- Konflik Timur Tengah berpotensi meningkatkan volatilitas harga energi global dan biaya logistik perdagangan internasional.
- Gangguan Selat Hormuz, penyumbang 30% minyak dunia, berdampak pada harga energi impor Indonesia melalui Singapura dan Malaysia.
- Peningkatan biaya energi berpotensi menekan industri negara mitra ekspor sehingga memengaruhi permintaan produk dari Indonesia.
"Pelemahan nilai tukar berpotensi meningkatkan biaya impor bahan baku bagi industri domestik sehingga memperbesar tekanan biaya bagi sektor yang berorientasi ekspor," jelasnya.