Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.551.000
Beli Rp2.425.000
IHSG 6.409,654
LQ45 640,294
Srikehati 312,025
JII 387,404
USD/IDR 17.908

Purbaya Bocorkan Strategi Pemerintah Jika Harga Minyak Dunia Terus Melonjak

Dicky Prastya

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:36 WIB
Purbaya Bocorkan Strategi Pemerintah Jika Harga Minyak Dunia Terus Melonjak
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa saat konferensi pers APBN KiTa edisi Maret 2026 di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Rabu (11/3/2026). [Screenshot YouTube Kemenkeu]
baca 10 detik
  • Menkeu Purbaya mengantisipasi lonjakan ICP hingga $97 per barel akibat perang, yang berpotensi melampaui defisit APBN 3 persen.
  • Pemerintah dapat mengambil langkah antisipasi seperti menarik pajak tambahan ekspor batu bara dan meningkatkan RKAB 2026.
  • Langkah mitigasi lain meliputi penghematan belanja, pemberian stimulus ekonomi, serta efisiensi Pajak dan Bea Cukai.

Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan strategi Pemerintah apabila harga minyak dunia terus melonjak imbas perang Amerika Serikat vs Iran.

Berdasarkan rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), Pemerintah sudah menetapkan asumsi harga patokan minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) sebesar 70 Dolar AS per barel.

Namun setelah perang berkecamuk, Menkeu Purbaya menyebut kalau Pemerintah sudah memperhitungkan rata-rata harga minyak dunia sebesar 97 Dolar AS per barel dalam setahun. Adapun saat ini angkanya masih 74 Dolar AS per barel.

"Kita sudah simulasi sampai 97 Dolar AS sepanjang tahun, artinya harganya lebih tinggi dari sekarang. Sekarang baru 74 Dolar AS per barel, itu kita hitung berapa defisit dan segala macam. Sudah kita antisipasi. Kalau perlu langkah apa yang kita ambil, kita ambil segera," katanya di Kantor Kementerian Keuangan, dikutip Kamis (26/3/2026).

Apabila rata-rata harga minyak dunia dalam setahun bisa 97 Dolar AS per barel, Purbaya memastikan defisit APBN bisa melebihi 3 persen. Tapi itu terjadi jika Pemerintah tidak mengambil kebijakan antisipasi.

"Defisitnya tanpa ngapa-ngapain bisa lebih 3 persen. Tapi kan tanpa ngapa-ngapain, kalau kita apa-apain akan berubah," lanjutnya.

Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].
Iustrasi Kilang Minyak [Pexels].

Bendahara Negara menerangkan salah satu langkah yang bisa dilakukan Pemerintah untuk menambal defisit APBN dari kenaikan harga minyak adalah menarik pajak tambahan dari ekspor batu bara. Kedua, Pemerintah bakal meningkatkan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026.

"Ini bisa berubah, apalagi? Masih banyak langkah yang bisa diambil," terang dia.

Ketiga, Purbaya mengaku bakal melakukan penghematan belanja Pemerintah yang sekiranya tidak perlu. Keempat, Pemerintah bisa memberikan stimulus untuk mendorong ekonomi agar pertumbuhan lebih cepat.

baca juga

"Sehingga pendapatan pajak saya naik, juga bisa mengurangi defisitnya. Efisiensi Pajak dan Bea Cukai juga bisa meningkatkan juga. Jadi banyak langkah yang kita ambil. Jadi habis ini saya pasti sibuk nih, kasihan," paparnya.

Purbaya juga menjelaskan efisiensi anggaran Rp 81 triliun yang diungkapkan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi beberapa waktu lalu. Ia menyebut angka itu diperoleh dari penyisiran Belanja Pemerintah.

"Itu belanja saja. Jadi masih banyak ruangnya kan? Anda enggak usah takut. Ini menteri lumayan pintar sebelah sini nih," kelakar Purbaya.

Di sisi lain harga minyak dunia melemah pada perdagangan Rabu (Kamis Pagi waktu Indonesia) setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengindikasikan adanya proses negosiasi antara Washington dan Teheran terkait konflik yang memanas di Timur Tengah.

Mengutip CNBC International, harga minyak mentah Brent patokan global turun 2,2 persen ke level USD 102,22 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS juga merosot 2,2 persen menjadi USD 90,32 per barel.

Pelemahan harga terjadi setelah Trump menyatakan bahwa AS tengah membuka jalur komunikasi dengan Iran. Bahkan, ia mengaku telah menarik ancaman serangan terhadap infrastruktur energi Iran.

"Mereka berbicara kepada kita, dan mereka berbicara hal yang masuk akal," kata Trump.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

Efek Perang Iran: Kim Jong Un Makin Yakin Nuklir Adalah Kunci Selamat

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16 WIB

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

Darurat Panic Buying, Pemerintah Jepang Jamin Pasokan Tisu Aman

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:10 WIB

Trump Jadi Pinokio di Karikatur Media Iran: Klaim Negosiasi Damai Hanya Kebohongan Besar

Trump Jadi Pinokio di Karikatur Media Iran: Klaim Negosiasi Damai Hanya Kebohongan Besar

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01 WIB

Purbaya: Trump Jatuh Jika Minyak 150 USD per Barel, Bukan RI

Purbaya: Trump Jatuh Jika Minyak 150 USD per Barel, Bukan RI

Bisnis | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:29 WIB

Israel Panik! Donald Trump akan Setop Perang Meski Tanpa Deal dengan Iran

Israel Panik! Donald Trump akan Setop Perang Meski Tanpa Deal dengan Iran

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:08 WIB

Wacana WFH Sehari untuk ASN: Pedang Bermata Dua bagi Ekonomi dan Energi

Wacana WFH Sehari untuk ASN: Pedang Bermata Dua bagi Ekonomi dan Energi

News | Kamis, 26 Maret 2026 | 10:25 WIB

Terkini

RDF Rorotan Belum Beroperasi Maksimal, Ternyata Ini Kendala Utamanya

RDF Rorotan Belum Beroperasi Maksimal, Ternyata Ini Kendala Utamanya

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:17 WIB

5 Rekomendasi Bedak Wardah untuk Menutupi Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review

5 Rekomendasi Bedak Wardah untuk Menutupi Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas sesuai Review

Lifestyle | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Penampakan Terbaru Mojtaba Khamenei, Media AS Malah Sebar Cerita Konspirasi

Penampakan Terbaru Mojtaba Khamenei, Media AS Malah Sebar Cerita Konspirasi

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:16 WIB

Jokowi Masih 'Lengket' di Hati Rakyat, Akankah Jadi Bayang-bayang bagi Pemerintahan Prabowo?

Jokowi Masih 'Lengket' di Hati Rakyat, Akankah Jadi Bayang-bayang bagi Pemerintahan Prabowo?

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:13 WIB

Bela Tambang Rakyat, DPR Papua Tengah Minta Papan Satgas PKH di KM 95 dan KM 102 Dicabut

Bela Tambang Rakyat, DPR Papua Tengah Minta Papan Satgas PKH di KM 95 dan KM 102 Dicabut

News | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:12 WIB

Mawar Merah Matahari: Aksi Seru si Gadis Pembunuh Bayaran Mencegah Perang

Mawar Merah Matahari: Aksi Seru si Gadis Pembunuh Bayaran Mencegah Perang

Your Say | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:10 WIB

Bukan Cuma Soal Teknologi Canggih, Ini yang Harus Disiapkan Dokter Sebelum Operasi Robotik

Bukan Cuma Soal Teknologi Canggih, Ini yang Harus Disiapkan Dokter Sebelum Operasi Robotik

Health | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:09 WIB

Pameran Senang Riang Lagu Anak Lokananta Ditutup dengan Musikalisasi Puisi

Pameran Senang Riang Lagu Anak Lokananta Ditutup dengan Musikalisasi Puisi

Jawa Tengah | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Nasib Berbeda Jay Idzes dan Elkan Baggott Jelang Bela Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Nasib Berbeda Jay Idzes dan Elkan Baggott Jelang Bela Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:05 WIB

Portofolio Makin Aman, BRI MI Hadirkan Reksa Dana ETF Emas dengan Jaminan LBMA

Portofolio Makin Aman, BRI MI Hadirkan Reksa Dana ETF Emas dengan Jaminan LBMA

Bri | Senin, 10 Agustus 2026 | 17:01 WIB

×