Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.699.000
Beli Rp2.575.000
IHSG 6.172,340
LQ45 616,921
Srikehati 300,840
JII 375,650
USD/IDR 17.821

Bukan Karena Kapal Rusak, Ini Biang Kerok Antrean Kendaraan di Bakauheni

Achmad Fauzi

Jum'at, 20 Maret 2026 | 14:46 WIB
Bukan Karena Kapal Rusak, Ini Biang Kerok Antrean Kendaraan di Bakauheni
Ribuan pemudik mulai memadati Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (5/4/2025) sore. [ANTARA]
baca 10 detik
  • GAPASDAP menyatakan antrean panjang di Bakauheni disebabkan keterbatasan kapasitas dermaga, bukan gangguan teknis kapal.
  • KMP Wira Qaila tertahan 3,5 jam karena tidak tersedia slot sandar akibat padatnya 45 kapal menuju pelabuhan.
  • GAPASDAP menekankan perlu pembenahan infrastruktur dermaga dan kebijakan operasional fleksibel untuk mencegah terulang.

Suara.com - Antrean panjang kapal di Pelabuhan Bakauheni yang sempat viral di media sosial ternyata bukan disebabkan oleh gangguan teknis kapal. Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) menegaskan, persoalan utama justru terletak pada keterbatasan kapasitas dermaga.

Ketua Umum GAPASDAP Khoiri Soetomo menjelaskan, keterlambatan yang dialami KMP Wira Qaila terjadi karena tidak tersedianya slot sandar akibat padatnya antrean kapal yang masuk ke pelabuhan.

"Kapal beroperasi normal, tidak ada gangguan teknis. Keterlambatan terjadi karena belum tersedia slot sandar akibat antrean kapal yang sangat padat," ujar Khoiri dalam keterangan resminya, Jumat (20/3/2026).

Berdasarkan laporan di lapangan, KMP Wira Qaila berangkat dari Dermaga 5 Ciwandan pukul 05.05 WIB dan tiba di perairan Bakauheni pukul 06.30 WIB. Namun kapal harus menunggu hingga sekitar 3,5 jam sebelum akhirnya bisa bersandar di Dermaga 6 pada pukul 10.12 WIB.

Pemudik ramai memadati Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (5/4/2025) malam. [ANTARA]
Pemudik ramai memadati Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (5/4/2025) malam. [ANTARA]

Khoiri menegaskan, kondisi tersebut menunjukkan adanya hambatan utama pada sisi infrastruktur pelabuhan, bukan pada operasional kapal.

"Ini menunjukkan bahwa bottleneck terjadi di dermaga, bukan pada kapal. Kapal sudah siap bongkar muat sejak tiba," tegas Khoiri.

Ia mengungkapkan, pada saat kejadian terdapat sekitar 45 kapal yang secara bersamaan menuju Pelabuhan Bakauheni. Rinciannya terdiri dari 31 kapal rute Merak–Bakauheni, 8 kapal rute Ciwandan–Bakauheni, dan 6 kapal dari BBJ.

"Seluruh kapal tersebut bertumpu pada kapasitas dermaga yang terbatas. Ini yang menyebabkan antrean panjang di perairan," jelasnya.

Akibat antrean tersebut, penumpang harus menunggu lebih lama di dalam kapal. Terkait video viral yang memperlihatkan penumpang tertahan, Khoiri menegaskan hal itu merupakan bagian dari prosedur keselamatan.

baca juga

"Kapal tidak menahan penumpang. Penumpang memang tidak bisa diturunkan sebelum kapal sandar secara aman,"katanya.

GAPASDAP menilai persoalan ini bukan hal baru dan berpotensi terus berulang jika tidak ada pembenahan infrastruktur secara menyeluruh, khususnya di Pelabuhan Bakauheni yang menjadi titik krusial arus mudik.

"Masalahnya bukan jumlah kapal, tetapi kapasitas dan kualitas dermaga yang belum memadai. Selama ini belum ditingkatkan, antrean akan terus berulang setiap tahun," imbuhnya.

Selain peningkatan kapasitas dermaga, GAPASDAP juga mendorong adanya kebijakan operasional yang lebih fleksibel, distribusi kapal berbasis kapasitas pelabuhan, serta penguatan komando di lapangan untuk mengurai kepadatan.

Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak akibat kejadian tersebut.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran," tutur Khoiri.

Ke depan, GAPASDAP menyatakan siap bersinergi dengan pemerintah untuk melakukan pembenahan sistem penyeberangan nasional guna meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat.

"Kami siap bersinergi untuk meningkatkan kualitas layanan penyeberangan demi kepentingan masyarakat luas," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mudik Gratis BUMN 2026: PLN Berangkatkan 12.500 Pemudik Sekaligus Tekan Emisi

Mudik Gratis BUMN 2026: PLN Berangkatkan 12.500 Pemudik Sekaligus Tekan Emisi

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:57 WIB

10 Cara Mengelola Sisa Gaji Bulanan Jika THR Habis Terpakai Mudik

10 Cara Mengelola Sisa Gaji Bulanan Jika THR Habis Terpakai Mudik

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:35 WIB

Nekat Melintas Saat Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Ancam Bekukan Izin Perusahaan Logistik Bandel

Nekat Melintas Saat Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Ancam Bekukan Izin Perusahaan Logistik Bandel

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:43 WIB

Terkini

Lega! MSCI Tak Jadi Turunkan Bursa RI ke Frontier Market

Lega! MSCI Tak Jadi Turunkan Bursa RI ke Frontier Market

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 06:56 WIB

BI Rate Naik ke 5,75 Persen, CEO Danantara Minta Penyaluran Kredit Tetap Terjaga

BI Rate Naik ke 5,75 Persen, CEO Danantara Minta Penyaluran Kredit Tetap Terjaga

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 06:55 WIB

Serangan Siber Menggila! RI Digempur 280 Ribu Serangan DDoS, Sektor Ini jadi Incaran

Serangan Siber Menggila! RI Digempur 280 Ribu Serangan DDoS, Sektor Ini jadi Incaran

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 06:47 WIB

Usai Hotel Sultan, Lapangan Golf Ottolima di Senayan Diminta Dievaluasi

Usai Hotel Sultan, Lapangan Golf Ottolima di Senayan Diminta Dievaluasi

Bisnis | Jum'at, 19 Juni 2026 | 06:38 WIB

Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI

Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:21 WIB

Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan

Simulasi Krisis Siber Imersif Mulai Digaungkan kala Maraknya Lonjakan Serangan

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 19:18 WIB

Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%

Mulai Pamer Kinerja, Dony Oskaria Ungkap BUMN Ini Laba Bersihnya Tumbuh 380%

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:45 WIB

MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Pengusaha Protes: Bertentangan SK Kepala BGN Dadan Hindayana

MBG Dihentikan Saat Libur Sekolah, Pengusaha Protes: Bertentangan SK Kepala BGN Dadan Hindayana

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:39 WIB

Gencar Gaet Nasabah Baru, Begini Jurus Emiten AGRO

Gencar Gaet Nasabah Baru, Begini Jurus Emiten AGRO

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:39 WIB

BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi

BBM Swasta Mulai Muncul Lagi, BP Sudah Jual Bensin Saat Shell dan Vivo Masih Sepi

Bisnis | Kamis, 18 Juni 2026 | 18:26 WIB