Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.798.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 7.174,321
LQ45 693,788
Srikehati 340,625
JII 472,513
USD/IDR 17.357

Timur Tengah Bergejolak, Petrokimia Gresik Bicara Nasib Soal Pasokan Sulfur

Mohammad Fadil Djailani | Suara.com

Rabu, 01 April 2026 | 14:09 WIB
Timur Tengah Bergejolak, Petrokimia Gresik Bicara Nasib Soal Pasokan Sulfur
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap sulfur impor masih sangat tinggi, terutama dari negara-negara di kawasan Teluk Persia. Foto ist.
  • Petrokimia Gresik perkuat stok sulfur guna hadapi gejolak geopolitik Timur Tengah.
  • Kebutuhan asam sulfat RI capai 19 juta ton/tahun, dipicu sektor pupuk dan nikel EV.
  • Diversifikasi pasokan dan kontrak panjang jadi kunci jaga ketahanan pangan nasional.

Suara.com - Di tengah memanasnya suhu geopolitik di kawasan Timur Tengah, PT Petrokimia Gresik bergerak cepat mengamankan pasokan sulfur sebagai komoditas vital bagi industri pupuk dan kimia nasional. Langkah strategis ini diambil demi menjaga stabilitas produksi pupuk guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, menegaskan bahwa ketergantungan Indonesia terhadap sulfur impor masih sangat tinggi, terutama dari negara-negara di kawasan Teluk Persia.

"Sekitar 33% perdagangan sulfur dunia atau 20 juta ton per tahun berasal dari kawasan Teluk Persia. Indonesia sendiri masih mengimpor lebih dari 75% kebutuhan sulfurnya dari sana. Konflik geopolitik tentu mengancam jalur logistik dan stabilitas harga," ujar Daconi dalam konferensi internasional Argus Fertilizer Asia Conference 2026 di Bali, Selasa (31/3/2026).

Menurut Daconi, kebutuhan asam sulfat nasional kini melonjak hingga 19 juta ton per tahun. Sektor pupuk dan hilirisasi mineral terutama nikel menjadi motor utama permintaan tersebut. Hal ini menempatkan Indonesia sebagai pemain kunci dalam peta permintaan sulfur global.

Petrokimia Gresik, sebagai anggota holding Pupuk Indonesia, memposisikan diri sebagai bagian dari solusi. Perusahaan saat ini mengoperasikan pabrik asam sulfat dengan kapasitas mencapai 1,8 juta ton per tahun yang terintegrasi langsung dengan produksi pupuk fosfat dan NPK.

"Fasilitas kami tidak hanya mendukung produksi pupuk, tetapi juga memperkuat pasokan bahan baku bagi industri domestik lainnya," imbuhnya.

Menghadapi tantangan global, Petrokimia Gresik telah menyiapkan sejumlah jurus jitu, di antaranya mencari alternatif pemasok sulfur di luar kawasan yang berkonflik, menjamin stabilitas harga dan kepastian stok bahan baku dan memperkuat kapasitas penyimpanan dan distribusi domestik.

Daconi juga menyoroti tren baterai kendaraan listrik (Electric Vehicle/EV). Proses high-pressure acid leaching (HPAL) pada tambang nikel membutuhkan asam sulfat dalam jumlah jumbo. Pertumbuhan industri EV inilah yang membuat sulfur kian menjadi komoditas "seksi" dan strategis.

"Fokus utama kami adalah menjaga stabilitas produksi. Kebutuhan pupuk nasional tidak boleh terganggu agar swasembada pangan tetap terjaga di tengah dinamika global," pungkas Daconi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Perang Iran di Depan Mata? Ribuan Tentara AS Mendarat, Trump Minta Negara Arab 'Bayar' Perang

Perang Iran di Depan Mata? Ribuan Tentara AS Mendarat, Trump Minta Negara Arab 'Bayar' Perang

News | Rabu, 01 April 2026 | 09:40 WIB

Efek Domino Konflik Timur Tengah, Warga Korea Selatan Panic Buying Kantong Sampah!

Efek Domino Konflik Timur Tengah, Warga Korea Selatan Panic Buying Kantong Sampah!

News | Rabu, 01 April 2026 | 08:27 WIB

BYD Mengaku Bakal Cuan dari Naiknya Harga Minyak Akibat Konflik Timur Tengah

BYD Mengaku Bakal Cuan dari Naiknya Harga Minyak Akibat Konflik Timur Tengah

Otomotif | Rabu, 01 April 2026 | 07:05 WIB

Terkini

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

IHSG Bergerak Dua Arah Pada Jumat Pagi

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:14 WIB

Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis

Lawan Overcapacity, Strategi Transformasi SIG Mulai Berbuah Manis

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:11 WIB

Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru

Lahan Pusat Kota Menipis, Kawasan Kemayoran Bakal Disulap Jadi Pusat Ekonomi Baru

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 09:05 WIB

Cara Paufazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan

Cara Paufazz Bantu UMKM Cari Cuan Tambahan

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:56 WIB

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.839.000/Gram

Jelang Akhir Pekan, Harga Emas Antam Turun Tipis Jadi Rp 2.839.000/Gram

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:54 WIB

MARK Tebar Dividen Rp50 per Saham, Cek Jadwalnya di Sini

MARK Tebar Dividen Rp50 per Saham, Cek Jadwalnya di Sini

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:52 WIB

Dukung HKI, Menekraf Teuku Riefky Sebut Shopee Motor Baru Ekonomi Sektor Penerbitan

Dukung HKI, Menekraf Teuku Riefky Sebut Shopee Motor Baru Ekonomi Sektor Penerbitan

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:50 WIB

Eks Dirut BJBR dan Bank Jateng Divonis Bebas dalam Kasus Sritex, Ini Alasannya

Eks Dirut BJBR dan Bank Jateng Divonis Bebas dalam Kasus Sritex, Ini Alasannya

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:39 WIB

Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas

Perry Warjiyo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah, BI Intervensi All Out Jaga Stabilitas

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:35 WIB

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Investor Aset Kripto Terus Menjamur Tembus 21,37 Juta

Bisnis | Jum'at, 08 Mei 2026 | 08:03 WIB