Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.778.000
Beli Rp2.653.000
IHSG 6.162,045
LQ45 620,444
Srikehati 309,367
JII 386,908
USD/IDR 17.712

Urai Macet Horor Bali, Menhub Siapkan Water Taxi hingga Pelabuhan Logistik Baru

Mohammad Fadil Djailani | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Rabu, 08 April 2026 | 13:23 WIB
Urai Macet Horor Bali, Menhub Siapkan Water Taxi hingga Pelabuhan Logistik Baru
Menhub Dudy Purwagandhi saat konferensi pers di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (6/4/2026). [Suara.com/Dicky Prastya]
  • Kemenhub siapkan water taxi Bandara-Canggu guna pangkas waktu tempuh dari 2 jam jadi 30 menit.
  • Pemerintah tawarkan swasta bangun pelabuhan di Amed dan Gunaksa untuk pecah arus logistik Bali.
  • DPR dan Gubernur Bali sepakat pindahkan beban truk dari darat ke laut demi urai macet Gilimanuk.

Suara.com - Kemacetan kronis di Pulau Dewata, Bali, mulai mendapatkan perhatian serius dari pemerintah pusat. Guna mengurai benang kusut kepadatan lalu lintas, khususnya yang dipicu oleh arus kendaraan dari Pelabuhan Gilimanuk, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan strategi "jalur biru" alias optimalisasi transportasi laut.

Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan bahwa salah satu solusi jitu yang tengah digodok adalah pengembangan taksi air (water taxi). Moda ini diharapkan menjadi alternatif transportasi yang mengintegrasikan jalur darat, laut, dan udara secara efisien.

"Water taxi merupakan salah satu solusi alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di Bali, khususnya di Kabupaten Badung. Ini akan menghubungkan Bandara I Gusti Ngurah Rai dengan kawasan wisata seperti Canggu," ujar Dudy dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI di Senayan, Rabu (8/4/2026).

Langkah ini diprediksi akan menjadi game changer bagi wisatawan. Jika biasanya perjalanan dari bandara menuju Canggu memakan waktu 1 hingga 2 jam akibat macet, melalui taksi air, waktu tempuh bisa dipangkas menjadi hanya 30 menit.

Tak hanya soal angkutan orang, pemerintah juga fokus membenahi distribusi logistik yang selama ini bertumpu pada lintasan Ketapang-Gilimanuk. Menhub menawarkan pihak swasta untuk terlibat dalam pengembangan pelabuhan di sejumlah titik strategis seperti Amed, Sangsit, dan Gunaksa untuk melayani kapal Ferry Ro-Ro.

"Untuk Celukan Bawang akan dikembangkan oleh Pelindo. Sementara titik lain seperti Amed dan Gunaksa kami tawarkan kepada swasta," tambah Dudy.

Gubernur Bali, I Wayan Koster, mendukung penuh langkah tersebut. Menurutnya, biang kerok kemacetan di Bali selatan adalah tumpukan truk logistik yang masuk dari Jawa melalui Gilimanuk lalu menyisir jalur darat Bali.

"Kami ingin kendaraan logistik dari Ketapang tidak lagi turun semua di Gilimanuk. Kalau mau ke Utara bisa ke Celukan Bawang atau Sangsit, ke Timur ke Amed, dan ke Selatan ke Gunaksa. Jadi tidak semua lewat darat," tegas Koster.

Kondisi di lapangan memang sudah mengkhawatirkan. Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menyebut Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk kini sudah dalam status over capacity.

"Kapasitas daya tampungnya terbatas. Mau dikerahkan personel sebanyak apa pun, kalau volumenya berlebih tetap akan macet. Pengalihan jalur logistik ini harus dipertimbangkan serius seperti yang dilakukan di Merak-Bakauheni," kata Lasarus.

Dengan pengalihan arus logistik ke jalur laut dan kehadiran taksi air, pemerintah optimistis beban jalan raya di Bali akan berkurang drastis, sekaligus mengembalikan kenyamanan bagi para pelancong di destinasi wisata dunia tersebut.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Peringkat Terbaru Bali United Usai Bantai PSBS Biak 6-1

Peringkat Terbaru Bali United Usai Bantai PSBS Biak 6-1

Bola | Selasa, 07 April 2026 | 11:10 WIB

Bali Tegaskan Diri sebagai Pusat Kreativitas, adidas Originals Hadirkan Gerai Bernuansa Budaya Lokal

Bali Tegaskan Diri sebagai Pusat Kreativitas, adidas Originals Hadirkan Gerai Bernuansa Budaya Lokal

Lifestyle | Selasa, 07 April 2026 | 09:45 WIB

Usai Kalahkan Semen Padang, Bojan Hodak Pelajari Kekuatan Bali United

Usai Kalahkan Semen Padang, Bojan Hodak Pelajari Kekuatan Bali United

Bola | Senin, 06 April 2026 | 21:37 WIB

Terkini

Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Bantah Krisis 1998 Terulang, Purbaya: Saya Pinteran Dikit dari IMF

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 16:24 WIB

NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya

NCKL Siapkan Rp1 Triliun untuk Buyback Saham, Cek Jadwalnya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:55 WIB

Kapan IHSG Kembali Dibuka Setelah Iduladha 2026, Ini Jadwalnya

Kapan IHSG Kembali Dibuka Setelah Iduladha 2026, Ini Jadwalnya

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:16 WIB

PHE dan Mitra Global Perkuat Kerja Sama Pengembangan Proyek CCS Lintas Batas IndonesiaKorsel

PHE dan Mitra Global Perkuat Kerja Sama Pengembangan Proyek CCS Lintas Batas IndonesiaKorsel

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:10 WIB

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

IHSG Hancur Lebur Seperti Era COVID-19, Padahal Tak Sedang Pandemi

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:05 WIB

Ekonom: Rupiah Telah Melemah Lebih dari 5%

Ekonom: Rupiah Telah Melemah Lebih dari 5%

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:04 WIB

Carbon Trading Dinilai Jadi Senjata Baru Tekan Emisi di Indonesia

Carbon Trading Dinilai Jadi Senjata Baru Tekan Emisi di Indonesia

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 15:00 WIB

Pertumbuhan Uang Beredar Agak Tersendat, April Hanya Rp 10.253,7 Triliun

Pertumbuhan Uang Beredar Agak Tersendat, April Hanya Rp 10.253,7 Triliun

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:54 WIB

Perkuat Layanan Maritim Energi Nasional, PTK Jalankan Kerja Sama STS Proyek FAME 2026

Perkuat Layanan Maritim Energi Nasional, PTK Jalankan Kerja Sama STS Proyek FAME 2026

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:50 WIB

Bukan Harga, Konsumen RI Lebih Pilih Respon Cepat Saat Belanja

Bukan Harga, Konsumen RI Lebih Pilih Respon Cepat Saat Belanja

Bisnis | Minggu, 24 Mei 2026 | 14:45 WIB