- Ajang internasional meningkatkan trafik wisatawan dan menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat.
- Penyelenggaraan rutin event balap memperkuat branding Mandalika di level dunia.
- Kehadiran event turut mendorong masuknya investor, termasuk pembangunan fasilitas pendukung di kawasan Mandalika.
Suara.com - Pemanfaatan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika terus dioptimalkan oleh BUMN untuk mendorong sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Salah satunya melalui penyelenggaraan ajang balap internasional yang dinilai mampu menggerakkan roda ekonomi masyarakat.
Dalam hal ini, PT InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) kembali menjadi tuan rumah ajang GT World Challenge di Mandalika. Event ini menjadi bagian dari strategi pengembangan destinasi berbasis sport tourism.
Direktur Komersial InJourney, Veronica Sisilia, mengatakan bahwa peran BUMN tidak hanya sebatas penyelenggara acara, tetapi juga sebagai penggerak utama pengembangan destinasi wisata nasional.
"Dalam menjalankan fungsi pengembangan destinasi ini, ITDC mempunyai peran penting melakukan upaya dan komitmen menghidupkan destinasi pariwisata," ujar Veronica di Jakarta, Selasa (7/4/2026).
![Seorang pekerja membersihkan pagar pembatas lintasan atau Concrete Barrier Sirkuit Mandalika di KEK Mandalika, Kuta, Praya, Lombok Tengah, NTB, Senin (29/9/2025). [ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi/bar]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/09/29/78976-persiapan-sirkuit-mandalika-jelang-motogp-2025-motogp-2025-mandalika-indonesia.jpg)
Menurutnya, penyelenggaraan event olahraga berskala internasional tidak hanya menciptakan lonjakan kunjungan wisatawan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat sekitar.
"Acara-acara yang bertaraf sport internasional ini kami terus lakukan di Mandalika sebagai sport dan entertain turism destination dan menciptakan berbagai macam wisatawan masuk ke Mandalika," lanjut Veronica.
Senada, Pelaksana Tugas Direktur Utama ITDC, Ahmad Fajar, menilai ajang GT World Challenge 2026 yang diselenggarakan oleh Mandalika Grand Prix Association (MGPA) menjadi momentum penting untuk memperkuat citra Mandalika sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
Ia juga menambahkan bahwa gelaran event internasional ini turut membuka peluang investasi baru di kawasan Mandalika.
"Mobilnya saja sudah keren-keren. Tujuan kami turut membantu berinvestasi di Mandalika," ujar Fajar.
Sebagai contoh, investor asal Singapura, Absolute Racing, telah menanamkan investasi melalui pembangunan fasilitas Common Luxury Garage & Workshop di kawasan Mandalika. Fasilitas ini dirancang untuk mendukung kebutuhan teknis kendaraan balap sekaligus koleksi mobil mewah.
"Contohnya, tahun kemarin Absolut Racing sudah berinvestasi membangun villa Garage. Kita berharap untuk yang tahun kedua ini, investasi akan kembali datang," pungkas Fajar.