Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

IRGC Iran Fokus Incar Netanyahu, Menlu Araghchi Siap Negosiasi Negara Teluk

M Nurhadi

Minggu, 15 Maret 2026 | 16:31 WIB
IRGC Iran Fokus Incar Netanyahu, Menlu Araghchi Siap Negosiasi Negara Teluk
Seyyed Abbas Araghchi. [Ist]
  • IRGC Iran mengancam akan memburu Netanyahu sebagai balasan langsung atas perang berkelanjutan dengan Israel dan Amerika Serikat.
  • Menteri Luar Negeri Iran mengusulkan pembentukan komite bersama tetangga untuk menyelidiki kerusakan fasilitas sipil di Teluk.
  • Pakar menilai serangan AS di Isfahan berfokus pada kehancuran maksimal tanpa tujuan akhir politik yang jelas bagi Washington.

Suara.com - Situasi di Timur Tengah semakin kritis seiring dengan meningkatnya ancaman langsung dari Iran terhadap petinggi Israel.

Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) secara resmi menyatakan tekadnya untuk memburu Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, sebagai bagian dari respons atas perang yang sedang berlangsung dengan Israel dan Amerika Serikat.

"Jika penjahat pembunuh anak-anak ini masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh," tegas pernyataan IRGC sebagaimana dikutip oleh media-media Iran.

Di tengah meningkatnya eskalasi, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, berupaya meredam narasi negatif dengan menegaskan bahwa Teheran tidak pernah menargetkan kawasan permukiman atau fasilitas sipil.

Ia bahkan mengusulkan pembentukan komite bersama dengan negara-negara tetangga untuk menginvestigasi pihak yang sebenarnya bertanggung jawab atas serangan-serangan yang merusak fasilitas sipil dan energi di kawasan Teluk.

Melalui kanal Telegram resminya, Araghchi mengungkapkan bahwa Iran tengah melakukan komunikasi intensif dengan negara-negara Teluk.

Ia menyambut baik inisiatif apa pun yang dapat menghentikan perang yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran.

Sebelumnya, negara-negara Teluk telah mendesak Iran untuk segera menghentikan serangan di wilayah mereka, mengingat dampaknya telah merusak infrastruktur energi dan lingkungan warga.

Kritik Pakar: "Kehancuran Maksimal" Tanpa Endgame Politik

Sementara itu, serangan udara AS ke Isfahan—yang dikenal sebagai jantung industri Iran—memicu kritik keras dari pakar studi perang di King’s College London, Samir Puri.

Menurut Puri, kebijakan pemerintahan Presiden Donald Trump saat ini terkesan hanya memiliki satu target tunggal: kehancuran maksimal terhadap kapasitas militer dan industri Iran.

"Serangan tersebut memberi tahu kita bahwa AS sebenarnya tidak memiliki strategi lain selain penghancuran maksimal kemampuan industri dan militer Iran," ujar Puri dalam wawancara dengan Al Jazeera.

Puri menilai bahwa meskipun serangan ini mungkin dianggap sebagai kebutuhan strategis bagi Israel, dampaknya bagi Amerika Serikat justru sangat merugikan dalam jangka panjang. Ia menekankan pentingnya perbedaan antara taktik militer dan tujuan akhir politik (political endgame).

"Ini sangat sulit untuk melihat bagaimana AS bisa keluar dari konflik ini dengan hasil yang layak setelah berminggu-minggu menghancurkan kapasitas industri Iran," tambahnya, dikutip dari Al Jazeera.

Puri memperingatkan bahwa kehancuran total di Iran akan menjadi masalah besar bagi Trump. Sebagai penjamin utama keamanan negara-negara Teluk, kredibilitas AS justru akan terancam.

Stabilitas keamanan, baik bagi negara-negara Teluk maupun arus logistik di Selat Hormuz, diprediksi akan semakin memburuk.

Menurutnya, rezim Iran yang merasa terluka namun tetap berdiri teguh justru akan menjadi ancaman yang jauh lebih besar dan penuh dendam di masa depan.


Disclaimer: Artikel ini disusun berdasarkan laporan terkini terkait situasi geopolitik di Timur Tengah. Informasi mengenai konflik memiliki tingkat risiko tinggi dan dapat berubah sewaktu-waktu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pasukan Khusus Iran Target Bunuh Benjamin Netanyahu, Sampai Lihat Bukti Mayatnya

Pasukan Khusus Iran Target Bunuh Benjamin Netanyahu, Sampai Lihat Bukti Mayatnya

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 13:23 WIB

Film A Separation: Hadirkan Drama Perceraian dan Dilema Etis yang Tajam!

Film A Separation: Hadirkan Drama Perceraian dan Dilema Etis yang Tajam!

Your Say | Minggu, 15 Maret 2026 | 11:45 WIB

Habis Isu Meninggal, Kini Viral Video Benjamin Netanyahu Punya 6 Jari

Habis Isu Meninggal, Kini Viral Video Benjamin Netanyahu Punya 6 Jari

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 11:09 WIB

Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti

Media Iran Yakin Benjamin Netanyahu Sudah Meninggal Dunia, Video Ini Jadi Bukti

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 10:53 WIB

Lagi! Rudal Kiamat Iran Bikin Israel Hancur Lebur di Kota Ramla

Lagi! Rudal Kiamat Iran Bikin Israel Hancur Lebur di Kota Ramla

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 10:32 WIB

Iran Minta Negara Lewat Selat Hormuz Bayar Pakai Mata Uang China

Iran Minta Negara Lewat Selat Hormuz Bayar Pakai Mata Uang China

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 10:18 WIB

Terkini

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Dasco Puji BI yang Bikin Kuat Rupiah: RI Kini Tak Bergantung Dolar AS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:37 WIB

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

AS-Iran Resmi Berdamai? Draf Kesepakatan Rahasia Dua Negara Bocor!

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 20:06 WIB

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

PM Malaysia Kenang Bung Hatta: Negara Tidak Boleh Ditopang Segelintir Elit

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 17:49 WIB

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Dugaan Dikerahkan Kawal Demo, Apakah Komcad Dapat Gaji dan Tunjangan?

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:33 WIB

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Pemerintah Janji Stok Pupuk Nasional Aman, Zulhas: Kopdes Jadi Penyalur

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:23 WIB

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

DPR Apresiasi Langkah Baru Bank Indonesia Perkuat Nilai Rupiah

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:11 WIB

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Foto e-KTP Jelek Bisa Diganti? Ini Aturan dan Syarat Resminya

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 16:07 WIB

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Dasco Dukung Gebrakan 'Dedolarisasi' BI: Transaksi Triliunan ke China Cukup Pakai QRIS

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:33 WIB

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Tiket Pesawat Mahal! Pengamat Bongkar Anomali Pajak 'Tersembunyi'

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 15:25 WIB

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Harga Bawang dan Beras Kompak Naik, Minyak Goreng Ikut Makin Mahal

Bisnis | Minggu, 14 Juni 2026 | 14:49 WIB