RKAB Batubara 2026 Hampir Rampung, Dekati Angka 600 Juta Ton

Liberty Jemadu, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Selasa, 07 April 2026 | 14:32 WIB
RKAB Batubara 2026 Hampir Rampung, Dekati Angka 600 Juta Ton
Hingga 6 April 2026, realisasi pengajuan RKAB perusahaan batu bara telah mencapai angka 580 juta ton secara nasional. [Antara]
baca 10 detik
  • Kementerian ESDM menetapkan kuota produksi batu bara nasional tahun 2026 sebesar 600 juta ton guna menjaga stabilitas harga.
  • Hingga 6 April 2026, realisasi pengajuan RKAB perusahaan batu bara telah mencapai angka 580 juta ton secara nasional.
  • Pemerintah juga menurunkan target produksi nikel tahun 2026 menjadi kisaran 260 hingga 270 juta ton dibandingkan tahun sebelumnya.

Suara.com - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral mengungkap bahwa penetapan kuota produksi batu bara dalam Rencana Kerja dan Anggaran Biaya atau RKAB 2026 telah rampung. Terhitung hingga 6 April 2026, RKAB yang diajukan perusahaan telah mencapai 580 juta ton atau mendekati 600 juta ton, kuota yang ditetapkan Kementerian ESDM pada 2026.

"Hampir finish. Ya kan ini ada beberapa yang belum lengkap dan lain sebagainya. 580 (juta ton) sudah bergerak sudah mendekati hampir, hampir selesai lah," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Tri Winarno di Kementerian ESDM yang dikutip pada Selasa (7/4/2026).

Kuota produksi batu bara sebesar 600 juta ton yang ditetapkan pada tahun ini menurun dibanding tahun 2025 yang tercatat sebesar 790 juta ton. Kuota produksi yang diturunkan disebut untuk menjaga kestabilan harga batu bara.

Meski kuotanya menurunkan, Kementerian ESDM tengah menyiapkan kebijakan relaksasi yang terukur. Hal itu memungkinkan terjadinya penyesuaian produksi mengikuti pergerakan harga di pasar.

Namun, Tri menyebut belum ada pembahasan bagaimana mekanisme relaksasi itu akan dijalankan.

"Belum, mekanisme belum," kata Tri.

Di samping batu bara, kuota produksi nikel dalam RKAB 2026 juga disebut Tri telah hampir rampung. Dia menyebut angka saat ini sudah berada di kisaran antara 190-200 juta ton.

"Untuk nikel ya sekitar 190—200 (juta ton yang telah disetujui)," ujarnya.

Adapun untuk kuota produksi nikel juga direncanakan mengalami penurunan. Angkanya berada di kisaran 260 juta ton sampai 270 juta ton, lebih rendah dibanding tahun 2025 yang tercatat sebesar 379 juta ton.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pembangunan Pabrik DME PTBA Butuh 3 Tahun, Pendanaan Masih Menunggu Danantara

Pembangunan Pabrik DME PTBA Butuh 3 Tahun, Pendanaan Masih Menunggu Danantara

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 18:23 WIB

Laba PTBA Anjlok 42,5 Persen

Laba PTBA Anjlok 42,5 Persen

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 16:08 WIB

Tok! Harga BBM Bakal Naik Tengah Malam Ini, Cek Bocorannya

Tok! Harga BBM Bakal Naik Tengah Malam Ini, Cek Bocorannya

Bisnis | Selasa, 31 Maret 2026 | 08:34 WIB

Kejagung Geledah 14 Lokasi Kasus Korupsi Batu Bara, Sita Dokumen dan Barang Elektronik

Kejagung Geledah 14 Lokasi Kasus Korupsi Batu Bara, Sita Dokumen dan Barang Elektronik

News | Senin, 30 Maret 2026 | 14:45 WIB

Kejagung Bidik Tersangka Pejabat di Kasus Korupsi Tambang Ilegal PT AKT

Kejagung Bidik Tersangka Pejabat di Kasus Korupsi Tambang Ilegal PT AKT

News | Sabtu, 28 Maret 2026 | 10:03 WIB

Terkini

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Tips Mengelola Keuangan Secara Cerdas dengan Aplikasi Digital

Bisnis | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Warna dan Motif Makin Berani, Gaya Fashion Kini Jadi Ruang Ekspresi Personal

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 23:25 WIB

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Mencetak Tak Lagi Cuma di Kertas, Tapi Juga Kemasan Estetik hingga Fashion Kustom

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:51 WIB

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Belanja di Frestive Lebih Hemat dengan Cashback Rp100 Ribu dari BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:19 WIB

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

6 Bulan PP Tunas, Menkomdigi Ungkap Jutaan Akun Anak Sudah Ditindak

Video | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:15 WIB

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Semarak Oishi Matsuri 2026: Kuliner, Perencanaan Finansial, dan Privilese Spesial Barca BRI

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

Kematian Sutrimo Disebut Bukan Tindak Pidana, Pengacara Febrie: Jangan Ada Spekulasi

News | Rabu, 07 Oktober 2026 | 22:05 WIB

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Cara Pre-Order iPhone 18 Series Ekstra Hemat Pakai BRImo

Bri | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:58 WIB

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Pilihan Skincare Lokal Makin Beragam di Tengah Tren Beauty

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:48 WIB

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Beauty Routine Makin Personal, 100 Skincare hingga Fragrance Jadi Pilihan Konsumen 2026

Lifestyle | Rabu, 07 Oktober 2026 | 21:36 WIB

×