-
CENTCOM menyelesaikan gelombang serangan besar terhadap puluhan target militer Garda Revolusi Iran.
-
Serangan menyasar infrastruktur militer, kawasan pesisir, hingga pusat industri minyak di Provinsi Khuzestan.
-
Langkah tegas AS dilakukan guna merespons ancaman rudal terhadap pasukannya di Yordania.
Suara.com - Amerika Serikat menuntaskan gelombang serangan udara berskala besar terhadap puluhan target vital milik Garda Revolusi Iran. Langkah militer ini merupakan balasan langsung atas upaya serangan rudal yang menyasar pasukan Amerika Serikat di Yordania sehari sebelumnya.
Komando Pusat AS (CENTCOM) melumpuhkan berbagai fasilitas strategis meliputi pusat komando militer, markas rudal, instalasi drone, hingga sistem pertahanan pesisir Iran. Penggempuran masif tersebut bertujuan mengikis ancaman nyata terhadap personel militer Amerika, kapal komersial, dan negara-negara tetangga di kawasan Teluk.
Lebih dari 50.000 prajurit militer Amerika Serikat yang bersiaga di kawasan tersebut kini berada dalam kondisi siaga tinggi dan siap bertindak. Al Jazeera melaporkan, operasi militer ini menandai eskalasi baru dalam ketegangan kawasan yang menyasar langsung wilayah kedaulatan Iran.

Dampak serangan langsung menghantam kawasan permukiman warga di Pulau Qeshm hingga menyebabkan tiga orang tertimbun reruntuhan bangunan. Otoritas setempat mengonfirmasi pemadaman listrik total terjadi di pulau tersebut akibat rusaknya infrastruktur energi vital.
Tim penyelamat melarikan dua korban luka ke rumah sakit terdekat sembari terus melakukan evakuasi puing-puing bangunan. Sementara itu, teknisi listrik berpacu dengan waktu untuk memulihkan pasokan energi yang terputus di wilayah pesisir tersebut.
Pola gempuran terbaru ini meniru strategi kampanye militer 13 hari AS dengan konsentrasi serangan di provinsi bagian selatan Iran. Titik gempuran berfokus pada area strategis sepanjang pesisir Selat Hormuz dan wilayah Teluk.
Wilayah Pulau Kish turut menjadi sasaran tembak dalam gelombang penggempuran udara armada tempur militer Amerika. Meski demikian, otoritas pelabuhan memastikan jadwal penyeberangan kapal penumpang maupun feri tetap beroperasi normal tanpa kendala.
Suara dentuman keras yang mengguncang Kota Bandar Abbas sempat memicu kepanikan warga di kawasan pesisir tersebut. Pemerintah setempat kemudian mengklarifikasi bahwa ledakan tersebut merupakan gema dari serangan utama yang menghantam Pulau Qeshm.
Provinsi Fars menjadi satu-satunya wilayah non-pesisir di Iran tengah yang tak luput dari sasaran tembak militer AS. Serangan udara di kawasan tengah Iran tersebut secara khusus menghantam infrastruktur militer di Kota Kazerun.
Sementara di Provinsi Khuzestan, sedikitnya tiga lokasi strategis hancur dihantam ledakan rudal militer Amerika Serikat. Wilayah Khuzestan dikenal luas sebagai pusat dan jantung utama industri minyak nasional milik negara Iran.