Gegara Perang, Zulhas Klaim RI Kebanjiran Order Pupuk Urea dari Negara Lain

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 12 Maret 2026 | 19:34 WIB
Gegara Perang, Zulhas Klaim RI Kebanjiran Order Pupuk Urea dari Negara Lain
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan. [Suara.com/Achmad Fauzi].
baca 10 detik
  • Konflik global antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel meningkatkan permintaan impor urea dari berbagai negara ke Indonesia.
  • Menteri Zulkifli Hasan menyatakan banyak negara meminta urea dari Indonesia dengan harga berapapun sejak Kamis (12/3/2026).
  • Peluang ekspor ini memungkinkan pabrik pupuk tua Indonesia dioptimalkan kembali sambil memprioritaskan kebutuhan domestik.

Suara.com - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkapkan situasi konflik global, yakni perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel justru membuka peluang baru bagi industri pupuk nasional. Sejumlah negara disebut tengah berlomba mengimpor pupuk urea dari Indonesia.

Menurut Zulhas, meningkatnya ketegangan geopolitik membuat banyak negara membutuhkan pasokan pupuk dalam jumlah besar untuk menjaga produksi pangan mereka.

Ia mengatakan kondisi tersebut membuat Indonesia, sebagai salah satu produsen urea terbesar di dunia, memiliki posisi yang cukup strategis.

"Tapi gara-gara perang ini, itu hampir banyak negara itu menginginkan urea. Jadi banyak negara itu kemudian ingin impor urea banyak dari tempat kita," ujar Zulhas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (12/3/2026).

Ilustrasi. Sejumlah pekerja melakukan pengantongan pupuk urea di gedung produksi dan pengantongan pupuk urea. (Foto: Antara/Rahmad)
Ilustrasi. Sejumlah pekerja melakukan pengantongan pupuk urea di gedung produksi dan pengantongan pupuk urea. (Foto: Antara/Rahmad)

Zulhas menjelaskan permintaan pupuk urea dari berbagai negara bahkan datang dengan nilai yang sangat tinggi.

"Nah kita diminta untuk ekspor banyak. Urea ke tempat, ke negara, banyak-banyak negara minta. At any cost, at any price dari urea," ucapnya.

Ia menilai kondisi ini menjadi peluang bagi industri pupuk nasional untuk kembali menggeliat, termasuk dengan mengoptimalkan kapasitas produksi yang ada.

Sejumlah pabrik pupuk yang sebelumnya direncanakan akan dihentikan operasinya karena faktor efisiensi bahkan kini kembali dimanfaatkan untuk memenuhi permintaan pasar global.

"Yang tadinya pabrik kita yang tua yang tadinya istilahnya kita pelan-pelan kita suntik mati kita mau ganti, sementara ini kita bisa produksi lagi," jelasnya.

baca juga

Menurut Zulhas, tingginya permintaan tersebut membuat produksi dari pabrik-pabrik lama tetap bisa dimanfaatkan karena harga pasar pupuk dunia saat ini cukup tinggi.

"Karena biaya dan harga berapa pun banyak negara yang meminta," jelasnya.

Ia mengatakan beberapa negara telah menunjukkan minat untuk mengimpor pupuk urea dari Indonesia, salah satunya Australia.

"Ya ada beberapa lah negara lah, ada Australia, ada mana, mana gitu banyak lah yang juga minta," imbuh Zulhas.

Meski peluang ekspor terbuka lebar, Zulhas menegaskan pemerintah tetap memprioritaskan kebutuhan pupuk untuk dalam negeri terlebih dahulu sebelum meningkatkan ekspor.

"Nggak, yang dimaksud ini kan kalau untuk domestik itu nggak ada DMO. Kewajiban kita harus penuhi domestik dulu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Jakarta Darurat Sampah

Jakarta Darurat Sampah

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 17:11 WIB

Zulhas Pastikan Stok Pangan Nasional Aman di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Zulhas Pastikan Stok Pangan Nasional Aman di Tengah Gejolak Geopolitik Global

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:53 WIB

Sah! Pemerintah Tarik Kewenangan Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Pusat

Sah! Pemerintah Tarik Kewenangan Alih Fungsi Lahan Pertanian ke Pusat

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 14:12 WIB

Terkini

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

7 Cara Membedakan Tas Goyard Asli dan KW Super, Jangan Tertipu Motif

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

Perlukah Indonesia Punya UU Anti-Perundungan? Ini Aturan yang Sudah Ada dan Tantangannya

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:05 WIB

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

5 Moisturizer Niacinamide untuk Usia 40 Tahun, Samarkan Flek Hitam dan Kerutan

Lifestyle | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Room No. 7: Saat Persoalan Finansial Mengikis Moral dan Empati Seseorang

Your Say | Kamis, 29 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Kotak Rokok Berisi Sabu, Kurir Sistem Tempel Tak Berkutik Dicegat Polisi di Kedaton

Lampung | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:59 WIB

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Teknologi AI Lokal Bidik Industri Kreatif, dari Pengembangan Ide hingga Produksi Video

Tekno | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:58 WIB

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Topeng Alim Pembunuh Ibu-Anak Asal Madiun: Ikut Yasinan Warga Sebelum Diciduk di Jombang

Jatim | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:54 WIB

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jangan Tunggu Korban Berjatuhan! Sarif Abdillah Desak Pemda Ubah Total Cara Tangani Bencana

Jawa Tengah | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:48 WIB

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

Gerak Cepat! Pasukan Oranye Sapu Bersih 26 Ton Sampah di Bundaran HI Pasca Demo

News | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:45 WIB

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Hilangkan Nyawa Ibu Kandung, Oknum Polda Riau Terancam Dipecat

Riau | Kamis, 29 Oktober 2026 | 07:40 WIB

×