BREN dan DSSA Masuk List HSC, Harga Sahamnya Anjlok di Tengah Ancaman Delisting

M Nurhadi

Senin, 06 April 2026 | 11:10 WIB
BREN dan DSSA Masuk List HSC, Harga Sahamnya Anjlok di Tengah Ancaman Delisting
Ilustrasi IHSG [Suara.com/Alfian Winanto]
baca 10 detik
  • Bursa Efek Indonesia menetapkan PT Barito Renewables Energy Tbk dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk dalam zona kepemilikan saham terkonsentrasi.
  • Penetapan status berdasarkan metodologi baru per 2 April 2026 ini menyebabkan harga saham kedua emiten tersebut mengalami pelemahan signifikan.
  • Pakar memprediksi status konsentrasi tinggi berisiko membuat saham terkait terdepak dari indeks global MSCI dalam jangka waktu tertentu.

Suara.com - Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi merilis daftar emiten yang masuk dalam zona kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC).

Dua saham raksasa milik konglomerat papan atas, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) milik Prajogo Pangestu dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dari Grup Sinarmas, menjadi sorotan utama dalam daftar tersebut.

Berdasarkan pantauan Redaksi Suara.com, harga saham BREN hari ini, Senin (6/4/2026) pukul 11.00 WIB berkisar Rp4.280. Sementara, harga saham DSSA bertahan di angka Rp64.275. Kedua saham berada di zona merah dan melemah cukup tajam.

Penetapan status HSC ini didasarkan pada metodologi baru yang dirilis BEI pada Kamis (2/4/2026), mengacu pada struktur kepemilikan saham warkat dan tanpa warkat per posisi 31 Maret 2026.

Dalam pengumumannya, BEI mengungkapkan bahwa saham BREN dikuasai oleh sekelompok terbatas pemegang saham yang secara agregat menguasai hingga 97,31 persen dari total saham beredar.

Angka ini memicu tanda tanya mengingat data free float BREN per Februari 2026 tercatat sebesar 12,29 persen. Merespons kabar tersebut, harga saham BREN langsung anjlok signifikan sebesar 12,73 persen ke level Rp4.800 pada penutupan perdagangan Kamis (2/4).

Kondisi serupa menimpa DSSA milik Grup Sinarmas, di mana sekitar 95,76 persen sahamnya dikuasai oleh kelompok pemegang saham tertentu. Padahal, data free float resmi emiten ini per 10 Februari 2026 tercatat masih berada di angka 20,42 persen.

Meski demikian, BEI menegaskan bahwa status ini bukan merupakan vonis pelanggaran.

“Pengumuman ini tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan dan ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal,” tulis otoritas bursa dalam keterangan resminya.

baca juga

Risiko Terdepak dari Indeks MSCI

Masuknya emiten ke dalam kategori HSC membawa konsekuensi serius pada pandangan investor global. PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) menilai bahwa saham-saham existing yang masuk kategori ini berpotensi besar terdepak dari indeks global bergengsi, seperti Morgan Stanley Capital International (MSCI).

IPOT memprediksi MSCI kemungkinan besar akan langsung mengeluarkan saham yang masuk kategori HSC dari indeks yang mereka kelola.

Jika sudah dikeluarkan, saham tersebut diperkirakan tidak dapat masuk kembali ke dalam indeks MSCI setidaknya selama 12 bulan ke depan.

Sementara bagi emiten yang baru melantai di bursa (IPO) dan langsung masuk kategori HSC, dipastikan tidak akan bisa menembus indeks tersebut.

Sorotan tajam juga tertuju pada anomali data free float atau porsi saham publik pada emiten DSSA. Secara teoritis, free float adalah saham yang dimiliki masyarakat dan dapat diperdagangkan bebas, di luar kepemilikan pengendali, direksi, maupun karyawan.

Namun, berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) yang membuka rincian kepemilikan di atas 1 persen, ditemukan bahwa porsi saham publik murni DSSA diperkirakan hanya sebesar 7,63 persen. Sisanya, sebanyak 92,37 persen, justru dikuasai oleh pengendali dan investor institusi asing.

Anomali ini sebenarnya telah dipantau oleh MSCI sejak Agustus 2025. Saat DSSA dimasukkan ke dalam indeks Global Standard tahun lalu, MSCI memberikan perlakuan khusus berupa penerapan adjustment factor sebesar 0,5 pada Foreign Inclusion Factor (FIF) saham tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

IHSG Ambruk di Senin Pagi, Bergerak ke Level 6.900

IHSG Ambruk di Senin Pagi, Bergerak ke Level 6.900

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 09:16 WIB

IHSG Diprediksi Berkutat di Level 7000 di Tengah Sinyal Damai Perang Iran

IHSG Diprediksi Berkutat di Level 7000 di Tengah Sinyal Damai Perang Iran

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 07:56 WIB

IHSG Berpotensi Melemah Awal Pekan, Saham-Saham Ini Bisa Untung

IHSG Berpotensi Melemah Awal Pekan, Saham-Saham Ini Bisa Untung

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 07:30 WIB

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Dua Pekan Lagi OJK Mau Geruduk Kantor MSCI, Apa yang Dibahas?

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 16:59 WIB

IHSG Sepekan Loyo ke Level 7.026, Asing Jual Rp 33 Triliun!

IHSG Sepekan Loyo ke Level 7.026, Asing Jual Rp 33 Triliun!

Bisnis | Jum'at, 03 April 2026 | 14:04 WIB

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global

Bisnis | Kamis, 02 April 2026 | 18:05 WIB

Terkini

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Usai Temuan Kamar Mewah, Ombudsman Garap Dugaan Pungli Rp150 Ribu per Minggu di Lapas Cibinong

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:15 WIB

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Indra Kenz Terbukti Pasang Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong

Jabar | Selasa, 06 Oktober 2026 | 01:05 WIB

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Drama Penalti Pulangkan Thailand, Alun-Alun Bogor Meledak Sambut Indonesia Juara

Bogor | Selasa, 06 Oktober 2026 | 00:56 WIB

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Momen Prabowo Diberi Tahu Indonesia Juara, Langsung Joget Kepalkan Tinju di SUGBK

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:21 WIB

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Drama Kartu Merah, Emil Audero Bawa Timnas Juara FIFA ASEAN Cup di Momen Krusial

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:15 WIB

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Timnas Indonesia Juara, Asnawi Mangkualam Bakal Angkat Dagu di Thailand

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:09 WIB

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Kabut Asap Palembang Makin Pekat Senin Malam, 5 Wilayah Masuk Zona Berbahaya

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 23:02 WIB

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Bola | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:57 WIB

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Survei LKPI: Gerindra 17,3 Persen, PSI Sentuh 4,3 Persen

Jabar | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:42 WIB

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

PTBA Siapkan Rencana Produksi Batu Bara 2027, Pasokan Domestik Jadi Prioritas

Sumsel | Senin, 05 Oktober 2026 | 22:40 WIB

×