Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Kompilasi Purbaya Serang Balik Ekonom di Hadapan Prabowo: Bantah Resesi hingga Rupiah Hancur

Dicky Prastya | Suara.com

Senin, 16 Maret 2026 | 08:00 WIB
Kompilasi Purbaya Serang Balik Ekonom di Hadapan Prabowo: Bantah Resesi hingga Rupiah Hancur
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (13/3/2026). [Screenshot YouTube Sekretariat Presiden]
  • Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa membantah prediksi krisis dan resesi ekonomi Indonesia di hadapan Presiden Prabowo pada Jumat (13/3/2026).
  • Purbaya menyatakan inflasi terkendali di 2,59 persen jika data subsidi listrik dihilangkan, serta indeks ekonomi membaik.
  • Menteri Keuangan menegaskan Rupiah hanya terdepresiasi 0,3% dan investor asing masih menanamkan modal di Indonesia.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa kembali melontarkan serangan tajam kepada para ekonom yang mengatakan bahwa Indonesia masuk masa krisis-resesi buntut perang Amerika Serikat vs Iran.

Kritik bertubi-tubi Purbaya disampaikan di depan Presiden RI Prabowo Subianto saat Sidang Kabinet Paripurna yang digelar di Istana Negara pada Jumat (13/3/2026) kemarin.

Suara.com merangkum beberapa pernyataan Purbaya yang mengkritik para ekonom di hadapan Presiden Prabowo. Berikut isinya.

Presiden Prabowo Subianto. [Antara]
Presiden Prabowo Subianto. [Antara]

1. Bantah ekonomi kepanasan

Dalam paparannya, Purbaya saat itu menerangkan soal keadaan inflasi Indonesia per Februari 2026. Ia menyampaikan kalau inflasi tembus 4,64 persen secara year on year (yoy).

Namun Purbaya menerangkan kalau kenaikan inflasi ini terjadi lantaran adanya kebijakan subsidi listrik pada Januari dan Februari 2026 lalu. Jika data itu dihilangkan, inflasi Indonesia hanya 2,59 persen.

"Kalau kita hilangkan data-data subsidi listrik bulan Januari Februari tahun lalu, sebetulnya inflasi kita hanya sekitar 2,59 persen, Pak. Jadi kita masih aman untuk tumbuh lebih cepat lagi. Ekonominya enggak kepanasan," katanya.

2. Ekonom aneh karena sebut RI masuk resesi dan morat-marit

Selanjutnya, Purbaya menerangkan data soal kondisi makro ekonomi Indonesia yang diklaim dalam tahap akselerasi setelah mengalami tekanan tahun lalu. Ia menunjukkan data mulai dari Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur, Indeks Kepercayaan Konsumen (IKK), hingga Mandiri Spending Index (MSI).

"Sengaja saya taruh di sini karena di luar banyak yang bilang kita sudah resesi pak, ekonom-ekonom yang agak aneh itu bilang kita sudah resesi, tinggal hancurnya," kata Purbaya.

Purbaya mengatakan, dari sisi angka PMI Manufaktur per Februari 2026 tengah mencapai level tertinggi dalam dua tahun terakhir, yakni 53,8. Sementara itu IKK bergerak ke level 125,2.

Selain itu, MSI juga naik ke atas hingga 360,7. Bukti lainnya yakni penjualan mobil yang tumbuh 12,2 persen di Februari 2026.

"Ini bukan main-main Pak. Kalau dilihat tahun lalu kan negatif, sekarang sudah mulai positif dan makin kencang. Jadi kita jauh dari apa yang disebut ekonominya morat-marit, kata ekonom-ekonom di luar itu pak, di TikTok banyak itu pak," timpal dia.

3. Tolak klaim Rupiah hancur

Purbaya lalu menyebut kalau daya beli masyarakat terpukul. Namun kenyataannya, data PMI hingga survei kepercayaan menunjukkan sebaliknya.

"Banyak orang bilang katanya daya daya beli masyarakat terpukul ya. Kalau yang lagi susah ya susah tetap tapi kan kita lihat keadaan umum. Keadaan umum ditangkap dari survei kepercayaan konsumen. Jadi memang dari dia beri masyarakat membaik. Dan yang sebelah kanan saya, saya ulang lagi Purchasing Manager Index itu sekarang 53,8 tertinggi dalam beberapa tahun terakhir Pak," paparnya.

Bendahara Negara lalu menerangkan soal kondisi geopolitik yang tengah gonjang-ganjing dan mengganggu ekonomi, khususnya Rupiah. Ia menerangkan kalau mata uang Indonesia itu justru hanya terdepresiasi 0,3 persen.

"Ada yang bilang Rupiah hancur. Tapi kalau dikatakan betul Pak itu sejak perang, Rupiah hanya terdepresiasi sebesar 0,3. Jadi sebetulnya bagus daya tahan kita. Yang real, yang pemain yang punya duit betul, bilangnya seperti ini. Tapi yang enggak punya duit kali, Pak, jelek-jelekin Pak," umbarnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi

Pemerintah Bangun Ratusan Toilet dan Revitalisasi Sekolah di Kawasan Transmigrasi

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 19:15 WIB

CORE Wanti-wanti Ekonomi RI Bisa Menderita Efek Perang Iran-AS

CORE Wanti-wanti Ekonomi RI Bisa Menderita Efek Perang Iran-AS

Bisnis | Minggu, 15 Maret 2026 | 19:04 WIB

PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!

PVRI Kritik Pernyataan 'Antikritik' Prabowo Usai Insiden Penyiraman Air Keras: Ini Sinyal Represif!

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 18:09 WIB

Jika Kritik Tak Lagi Aman, Ke Mana Arah Demokrasi Indonesia?

Jika Kritik Tak Lagi Aman, Ke Mana Arah Demokrasi Indonesia?

Your Say | Minggu, 15 Maret 2026 | 15:21 WIB

Siap-siap Trump Boncos Lagi, Iran Mau Hancurkan Perusahaan Amerika Serikat di Timur Tengah

Siap-siap Trump Boncos Lagi, Iran Mau Hancurkan Perusahaan Amerika Serikat di Timur Tengah

News | Minggu, 15 Maret 2026 | 11:43 WIB

Purbaya Pamer ke Prabowo RI Bisa Tangani Kenaikan Harga Minyak Sejak 2007 hingga Covid-19

Purbaya Pamer ke Prabowo RI Bisa Tangani Kenaikan Harga Minyak Sejak 2007 hingga Covid-19

Bisnis | Minggu, 15 Maret 2026 | 09:30 WIB

Terkini

Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun

Presiden Prabowo Lakukan Groundbreaking 13 Proyek Hilirisasi Nasional Tahap II Senilai Rp116 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 23:27 WIB

Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS

Mulai Hari Ini Belanja di China Bisa Pakai QRIS

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 22:48 WIB

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Laba Citi Indonesia Naik 10 Persen di 2025

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 20:29 WIB

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Emiten Sawit SSMS Tebar Dividen Rp 800 Miliar

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:53 WIB

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

DJP Perpanjang Lapor SPT PPh Badan hingga Akhir Mei 2026

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:46 WIB

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Tekan Emisi 286 Ribu Ton CO2, PLN NP Genjot Cofiring Biomassa

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:41 WIB

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Panas! Menteri Ara Siap Lawan Hercules Demi Bangun Rusun di Tanah Abang

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:31 WIB

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

UMKM Digenjot Naik Kelas lewat Pemanfaatan Teknologi AI

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:27 WIB

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bos Bio Farma Temui Kepala BPOM, Bahas Strategi Kuasai Pasar Global

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:21 WIB

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Pemerintah Yakin B50 Bikin Hemat Negara Rp 139,8 Triliun

Bisnis | Kamis, 30 April 2026 | 18:12 WIB