Sinyal Ekonomi? Pertumbuhan Uang Beredar RI Mulai Melambat

Achmad Fauzi | Rina Anggraeni | Suara.com

Minggu, 29 Maret 2026 | 14:28 WIB
Sinyal Ekonomi? Pertumbuhan Uang Beredar RI Mulai Melambat
Uang rupiah (pixabay)
  • Posisi M2 Indonesia Februari 2026 mencapai Rp10.089,9 triliun, tumbuh 8,7 persen secara tahunan, melambat dari Januari.
  • Pertumbuhan likuiditas dipengaruhi peningkatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat serta laju penyaluran kredit.
  • Uang beredar luas (M2) menjadi indikator penting stabilitas dan aktivitas ekonomi, selalu dipantau Bank Indonesia.

Suara.com - Likuiditas perekonomian Indonesia yang tercermin dalam uang beredar dalam arti luas (M2) tetap mencatat pertumbuhan positif pada Februari 2026, meskipun mengalami perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya.

Direktur Eksekutif Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny, menyampaikan bahwa posisi M2 pada Februari 2026 tercatat sebesar Rp 10.089,9 triliun atau tumbuh 8,7 persen secara tahunan (year on year/yoy).

Angka ini lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Januari 2026 yang mencapai 10,0 persen (yoy).

"Perkembangan tersebut didorong oleh pertumbuhan uang beredar sempit (M1) sebesar 14,4 persen (yoy) dan uang kuasi sebesar 3,1 persen (yoy)," ujar Ramdan dalam siaran persnya seperti dikutip, Minggu (29/3/2026).

Ilustrasi uang rupiah, THR guru 2023 (Mufid Majnun/Unsplash)
Ilustrasi uang rupiah

Ia menjelaskan, dinamika pertumbuhan likuiditas pada Februari 2026 terutama dipengaruhi oleh peningkatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat (Pempus) serta penyaluran kredit.

Tagihan bersih kepada Pempus tercatat tumbuh sebesar 25,6 persen (yoy), meningkat dibandingkan Januari 2026 yang sebesar 22,6 persen (yoy).

Sementara itu, penyaluran kredit pada Februari 2026 tumbuh 8,9 persen (yoy), meski sedikit melambat dari Januari yang mencapai 10,2 persen (yoy).

Sebagai informasi, uang beredar dalam arti luas (M2) merupakan indikator penting untuk mengukur likuiditas di perekonomian. M2 mencakup uang kartal yang beredar di masyarakat, simpanan giro, tabungan, deposito berjangka, serta instrumen likuid lainnya.

Pertumbuhan M2 yang stabil umumnya mencerminkan aktivitas ekonomi yang tetap terjaga, termasuk konsumsi dan investasi.

Namun, perlambatan pertumbuhan seperti yang terjadi pada Februari 2026 dapat mengindikasikan adanya penyesuaian dalam aktivitas ekonomi maupun kebijakan moneter.

Bank Indonesia secara rutin memantau perkembangan ini sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Riset NEXT: Daya Beli Masyarakat Meningkat di Lebaran 2026, Uang Beredar Tembus Rp 1.370 T

Riset NEXT: Daya Beli Masyarakat Meningkat di Lebaran 2026, Uang Beredar Tembus Rp 1.370 T

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 20:33 WIB

Rupiah Semakin Ambles, Nyaris ke Rp 17.000/USD

Rupiah Semakin Ambles, Nyaris ke Rp 17.000/USD

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 16:32 WIB

Rupiah Terus Lemas, Kurs Dolar AS di Jual Rp17.000 di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Rupiah Terus Lemas, Kurs Dolar AS di Jual Rp17.000 di Mandiri, BNI, BRI, dan BCA

Bisnis | Jum'at, 27 Maret 2026 | 11:32 WIB

Terkini

Elektrifikasi Bisa Jadi Senjata RI Hadapi Ancaman Kelangkaan Energi Global

Elektrifikasi Bisa Jadi Senjata RI Hadapi Ancaman Kelangkaan Energi Global

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:18 WIB

97 Pinjol Langgar Aturan Persaingan Usaha, OJK Buka Suara

97 Pinjol Langgar Aturan Persaingan Usaha, OJK Buka Suara

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 14:02 WIB

Bank Mega Syariah Catat Penyaluran Kredit Koperasi Rp 5,9 Triliun Sepanjang 2025

Bank Mega Syariah Catat Penyaluran Kredit Koperasi Rp 5,9 Triliun Sepanjang 2025

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 13:29 WIB

Lalu Lintas Arus Balik di Tol Jakarta-Cikampek Mulai Normal, Contraflow Dihentikan

Lalu Lintas Arus Balik di Tol Jakarta-Cikampek Mulai Normal, Contraflow Dihentikan

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 12:58 WIB

Profil dan Daftar Pemegang Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)

Profil dan Daftar Pemegang Saham PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 11:59 WIB

Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas

Alasan Pemerintah Gelar Pasar Murah di Monas

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 08:52 WIB

Kapitalisasi Pasar BEI Anjlok Jadi Rp 12.516 Triliun Selama Sepekan Kemarin

Kapitalisasi Pasar BEI Anjlok Jadi Rp 12.516 Triliun Selama Sepekan Kemarin

Bisnis | Minggu, 29 Maret 2026 | 08:40 WIB

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

Dari Kampung Halaman ke Jakarta, Pertamina Fasilitasi Arus Balik Lebaran

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 20:40 WIB

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Update Terbaru, Dua Kapal Tanker PIS Usai Iran Berikan Respons Positif

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:42 WIB

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari

Arus Balik Lebaran 2026 Memuncak, Bandara Soekarno-Hatta Layani 187 Ribu Penumpang dalam Sehari

Bisnis | Sabtu, 28 Maret 2026 | 17:03 WIB