Baca 10 detik
- Harga minyak dunia Brent dan WTI naik signifikan pada 16 Maret 2026 akibat konflik AS-Israel versus Iran.
- Konflik memicu gangguan pasokan global terparah akibat penutupan Selat Hormuz dan ancaman infrastruktur energi Iran.
- IEA melepaskan 400 juta barel cadangan darurat sementara AS merencanakan koalisi pengawal di Selat Hormuz.
Harapan akan berakhirnya konflik dalam waktu dekat kian menipis. Pemerintahan Trump dikabarkan menolak upaya negosiasi diplomatik dari sekutu Timur Tengah, sementara Iran secara tegas menolak gencatan senjata sebelum serangan AS dan Israel dihentikan sepenuhnya.
Meski pasar diliputi kekhawatiran akan spiral eskalasi yang tak terkendali, Menteri Energi AS Chris Wright menyatakan optimisme bahwa perang akan berakhir dalam "beberapa minggu ke depan," dengan stabilitas harga minyak.