Pasukan Khusus Iran Target Bunuh Benjamin Netanyahu, Sampai Lihat Bukti Mayatnya

Pebriansyah Ariefana | Suara.com

Minggu, 15 Maret 2026 | 13:23 WIB
Pasukan Khusus Iran Target Bunuh Benjamin Netanyahu, Sampai Lihat Bukti Mayatnya
Benjamin Netanyahu (IG)
  • IRGC luncurkan rudal dan drone canggih hantam tiga pangkalan udara militer Amerika Serikat.

  • Donald Trump ragukan kondisi Mojtaba Khamenei dan beri syarat nuklir untuk kesepakatan damai.

  • Israel bantah isu kematian Netanyahu dan pastikan sang Perdana Menteri dalam kondisi aman.

Suara.com - Ketegangan di wilayah Timur Tengah mencapai level baru yang sangat mengkhawatirkan pada hari Minggu ini. Bahkan, Pasukan Khusus Iran berkomitmen ingin membunuh Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC secara resmi mengumumkan peluncuran serangan besar ke aset Amerika.

Sejumlah proyektil rudal dan pesawat tanpa awak canggih dikerahkan untuk menyasar titik strategis militer tersebut.

Langkah ofensif ini menyasar tiga pusat kekuatan udara milik Amerika Serikat yang tersebar di kawasan.

Operasi militer ini menandai babak baru dalam konfrontasi terbuka antara Teheran dan pihak Washington.

Pihak IRGC memberikan rincian bahwa serangan ini difokuskan pada pusat konsentrasi pasukan militer Amerika.

Salah satu lokasi utama yang menjadi sasaran empuk adalah pangkalan udara Al-Harir di Erbil.

Informasi mengenai keberhasilan serangan ini dipublikasikan secara luas oleh kantor berita resmi Fars di Iran.

Selain Al-Harir, fasilitas militer Ali Al Salem juga dilaporkan terkena dampak serangan yang cukup signifikan.

Pangkalan Arifjan milik Amerika Serikat turut masuk dalam daftar fasilitas yang diklaim hancur oleh Teheran.

Serangan akhir pekan ini secara resmi dinamakan sebagai gelombang ke-52 dari Operasi Janji Setia 4.

Aksi militer masif tersebut merupakan bentuk respon atas hilangnya nyawa para pekerja di zona industri.

Pihak Iran menganggap serangan sebelumnya terhadap warga sipil mereka sebagai tindakan yang tidak bisa dimaafkan.

Selain serangan fisik, IRGC juga melontarkan ancaman yang sangat tajam kepada pemimpin tertinggi pemerintahan Israel.

"Jika dia masih hidup, kami akan terus mengejar dan membunuhnya dengan kekuatan penuh," tulis pernyataan tersebut dikutip dari Anadolu.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Siap-siap Trump Boncos Lagi, Iran Mau Hancurkan Perusahaan Amerika Serikat di Timur Tengah

Siap-siap Trump Boncos Lagi, Iran Mau Hancurkan Perusahaan Amerika Serikat di Timur Tengah

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 11:43 WIB

Film A Separation: Hadirkan Drama Perceraian dan Dilema Etis yang Tajam!

Film A Separation: Hadirkan Drama Perceraian dan Dilema Etis yang Tajam!

Your Say | Minggu, 15 Maret 2026 | 11:45 WIB

Habis Isu Meninggal, Kini Viral Video Benjamin Netanyahu Punya 6 Jari

Habis Isu Meninggal, Kini Viral Video Benjamin Netanyahu Punya 6 Jari

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 11:09 WIB

Terkini

Pola Kekerasan Sejak Lama, LPSK Sebut Masih Ada Potensi Lonjakan Korban Daycare Little Aresha

Pola Kekerasan Sejak Lama, LPSK Sebut Masih Ada Potensi Lonjakan Korban Daycare Little Aresha

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:56 WIB

krisis Energi Tekan Kelas Menengah Indonesia, Satu Guncangan Bisa Jadi Miskin

krisis Energi Tekan Kelas Menengah Indonesia, Satu Guncangan Bisa Jadi Miskin

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:55 WIB

Transportasi Publik Belum Jadi Layanan Dasar, ITDP Dorong Penguatan Kebijakan Nasional

Transportasi Publik Belum Jadi Layanan Dasar, ITDP Dorong Penguatan Kebijakan Nasional

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:45 WIB

Dunia Harus Tahu! 8 Juta Warga Sudan Terancam Kelaparan, 700 Ribu Anak di Ambang Maut

Dunia Harus Tahu! 8 Juta Warga Sudan Terancam Kelaparan, 700 Ribu Anak di Ambang Maut

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:44 WIB

Stasiun Bekasi Timur Dibuka Lagi, KAI Pastikan Asepek Keselematan Sudah Terpenuhi

Stasiun Bekasi Timur Dibuka Lagi, KAI Pastikan Asepek Keselematan Sudah Terpenuhi

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:40 WIB

Dikritik Perang Lawan Iran, Donald Trump Murka ke Kanselir Jerman: Dia Gak Tahu Apa-apa

Dikritik Perang Lawan Iran, Donald Trump Murka ke Kanselir Jerman: Dia Gak Tahu Apa-apa

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:36 WIB

Ketergantungan Energi Fosil Bebani APBN, Transisi Energi Bisa Jadi Solusi?

Ketergantungan Energi Fosil Bebani APBN, Transisi Energi Bisa Jadi Solusi?

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:34 WIB

Raja Charles Sindir Trump di Gedung Putih, Candaan soal Bahasa Prancis Bikin Ruangan Pecah

Raja Charles Sindir Trump di Gedung Putih, Candaan soal Bahasa Prancis Bikin Ruangan Pecah

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:27 WIB

Bakal Hadiri May Day 2026 di Monas, Prabowo Subianto Siapkan 'Kejutan' untuk Buruh

Bakal Hadiri May Day 2026 di Monas, Prabowo Subianto Siapkan 'Kejutan' untuk Buruh

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:25 WIB

Lasarus PDIP: Pintu Kereta Api Jadi Akar Masalah, Harus Diurus Pemerintah Pusat

Lasarus PDIP: Pintu Kereta Api Jadi Akar Masalah, Harus Diurus Pemerintah Pusat

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:22 WIB