Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.720.000
Beli Rp2.590.000
IHSG 6.254,966
LQ45 624,682
Srikehati 305,457
JII 377,425
USD/IDR 17.714

Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Tembus 5,5 Persen Meski Ada Perang

Dythia Novianty, Fakhri Fuadi Muflih

Selasa, 17 Maret 2026 | 13:20 WIB
Pemerintah Optimistis Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2026 Tembus 5,5 Persen Meski Ada Perang
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. [Suara.com/Fakhri Fuadi Muflih].
  • Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 mencapai 5,5% meski ada tekanan konflik global.
  • Menteri Koordinator Perekonomian meyakini pertumbuhan ditopang konsumsi domestik masyarakat yang masih sangat kuat.
  • Dampak konflik global terhadap Indonesia utamanya berupa kenaikan harga energi dan komoditas, bukan dampak langsung.

Suara.com - Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 tetap kuat di tengah tekanan global akibat konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Bahkan, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan bisa mencapai kisaran 5,5 persen.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyatakan optimisme tersebut didasarkan pada sejumlah indikator ekonomi domestik yang masih solid.

"Jadi dengan angka-angka ini sebetulnya kami optimis pertumbuhan di kuartal pertama itu angkanya bisa lebih tinggi dari Desember, kuartal keempat tahun lalu. Jadi dengan angka-angka ini cukup optimis pertumbuhan eh bisa di sekitar 5,5 persen," ujar Airlangga di Jakarta, dikutip Selasa (17/3/2026).

Menurut Airlangga, kuatnya konsumsi domestik menjadi salah satu penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menyebut konsumsi masyarakat masih berkontribusi besar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

"Bahwa kita punya konsumsi domestik itu masih kuat, masih 54 persen dari PDB. Dan Mandiri Spending Index sudah 360,7, itu tinggi. Kalau kita lihat ke pasar-pasar atau ke mal, ramai. Dan program diskon dari bina belanja di Indonesia saja juga jalan terus. Apalagi THR sudah dilontarkan, sudah cair. Sehingga eh daya beli masyarakat terlihat apa, terasa baik," jelasnya.

Selain itu, ia menilai kondisi makroekonomi Indonesia juga masih terjaga meskipun terjadi ketegangan geopolitik global. Hal ini tercermin dari sejumlah indikator seperti cadangan devisa, rasio utang, hingga kinerja perdagangan.

"Artinya secara makro walaupun dalam situasi krisis perang, secara makro kita tetap kuat dan solid," jelasnya.

Airlangga menjelaskan dampak konflik global terhadap Indonesia lebih banyak ditransmisikan melalui kenaikan harga energi dan komoditas, bukan langsung ke sektor domestik.

"Namun kalau kita lihat transmisi ke Indonesianya itu dalam bentuk harga-harga minyak, harga gas, dan nanti ikutannya harga-harga komoditas," tuturnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Tembus 119 Dolar AS, Harga Minyak Dunia Jatuh di Bawah 90 Dolar AS

Sempat Tembus 119 Dolar AS, Harga Minyak Dunia Jatuh di Bawah 90 Dolar AS

Bisnis | Selasa, 10 Maret 2026 | 11:53 WIB

1 Tahun Ekosistem Bullion Indonesia, PT Pegadaian Perkokoh Posisi Motor Penggerak Ekonomi Nasional

1 Tahun Ekosistem Bullion Indonesia, PT Pegadaian Perkokoh Posisi Motor Penggerak Ekonomi Nasional

Bisnis | Senin, 09 Maret 2026 | 17:23 WIB

90 Juta Orang Lalu Lalang, Airlangga Ungkap Bandara Dubai-Doha Sangat Berpengaruh

90 Juta Orang Lalu Lalang, Airlangga Ungkap Bandara Dubai-Doha Sangat Berpengaruh

Bisnis | Sabtu, 07 Maret 2026 | 09:10 WIB

Balas Rating Fitch, Purbaya Akan ke Luar Negeri: Pastikan Menkeu Ngerti Apa yang Dikerjakan

Balas Rating Fitch, Purbaya Akan ke Luar Negeri: Pastikan Menkeu Ngerti Apa yang Dikerjakan

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 22:08 WIB

Daya Beli Lesu, Pemerintah Pede Bidik Perputaran Uang Belanja Rp53 T di Ramadan dan Lebaran

Daya Beli Lesu, Pemerintah Pede Bidik Perputaran Uang Belanja Rp53 T di Ramadan dan Lebaran

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 20:25 WIB

Kuasai 60 Persen Populasi, Gen Z dan Milenial Jadi 'Kunci' Masa Depan Asuransi Syariah

Kuasai 60 Persen Populasi, Gen Z dan Milenial Jadi 'Kunci' Masa Depan Asuransi Syariah

Bisnis | Jum'at, 06 Maret 2026 | 13:26 WIB

Terkini

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Pengguna Livin by Mandiri Tembus 40,3 Juta, Transaksi Digital Capai Rp2.083 Triliun hingga Mei 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:36 WIB

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Rupiah Menuju Rp17.500, Pengamat: Sentimen Positif Pengetatan Anggaran MBG dan KDMP

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:17 WIB

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bahlil Ajukan Anggaran Rp 27,33 Triliun untuk ESDM, Disebut untuk Jaringan Gas Warga

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 10:00 WIB

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Emiten WINE Tebar Dividen Rp3,5 per Saham, Bidik Pertumbuhan Pendapatan Lima Persen pada 2026

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 08:32 WIB

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Harga Minyak Dunia Anjlok Usai AS-Iran Sepakati Perdamaian, Bursa Saham Global Menguat

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:56 WIB

Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram

Harga Emas Hari Ini 16 Juni 2026 Naik, Antam Tembus Rp2,83 Juta per Gram

Bisnis | Selasa, 16 Juni 2026 | 07:44 WIB

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Selat Hormuz Dibuka, Bahlil Sebut Indonesia Tetap Lanjutkan Kontrak Impor Minyak

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:15 WIB

Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?

Bahlil Ungkap Kontrak Batu Bara PLN Kurang 20 Juta Ton, Listrik Bisa Terganggu?

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:06 WIB

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Dukung Program 3 Juta Rumah, BRI Salurkan Pembiayaan Rp340 Miliar untuk 867 Debitur

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 20:02 WIB

Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG

Biaya Kuliah Meroket, Mahasiswa Minta Dana Pendidikan Tak Dipakai untuk MBG

Bisnis | Senin, 15 Juni 2026 | 19:59 WIB