Bukan Karena Kapal Rusak, Ini Biang Kerok Antrean Kendaraan di Bakauheni

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 20 Maret 2026 | 14:46 WIB
Bukan Karena Kapal Rusak, Ini Biang Kerok Antrean Kendaraan di Bakauheni
Ribuan pemudik mulai memadati Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (5/4/2025) sore. [ANTARA]
  • GAPASDAP menyatakan antrean panjang di Bakauheni disebabkan keterbatasan kapasitas dermaga, bukan gangguan teknis kapal.
  • KMP Wira Qaila tertahan 3,5 jam karena tidak tersedia slot sandar akibat padatnya 45 kapal menuju pelabuhan.
  • GAPASDAP menekankan perlu pembenahan infrastruktur dermaga dan kebijakan operasional fleksibel untuk mencegah terulang.

Suara.com - Antrean panjang kapal di Pelabuhan Bakauheni yang sempat viral di media sosial ternyata bukan disebabkan oleh gangguan teknis kapal. Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (GAPASDAP) menegaskan, persoalan utama justru terletak pada keterbatasan kapasitas dermaga.

Ketua Umum GAPASDAP Khoiri Soetomo menjelaskan, keterlambatan yang dialami KMP Wira Qaila terjadi karena tidak tersedianya slot sandar akibat padatnya antrean kapal yang masuk ke pelabuhan.

"Kapal beroperasi normal, tidak ada gangguan teknis. Keterlambatan terjadi karena belum tersedia slot sandar akibat antrean kapal yang sangat padat," ujar Khoiri dalam keterangan resminya, Jumat (20/3/2026).

Berdasarkan laporan di lapangan, KMP Wira Qaila berangkat dari Dermaga 5 Ciwandan pukul 05.05 WIB dan tiba di perairan Bakauheni pukul 06.30 WIB. Namun kapal harus menunggu hingga sekitar 3,5 jam sebelum akhirnya bisa bersandar di Dermaga 6 pada pukul 10.12 WIB.

Pemudik ramai memadati Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (5/4/2025) malam. [ANTARA]
Pemudik ramai memadati Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Sabtu (5/4/2025) malam. [ANTARA]

Khoiri menegaskan, kondisi tersebut menunjukkan adanya hambatan utama pada sisi infrastruktur pelabuhan, bukan pada operasional kapal.

"Ini menunjukkan bahwa bottleneck terjadi di dermaga, bukan pada kapal. Kapal sudah siap bongkar muat sejak tiba," tegas Khoiri.

Ia mengungkapkan, pada saat kejadian terdapat sekitar 45 kapal yang secara bersamaan menuju Pelabuhan Bakauheni. Rinciannya terdiri dari 31 kapal rute Merak–Bakauheni, 8 kapal rute Ciwandan–Bakauheni, dan 6 kapal dari BBJ.

"Seluruh kapal tersebut bertumpu pada kapasitas dermaga yang terbatas. Ini yang menyebabkan antrean panjang di perairan," jelasnya.

Akibat antrean tersebut, penumpang harus menunggu lebih lama di dalam kapal. Terkait video viral yang memperlihatkan penumpang tertahan, Khoiri menegaskan hal itu merupakan bagian dari prosedur keselamatan.

"Kapal tidak menahan penumpang. Penumpang memang tidak bisa diturunkan sebelum kapal sandar secara aman,"katanya.

GAPASDAP menilai persoalan ini bukan hal baru dan berpotensi terus berulang jika tidak ada pembenahan infrastruktur secara menyeluruh, khususnya di Pelabuhan Bakauheni yang menjadi titik krusial arus mudik.

"Masalahnya bukan jumlah kapal, tetapi kapasitas dan kualitas dermaga yang belum memadai. Selama ini belum ditingkatkan, antrean akan terus berulang setiap tahun," imbuhnya.

Selain peningkatan kapasitas dermaga, GAPASDAP juga mendorong adanya kebijakan operasional yang lebih fleksibel, distribusi kapal berbasis kapasitas pelabuhan, serta penguatan komando di lapangan untuk mengurai kepadatan.

Pihaknya juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang terdampak akibat kejadian tersebut.

"Kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi, sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah bekerja keras dalam penyelenggaraan angkutan Lebaran," tutur Khoiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Mudik Gratis BUMN 2026: PLN Berangkatkan 12.500 Pemudik Sekaligus Tekan Emisi

Mudik Gratis BUMN 2026: PLN Berangkatkan 12.500 Pemudik Sekaligus Tekan Emisi

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:57 WIB

10 Cara Mengelola Sisa Gaji Bulanan Jika THR Habis Terpakai Mudik

10 Cara Mengelola Sisa Gaji Bulanan Jika THR Habis Terpakai Mudik

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:35 WIB

Nekat Melintas Saat Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Ancam Bekukan Izin Perusahaan Logistik Bandel

Nekat Melintas Saat Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Ancam Bekukan Izin Perusahaan Logistik Bandel

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:43 WIB

Terkini

Konflik AS-Israel vs Iran Picu Lonjakan Harga BBM di 95 Negara, RI Paling Merana?

Konflik AS-Israel vs Iran Picu Lonjakan Harga BBM di 95 Negara, RI Paling Merana?

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 14:14 WIB

Mudik Gratis BUMN 2026: PLN Berangkatkan 12.500 Pemudik Sekaligus Tekan Emisi

Mudik Gratis BUMN 2026: PLN Berangkatkan 12.500 Pemudik Sekaligus Tekan Emisi

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:57 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Presiden Prabowo Perintahkan Genjot Produksi Batu Bara

Harga Minyak Dunia Tembus US$100, Presiden Prabowo Perintahkan Genjot Produksi Batu Bara

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:53 WIB

Sistem Kelistrikan PLN Sumatera Utara Andal, Siap Layani Periode Idul Fitri 2026

Sistem Kelistrikan PLN Sumatera Utara Andal, Siap Layani Periode Idul Fitri 2026

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:44 WIB

10 Cara Mengelola Sisa Gaji Bulanan Jika THR Habis Terpakai Mudik

10 Cara Mengelola Sisa Gaji Bulanan Jika THR Habis Terpakai Mudik

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 13:35 WIB

Jangan Cuma Habis buat Baju Baru! Ini 10 Cara Putar THR Jadi Passive Income Modal Kecil

Jangan Cuma Habis buat Baju Baru! Ini 10 Cara Putar THR Jadi Passive Income Modal Kecil

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 12:02 WIB

Nekat Melintas Saat Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Ancam Bekukan Izin Perusahaan Logistik Bandel

Nekat Melintas Saat Mudik Lebaran 2026, Kemenhub Ancam Bekukan Izin Perusahaan Logistik Bandel

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 11:43 WIB

Emas Antam Harganya Diobral Jelang Lebaran, Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Emas Antam Harganya Diobral Jelang Lebaran, Dibanderol Rp 2,8 Juta/Gram

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:17 WIB

Rumah Rp 270 Jutaan Jadi Buruan, Masyarakat Kini Lebih Realistis Pilih Hunian

Rumah Rp 270 Jutaan Jadi Buruan, Masyarakat Kini Lebih Realistis Pilih Hunian

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 10:07 WIB

InJourney Airports Catat 3,15 Juta Orang Mudik via Pesawat, Tertinggi Sejak Pra-Pandemi

InJourney Airports Catat 3,15 Juta Orang Mudik via Pesawat, Tertinggi Sejak Pra-Pandemi

Bisnis | Jum'at, 20 Maret 2026 | 09:32 WIB