Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.595.000
Beli Rp2.480.000
IHSG 5.873,372
LQ45 582,884
Srikehati 289,451
JII 342,406
USD/IDR 18.000

Tak Hanya Listrik, Energi Panas Bumi Bisa untuk Ketahanan Pangan

Achmad Fauzi

Kamis, 09 April 2026 | 07:31 WIB
Tak Hanya Listrik, Energi Panas Bumi Bisa untuk Ketahanan Pangan
Energi panas bumi bisa dimanfaatkan untuk ketahanan pangan.
baca 10 detik
  • Pemanfaatan panas bumi tidak hanya untuk listrik, tetapi juga menghasilkan pendapatan hingga miliaran rupiah bagi ribuan masyarakat melalui sektor pertanian dan perikanan.
  • Teknologi pemanas berbasis panas bumi mampu meningkatkan bobot ikan secara signifikan dan mempercepat masa panen, sehingga produksi pangan lebih efisien.
  • Panas bumi dimanfaatkan untuk pupuk, budidaya, hingga pengolahan hasil panen, sekaligus mengurangi emisi dan limbah lingkungan.

Suara.com - Energi panas bumi kini tak hanya dimanfaatkan sebagai sumber listrik, tetapi juga mulai dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, mulai dari sektor pertanian hingga perikanan.

Salah satunya yang dilakukan oleh PT Pertamina Geotheral Energy Tbk. (PGEO) atau PGE melalui melalui program KANYAAH di Kamojang. Program itu mengintegrasikan energi panas bumi ke dalam sektor pertanian dan perikanan.

Program ini menghasilkan 193,8 ton pupuk organik yang digunakan di lahan seluas 12,34 hektare.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, memastikan komitmen perusahaan dalam menghadirkan manfaat nyata dari energi panas bumi.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap tetes uap panas bumi yang kami manfaatkan turut meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasi. Ini adalah wujud nyata kontribusi PGE dalam mendukung ketahanan energi dan pangan nasional," ujarnya seperti dikutip, Kamis (9/4/2026).

PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) yang merupakan bagian dari Subholding Pertamina New & Renewable Energy (PNRE).
Energi panas bumi bisa dimanfaatkan untuk ketahanan pangan.

Tak hanya itu, teknologi pemanas berbasis geothermal juga mampu meningkatkan bobot ikan dari 200 gram menjadi 330 gram per ekor, serta mempercepat masa panen hingga 25 persen.

Secara ekonomi, dampaknya pun signifikan. Program ini telah menjangkau 4.397 penerima manfaat dengan total penghasilan mencapai Rp 3,08 miliar.

Atas program ini, PGE diganjar penghargaan PROPER Emas untuk Area Kamojang dan Ulubelu.

Selain di Kamojang, inovasi serupa juga dikembangkan di Ulubelu melalui program SAI BUMI JEJAMA.

baca juga

Program ini memanfaatkan panas bumi untuk mendukung pertanian dan perikanan, dengan hasil produksi mencapai 8 ton ikan per tahun, 674 kilogram sayuran, serta 120 ton pupuk organik.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Purbaya Baru Tahu Ada Pengadaan Motor Listrik MBG, Sebut dari Anggaran Tahun Lalu

Purbaya Baru Tahu Ada Pengadaan Motor Listrik MBG, Sebut dari Anggaran Tahun Lalu

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 17:06 WIB

Masalah Komersialisasi Disebut Jadi Tantangan Utama Panas Bumi di Indonesia

Masalah Komersialisasi Disebut Jadi Tantangan Utama Panas Bumi di Indonesia

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 14:06 WIB

Krisis Energi Global, Kendaraan Listrik Jadi Alternatif di Tengah Risiko Kelangkaan BBM

Krisis Energi Global, Kendaraan Listrik Jadi Alternatif di Tengah Risiko Kelangkaan BBM

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:05 WIB

Terkini

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Indonesia Dihantam 4 Tekanan Ekonomi Sekaligus, Apa Saja?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 20:14 WIB

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Program AURA BRI Peduli Cetak UMKM Perempuan Tangguh Dengan Peluang Ekonomi Olahan Pala

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:55 WIB

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

B50 Mulai Mengalir ke 57% SPBU Pertamina, Pemerintah Targetkan Transisi Tuntas dalam Dua Bulan

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:45 WIB

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bahlil Akan Preteli RKAB Perusahaan Tambang yang Ogah Pakai Solar B50

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 19:21 WIB

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Polemik Pajak JHT, Kenapa Tabungan Hari Tua Bisa Dipotong Pajak hingga 30 Persen?

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:51 WIB

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Konsumen Makin Pesimis, Penjualan Ritel Anjlok, Rupiah Ambruk ke Rp18.128 per Dolar AS

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:50 WIB

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

MSCI Masih Jadi Batu Sandungan, Rp75 T Dana Asing Kabur dari Bursa Meski Fiskal RI Menguat

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 18:09 WIB

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Siap-siap! Tarif 52 Ruas Tol Berpotensi Naik Tahun Ini

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:59 WIB

Status Pekerja Outsourcing Diubah, Ini Penjelasan Lengkap dari Kemnaker

Status Pekerja Outsourcing Diubah, Ini Penjelasan Lengkap dari Kemnaker

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 17:55 WIB

Profil Sunaryanto, Direktur Utama Pertamina Hulu Migas yang Baru

Profil Sunaryanto, Direktur Utama Pertamina Hulu Migas yang Baru

Bisnis | Kamis, 09 Juli 2026 | 16:25 WIB

×