- Pada Jumat (10/4/2026), harga pangan di pasar tradisional seluruh Indonesia menunjukkan fluktuasi harga yang sangat beragam.
- Harga komoditas bawang merah, bawang putih, beras, dan gula pasir cenderung mengalami kenaikan di berbagai wilayah Indonesia.
- Harga cabai, daging ayam ras, serta telur ayam ras mengalami penurunan signifikan dibandingkan dengan hari sebelumnya tersebut.
Suara.com - Pergerakan harga pangan nasional kembali menunjukkan fluktuasi pada Jumat (10/4/2026). Sejumlah komoditas seperti cabai mengalami penurunan signifikan, sementara beberapa bahan pokok lain seperti bawang dan beras justru naik harganya.
Berdasarkan data Panel Harga Pangan Nasional Bank Indonesia dari pasar tradisional seluruh provinsi, harga bawang merah ukuran sedang tercatat naik menjadi Rp50.300 per kilogram atau meningkat 7,59 persen dibanding hari sebelumnya.
Kenaikan juga terjadi pada bawang putih ukuran sedang yang mencapai Rp41.150 per kilogram atau naik 3,52 persen. Tren ini menunjukkan tekanan harga pada kelompok bumbu dapur masih berlanjut.
Di sisi lain, harga beras juga mengalami kenaikan pada beberapa kategori. Beras kualitas bawah I naik menjadi Rp15.000 per kilogram atau meningkat 3,81 persen. Namun, beras kualitas bawah II justru turun tipis 1,03 persen ke level Rp14.350 per kilogram.
Untuk beras kualitas medium, harga relatif stabil dengan kecenderungan naik tipis. Beras medium I berada di level Rp15.800 per kilogram atau naik 0,94 persen, sementara medium II tercatat Rp15.800 per kilogram dengan kenaikan 0,32 persen.
Sementara itu, beras kualitas premium menunjukkan pergerakan beragam. Beras premium I naik 0,87 persen menjadi Rp17.050 per kilogram, sedangkan premium II justru turun 0,6 persen ke Rp16.650 per kilogram.
![Pekerja mengangkut beras saat bongkar muat di gudang Bulog Cabang Cirebon, Jawa Barat, Rabu (6/8/2025). [ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/rwa]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/08/08/13604-realisasi-penyerapan-beras-dalam-negeri-ilustrasi-beras-beras-bulog-ilustrasi-bulog.jpg)
Penurunan harga paling mencolok terjadi pada komoditas cabai. Cabai merah besar turun 8,58 persen menjadi Rp42.100 per kilogram, sementara cabai merah keriting anjlok lebih dalam sebesar 8,29 persen ke Rp41.500 per kilogram.
Cabai rawit hijau juga mengalami penurunan signifikan sebesar 9,31 persen menjadi Rp46.250 per kilogram. Adapun cabai rawit merah turun 5,91 persen ke level Rp79.550 per kilogram.
Di kelompok protein, harga daging ayam ras segar tercatat turun 8,82 persen menjadi Rp38.750 per kilogram. Daging sapi kualitas I juga turun 0,51 persen menjadi Rp147.300 per kilogram.
Namun, daging sapi kualitas II justru mengalami kenaikan sebesar 1,54 persen menjadi Rp142.150 per kilogram, menunjukkan adanya variasi harga di pasar.
Untuk komoditas gula, gula pasir premium naik cukup tinggi sebesar 5,69 persen menjadi Rp21.350 per kilogram. Sebaliknya, gula pasir lokal hanya naik tipis 0,79 persen ke Rp19.050 per kilogram.
Harga minyak goreng menunjukkan tren campuran. Minyak goreng curah naik 0,25 persen menjadi Rp19.900 per kilogram, sementara minyak goreng kemasan bermerek I turun 1,08 persen ke Rp22.800 per kilogram dan kemasan bermerek II turun 1,58 persen menjadi Rp21.850 per kilogram.
Sementara itu, telur ayam ras segar mencatat penurunan cukup dalam sebesar 2,73 persen menjadi Rp32.050 per kilogram.