Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp0
Beli Rp0
IHSG ...
LQ45 ...
Srikehati
JII ...

Meski Avtur Melonjak, Pemerintah Jamin Biaya Haji Tetap

Achmad Fauzi | Fakhri Fuadi Muflih | Suara.com

Kamis, 09 April 2026 | 07:37 WIB
Meski Avtur Melonjak, Pemerintah Jamin Biaya Haji Tetap
Pemerintah memastikan biaya haji naik, meski ada lonjakan harga avtur.
  • Meski harga avtur naik tajam, pemerintah memastikan jemaah tidak menanggung tambahan biaya karena seluruh dampaknya disubsidi melalui APBN.
  • Pemerintah mengalokasikan dana besar untuk menutup lonjakan biaya operasional penerbangan haji.
  • Harga avtur naik signifikan akibat minyak dunia, namun kenaikan tiket hanya sekitar 9–13 persen setelah intervensi pemerintah.

Suara.com - Pemerintah memastikan biaya haji tahun ini tidak mengalami kenaikan, meski terjadi lonjakan pada harga avtur. Kenaikan avtur ini membuat biaya operasional membengkak, akibatnya tarif penerbangan bisa ikut naik.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyampaikan, kenaikan biaya operasional penerbangan akibat avtur sepenuhnya ditanggung pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), dengan begitu biaya haji akan tetap.

"Nah ongkos haji seperti kita ketahui telah diturunkan Rp 2 juta. Kemudian dampak terhadap kenaikan avtur ini diberikan oleh pemerintah,” ujar Airlangga dalam konferensi pers usai rapat kerja di Istana Negara, Rabu (8/4/2026).

Ilustrasi ibadah haji (Pexels/Fahad Puthawala)
Ilustrasi ibadah haji (Pexels/Fahad Puthawala)

Ia menegaskan, kebijakan tersebut membuat jemaah haji tidak perlu menanggung tambahan biaya akibat kenaikan harga avtur. "Jadi tidak ada kenaikan biaya haji," ucapnya.

Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,77 triliun untuk menutup dampak kenaikan tersebut. Dana ini diperuntukkan bagi sekitar 220 ribu jemaah haji Indonesia.

"Dan ini diberikan untuk 220 ribu yang akan ikut ke jemaah haji. Dan anggaran Rp 1,77 triliun dibebankan kepada APBN,” kata Airlangga.

Diketahui, data Kementerian Perhubungan menunjukkan harga avtur saat ini telah mencapai sekitar Rp 15.432 per liter, jauh di atas asumsi tarif lama yang masih di kisaran Rp 10.845 per liter. 

Kenaikan harga avtur sendiri tidak lepas dari tekanan harga minyak dunia yang sempat menembus di atas 100 dolar AS per barel, sehingga berdampak langsung pada industri penerbangan.

Airlangga menambahkan, penyesuaian harga avtur memang berdampak pada kenaikan harga tiket pesawat, namun masih dalam batas terkendali.

"Penyesuaian harga avtur yang sudah diikuti dengan PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) maka kenaikan tiket hanya 9-13 persen," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Menghitung Harga Tiket Pesawat Setelah Avtur Naik 70%

Menghitung Harga Tiket Pesawat Setelah Avtur Naik 70%

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 16:00 WIB

Pangkas Ketergantungan APBN, Pemerintah Segera Revisi Perpres Cadangan Penyangga Energi

Pangkas Ketergantungan APBN, Pemerintah Segera Revisi Perpres Cadangan Penyangga Energi

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:25 WIB

Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?

Sejarah Kelam Rp17.100 per Dolar AS: Bagaimana Konflik Timur Tengah Menguras Kas APBN Kita?

Bisnis | Rabu, 08 April 2026 | 12:16 WIB

Terkini

Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut

Misbakhun: APBN Mustahil Bangkrut

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:57 WIB

Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat

Ini Strategi BTN Salurkan Kredit Perumahan Bagi Masyarakat

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 22:16 WIB

Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Ekonom UI: Masyarakat Kok Makin Miskin kala Pemerintah Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:21 WIB

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Misbakhun Nilai Pelemahan Rupiah Sekarang Tak Seburuk 1998

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:23 WIB

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

IHSG Bergejolak Karena Ekspor Dikendalikan Danantara, Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:27 WIB

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Isu Sejumlah Merek Kendaraan Dilarang Beli Pertalite, Pertamina: Hoaks!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:48 WIB

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Pasca-Blackout Sumatra, Pasokan Listrik 8,3 Juta Pelanggan Diklaim PLN Mulai Pulih

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 14:01 WIB

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Indikasi Awal, PLN Sebut Gangguan Cuaca jadi Penyebab Blackout di Sumatera

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 12:26 WIB

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

LPS Ajak Generasi Muda Kuasai Teknologi dan Mitigasi Risiko Keuangan

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 11:04 WIB

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Aceh hingga Jambi Mati Blackout, Dirut PLN Minta Maaf!

Bisnis | Sabtu, 23 Mei 2026 | 10:41 WIB