Suara.com - Beroperasi di ceruk industri energi, PT Dana Brata Luhur Tbk (dengan kode saham TEBE) memfokuskan lini bisnis utamanya pada penyediaan infrastruktur dan logistik pertambangan batu bara.
Perusahaan ini menyokong kelancaran arus pengiriman batu bara melalui kepemilikan jalur khusus angkut (hauling road) sejauh 46 kilometer dengan lebar bentang mencapai 25 meter.
Menariknya, sisa lahan di sepanjang jalur ini sengaja dicadangkan sebagai modal pengembangan sarana transportasi logistik lainnya di masa depan.
Tak hanya mengandalkan jalur darat, TEBE juga mengelola fasilitas pelabuhan terminal batu bara yang berlokasi strategis di tepi Sungai Barito. Terminal ini dipersenjatai dengan empat dermaga yang membentang sepanjang 1.000 meter:
Tiga dermaga difungsikan sebagai jalur konveyor untuk pemuatan batu bara secara umum.
Satu dermaga khusus dialokasikan untuk penanganan batu bara jenis ROM (Run of Mine) yang mampu melayani kapal tongkang berukuran jumbo hingga 330 kaki.
Secara akumulatif, daya tampung pelabuhan milik emiten ini menembus angka fantastis, yakni 18 juta metrik ton per tahun.
Berpusat di wilayah Banjar dan Barito Kuala, Kalimantan Selatan, kehadiran TEBE menjadi solusi bagi sekitar 50 konsesi pertambangan di sekitarnya yang memanfaatkan jasa pelabuhan dan jalan angkut perusahaan.
Sebelum TEBE didirikan pada tahun 2008, perusahaan-perusahaan tambang di kawasan tersebut sempat menghadapi kendala besar karena minimnya akses infrastruktur untuk memasarkan produk mereka.
Untuk mempercepat proses pemuatan batu bara yang telah dihancurkan (crushed coal), TEBE mengandalkan empat unit jetty dan konveyor:
- Jetty 1, 2, dan 3 memiliki kapasitas operasional sebesar 1.500 metrik ton per jam.
- Jetty 4 memiliki performa lebih tinggi dengan kemampuan angkut mencapai 2.000 metrik ton per jam.
Kepemilikan Saham TEBE
TEBE resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia pada 18 November 2019. Kala itu, perseroan melepas 35 juta lembar saham ke publik dengan harga perdana Rp1.095 per saham, sehingga sukses menghimpun modal segar sebesar Rp38,32 miliar.
Merujuk pada data registrasi pemegang efek per akhir September 2025, peta kepemilikan saham TEBE adalah sebagai berikut:
PT Dua Samudera Perkasa: Selaku pemegang saham pengendali yang menguasai porsi mayoritas sebesar 76,91 persen (setara 988 juta lembar saham).
Masyarakat (Non-Warkat): Memiliki sisa kepemilikan sebesar 23,09 persen (setara 29,6 juta lembar saham).