Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.813.000
Beli Rp2.675.000
IHSG 7.101,226
LQ45 684,142
Srikehati 332,003
JII 470,939
USD/IDR 17.319

CORE Wanti-wanti Ekonomi RI Bisa Menderita Efek Perang Iran-AS

Achmad Fauzi | Suara.com

Minggu, 15 Maret 2026 | 19:04 WIB
CORE Wanti-wanti Ekonomi RI Bisa Menderita Efek Perang Iran-AS
Ilustrasi Selat Hormuz
  • CORE mengidentifikasi empat dampak utama konflik Timur Tengah bagi Indonesia meliputi kenaikan harga minyak, pelemahan rupiah, beban fiskal, dan inflasi domestik.
  • Gangguan perdagangan di Selat Hormuz berisiko menyebabkan defisit APBN 2026 melampaui batas tiga persen PDB.
  • CORE merekomendasikan pemerintah tidak menaikkan BBM bersubsidi sambil memperkuat ketahanan energi nasional dan kebijakan fiskal.

Suara.com - Center of Reform on Economics (CORE) mengeluarkan laporan soal dampak perang antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, terhadap ekonomi Indonesi.

Dalam laporan yang bertajuk 'CORE Insight: Awas Efek Domino Konflik Timur Tengah' Eskalasi konflik berpotensi menimbulkan efek domino melalui lonjakan harga energi, gangguan perdagangan global, hingga tekanan terhadap fiskal dan inflasi domestik.

Seperti dikutip Suara.com, Minggu (15/3/2026), CORE mengindentifikasi Setidaknya terdapat empat dampak yang dihadapi Indonesia, yaitu kenaikan harga minyak, pelemahan nilai tukar rupiah, meningkatnya beban fiskal pemerintah, serta tekanan inflasi domestik.

"Sekitar 80 persen perdagangan minyak dan gas yang melewati Selat Hormuz ditujukan ke pasar Asia, sehingga gangguan pada jalur tersebut berisiko mendorong lonjakan harga energi global," tulis CORE dalam laporannya.

Strategi tempur Iran, bisa kelabuhi AS-Israel dengan cara cerdik ini. (Instagram, Threads)
Strategi tempur Iran, bisa kelabuhi AS-Israel dengan cara cerdik ini. (Instagram, Threads)

CORE mengemukakan, jika harga minyak mencapai USD 105 per barel dan rupiah melemah hingga Rp 17.000 per dolar AS, maka akibatnya defisit APBN 2026 berpotensi melewati batas legal 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

"Lonjakan harga minyak menjadi risiko paling cepat terasa. Setelah serangan militer ke Iran pada Februari 2026, harga minyak dunia melonjak tajam hingga menembus lebih dari USD100 per barel hanya dalam waktu sekitar 10 hari," tulis CORE.

CORE juga melihat, Indonesia bisa rugi dari penututupan Selat Hormuz. Sebab, pos pendapatannya hilang dari ekspor sekitar USD606,8 juta atau setara Rp10,3 triliun ke kawasan Teluk Persia.

Hal tersebut bisa terjaid jika gangguan di Selat Hormuz berlangsung selama enam minggu.

Selain itu, konflik juga dapat mendorong inflasi domestik melalui kenaikan harga energi dan depresiasi rupiah.

"Kenaikan Rp 2.500 per liter berpotensi mendorong inflasi ke level 3,53 persen year-on-year, melampaui batas atas target Bank Indonesia," tulis CORE.

Atas masalah ini, CORE merekomendasikan pemerintah memperkuat ketahanan energi nasional, meninjau kembali alokasi anggaran, serta menyiapkan kebijakan moneter dan fiskal untuk mengantisipasi dampak konflik geopolitik.

Kemudian, CORE menyarankan pemerintah tidak menaikkan harga BBM bersubsidi dalam situasi geopolitik yang penuh ketidakpastian, terutama pada periode Ramadan dan Lebaran. Kebijakan ini dinilai penting untuk menjaga konsumsi masyarakat yang menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi.

Di sisi lain, jika harga energi global meningkat, penyesuaian harga BBM non-subsidi dapat dilakukan, tetapi harus mempertimbangkan waktu dan besaran kenaikan agar tidak memicu lonjakan inflasi yang berlebihan.

"Pemerintah perlu mengambil risiko terukur untuk mengembangkan eksplorasi pertambangan migas di dalam negeri, tetapi pada saat yang sama membuka kesempatan kepada swasta untuk mengembangkan kapasitas hilirisasi di dalam negeri," tulis CORE.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Minyak Meroket Lagi Tembus US$100, Strategi Tekan Harga Ala Trump Gagal?

Minyak Meroket Lagi Tembus US$100, Strategi Tekan Harga Ala Trump Gagal?

Bisnis | Jum'at, 13 Maret 2026 | 15:13 WIB

Gaji Anggota DPR Dipotong, Menteri dan Stafsus Tak Terima Gaji: Cara Pakistan Atas Krisis Energi

Gaji Anggota DPR Dipotong, Menteri dan Stafsus Tak Terima Gaji: Cara Pakistan Atas Krisis Energi

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 20:38 WIB

Pertamina Sebut Dua Kapalnya Masih Terjebak di Selat Hormuz, Gimana Kondisinya?

Pertamina Sebut Dua Kapalnya Masih Terjebak di Selat Hormuz, Gimana Kondisinya?

Bisnis | Kamis, 12 Maret 2026 | 20:21 WIB

Terkini

Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk

Anjlok Lebih Dalam Pagi Ini, Rupiah Terus Cetak Rekor Terburuk

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:15 WIB

UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?

UEA Keluar OPEC: Sinyal Kiamat 'Energi' atau Harga Minyak Dunia Turun?

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:10 WIB

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Kemenperin: Industri Kertas Untung dengan Lemahnya Nilai Tukar Rupiah

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 10:04 WIB

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bea Masuk LPG Dihapus, Industri Petrokimia Bersukaria

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:58 WIB

Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026

Emas Laku Keras, Laba ANTAM Naik 58 Persen di Triwulan I 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:52 WIB

Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...

Wamenaker: Biaya Membunuh Industri Tembakau Sangat Murah, Tapi...

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:46 WIB

Haga Emas Antam Terus Turun, Hari Ini Dibanderol Rp 2.769.000/Gram

Haga Emas Antam Terus Turun, Hari Ini Dibanderol Rp 2.769.000/Gram

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:25 WIB

Tak Sekadar Bisnis, Emiten TAPG Mulai Jalankan Program Hunian Layak

Tak Sekadar Bisnis, Emiten TAPG Mulai Jalankan Program Hunian Layak

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:20 WIB

IHSG Berbalik Arah, Dibuka Menguat Namun Langsung Merosot

IHSG Berbalik Arah, Dibuka Menguat Namun Langsung Merosot

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 09:15 WIB

OKX Gandeng BlackRock & StanChart, Sulap Surat Utang AS Jadi Jaminan Kripto

OKX Gandeng BlackRock & StanChart, Sulap Surat Utang AS Jadi Jaminan Kripto

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 08:56 WIB