Terkini

5 Rekomendasi Toko Sepeda Online Tepercaya di Indonesia, Koleksinya Lengkap

5 Rekomendasi Toko Sepeda Online Tepercaya di Indonesia, Koleksinya Lengkap

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 18:15 WIB

Ayah dan Anak di Cilegon Tewas Usai Motornya Ditubruk Mobil Honda CRV

Ayah dan Anak di Cilegon Tewas Usai Motornya Ditubruk Mobil Honda CRV

Banten | Senin, 27 Juli 2026 | 18:09 WIB

Tren Rumah Makin Personal, Setiap Sudut Hunian Kini Dirancang Sesuai Gaya Hidup Penghuninya

Tren Rumah Makin Personal, Setiap Sudut Hunian Kini Dirancang Sesuai Gaya Hidup Penghuninya

Lifestyle | Senin, 27 Juli 2026 | 18:08 WIB

Ketika Ruang Belajar Berubah Menjadi Tempat Kekerasan

Ketika Ruang Belajar Berubah Menjadi Tempat Kekerasan

News | Senin, 27 Juli 2026 | 18:07 WIB

Pohon Besar Tiba-tiba Ambruk di Lokasi Kerusuhan Matraman, Timpa Tenda Pedagang

Pohon Besar Tiba-tiba Ambruk di Lokasi Kerusuhan Matraman, Timpa Tenda Pedagang

News | Senin, 27 Juli 2026 | 18:05 WIB

Kuasa Hukum Febrie Soroti 'Zona Abu-Abu' Kasus TPPU: Predicate Crime Belum Jelas

Kuasa Hukum Febrie Soroti 'Zona Abu-Abu' Kasus TPPU: Predicate Crime Belum Jelas

News | Senin, 27 Juli 2026 | 18:04 WIB

Dipicu Semak Kering dan Angin, Lahan Perbukitan Desa Pasirbaru Cisolok Hangus Terbakar

Dipicu Semak Kering dan Angin, Lahan Perbukitan Desa Pasirbaru Cisolok Hangus Terbakar

Jabar | Senin, 27 Juli 2026 | 18:01 WIB

Tim Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara Soal Kematian Sutrismo

Tim Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Buka Suara Soal Kematian Sutrismo

News | Senin, 27 Juli 2026 | 18:00 WIB

Ketika Tumpukan Kardus Paket Menjadi Jejak Perilaku Konsumsi Gen Z

Ketika Tumpukan Kardus Paket Menjadi Jejak Perilaku Konsumsi Gen Z

Your Say | Senin, 27 Juli 2026 | 18:00 WIB

Diklaim Minta Berunding, Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi Rahasia dengan Amerika Serikat

Diklaim Minta Berunding, Iran Tegaskan Tak Ada Negosiasi Rahasia dengan Amerika Serikat

News | Senin, 27 Juli 2026 | 17:59 WIB

×