Meski Avtur Melonjak, Pemerintah Jamin Biaya Haji Tetap

Achmad Fauzi, Fakhri Fuadi Muflih

Kamis, 09 April 2026 | 07:37 WIB
Meski Avtur Melonjak, Pemerintah Jamin Biaya Haji Tetap
Pemerintah memastikan biaya haji naik, meski ada lonjakan harga avtur.
baca 10 detik
  • Meski harga avtur naik tajam, pemerintah memastikan jemaah tidak menanggung tambahan biaya karena seluruh dampaknya disubsidi melalui APBN.
  • Pemerintah mengalokasikan dana besar untuk menutup lonjakan biaya operasional penerbangan haji.
  • Harga avtur naik signifikan akibat minyak dunia, namun kenaikan tiket hanya sekitar 9–13 persen setelah intervensi pemerintah.

Suara.com - Pemerintah memastikan biaya haji tahun ini tidak mengalami kenaikan, meski terjadi lonjakan pada harga avtur. Kenaikan avtur ini membuat biaya operasional membengkak, akibatnya tarif penerbangan bisa ikut naik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, kenaikan biaya operasional penerbangan akibat avtur sepenuhnya ditanggung pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan begitu biaya haji akan tetap.

"Nah ongkos haji seperti kita ketahui telah diturunkan Rp 2 juta. Kemudian dampak terhadap kenaikan avtur ini diberikan oleh pemerintah,” ujar Airlangga dalam konferensi pers usai rapat kerja di Istana Negara, Rabu (8/4/2026).

Ilustrasi ibadah haji (Pexels/Fahad Puthawala)
Ilustrasi ibadah haji (Pexels/Fahad Puthawala)

Ia menegaskan, kebijakan tersebut membuat jemaah haji tidak perlu menanggung tambahan biaya akibat kenaikan harga avtur. "Jadi tidak ada kenaikan biaya haji," ucapnya.

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,77 triliun untuk menutup dampak kenaikan tersebut. Dana ini diperuntukkan bagi sekitar 220 ribu jemaah haji Indonesia.

"Dan ini diberikan untuk 220 ribu yang akan ikut ke jemaah haji. Dan anggaran Rp 1,77 triliun dibebankan kepada APBN,” kata Airlangga.

Diketahui, data Kementerian Perhubungan menunjukkan harga avtur saat ini telah mencapai sekitar Rp 15.432 per liter, jauh di atas asumsi tarif lama yang masih di kisaran Rp 10.845 per liter. 

Kenaikan harga avtur sendiri tidak lepas dari tekanan harga minyak dunia yang sempat menembus di atas 100 dolar AS per barel, sehingga berdampak langsung pada industri penerbangan.

Airlangga menambahkan, penyesuaian harga avtur memang berdampak pada kenaikan harga tiket pesawat, namun masih dalam batas terkendali.

baca juga

"Penyesuaian harga avtur yang sudah diikuti dengan PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) maka kenaikan tiket hanya 9-13 persen," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menghitung Harga Tiket Pesawat Setelah Avtur Naik 70%

Menghitung Harga Tiket Pesawat Setelah Avtur Naik 70%

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 16:00 WIB

Pangkas Ketergantungan APBN, Pemerintah Segera Revisi Perpres Cadangan Penyangga Energi

Pangkas Ketergantungan APBN, Pemerintah Segera Revisi Perpres Cadangan Penyangga Energi

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:25 WIB

Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?

Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:16 WIB

Terkini

Dunia Boleh Terburu-buru, sedangkan Aku Hanya Ingin Membaca Pelan-Pelan

Dunia Boleh Terburu-buru, sedangkan Aku Hanya Ingin Membaca Pelan-Pelan

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:40 WIB

Revitalisasi Kawasan Kumuh Tanah Abang Tanpa Gusur, Pramono Mau Andalkan AI

Revitalisasi Kawasan Kumuh Tanah Abang Tanpa Gusur, Pramono Mau Andalkan AI

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:39 WIB

Soal Peluang Pemakzulan Gibran, MPR: Bolanya Belum di Kami

Soal Peluang Pemakzulan Gibran, MPR: Bolanya Belum di Kami

News | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:36 WIB

10 Shade Cushion Lokal Terbaik untuk Kulit Sawo Matang Undertone Hangat

10 Shade Cushion Lokal Terbaik untuk Kulit Sawo Matang Undertone Hangat

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:36 WIB

KPK Peringatkan Menteri ATR Nusron Wahid Tak Ulur Waktu di Kasus Korupsi Summarecon

KPK Peringatkan Menteri ATR Nusron Wahid Tak Ulur Waktu di Kasus Korupsi Summarecon

Jabar | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:32 WIB

Pebalap Astra Honda Siap Unjuk Gigi di Seri Mandalika

Pebalap Astra Honda Siap Unjuk Gigi di Seri Mandalika

Otomotif | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:31 WIB

Ratu Player Tobat! Upaya Asya Mengejar Ketua Kelas di Play with Players

Ratu Player Tobat! Upaya Asya Mengejar Ketua Kelas di Play with Players

Your Say | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:30 WIB

Bisnis Skincare Abal-Abal di Gowa Raup Rp100 Juta Per Pekan

Bisnis Skincare Abal-Abal di Gowa Raup Rp100 Juta Per Pekan

Sulsel | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Mengapa Dasar Laut Penting dalam Menjaga Keseimbangan Sistem Bumi? Peneliti Ungkap Hal Ini

Mengapa Dasar Laut Penting dalam Menjaga Keseimbangan Sistem Bumi? Peneliti Ungkap Hal Ini

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:29 WIB

Rakit Sepeda Kalcer Sendiri Butuh Biaya Berapa? Ini Kisaran dan Rinciannya

Rakit Sepeda Kalcer Sendiri Butuh Biaya Berapa? Ini Kisaran dan Rinciannya

Lifestyle | Kamis, 08 Oktober 2026 | 13:28 WIB

×