Market Data
Emas
Indeks Saham
Kurs Rupiah
Jual Rp2.785.000
Beli Rp2.660.000
IHSG 6.130,190
LQ45 620,397
Srikehati 308,223
JII 381,928
USD/IDR 17.784

Telah Kucurkan Rp 530 Triliun, Ini Strategi BTN Genjot Penyaluran KPR

Achmad Fauzi | Suara.com

Jum'at, 10 April 2026 | 18:37 WIB
Telah Kucurkan Rp 530 Triliun, Ini Strategi BTN Genjot Penyaluran KPR
Ilustrasi perumahan/KPR. [Antara]
  • BTN berhasil menyalurkan 6 juta unit KPR dalam hampir lima dekade, memperkuat posisinya sebagai pemain utama sektor perumahan.
  • Mayoritas debitur berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah, termasuk pekerja informal yang kini lebih mudah memiliki rumah.
  • BTN terus mengembangkan konsep beyond mortgage dan memperkuat ekosistem perumahan untuk mendukung pembiayaan yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Suara.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatatkan pencapaian besar dengan menyalurkan 6 juta unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) sejak 1976 hingga awal April 2026.

Total penyaluran tersebut mencapai Rp 530 triliun, mempertegas posisi BTN sebagai pemain utama dalam pembiayaan perumahan nasional.

Direktur Utama BTN, Nixon LP Napitupulu, menyebut angka tersebut merupakan refleksi perjalanan panjang perseroan dalam membangun sektor perumahan nasional.

"Ke depan, kami terus memperkuat transformasi menuju beyond mortgage, di mana BTN tidak hanya melayani pembiayaan rumah, tetapi juga kebutuhan keuangan keluarga secara menyeluruh, mulai dari transaksi, usaha, hingga kebutuhan jangka panjang masyarakat," ujar Nixon di Jakarta, Jumat (10/4/2026).

"Kami juga menghadirkan inovasi pembiayaan melalui bundling KPR dengan kebutuhan isi rumah, sehingga nasabah dapat memperoleh solusi pembiayaan yang lebih terjangkau dan terintegrasi," sambungnya.

Nixon LP Napitupulu [BTN]
Nixon LP Napitupulu [BTN]

BTN juga menegaskan komitmennya untuk terus memperluas layanan keuangan bagi masyarakat melalui pendekatan yang lebih menyeluruh, tidak hanya di sektor pembiayaan rumah.

BTN kini mengembangkan konsep beyond mortgage dengan menghadirkan berbagai layanan keuangan yang mencakup seluruh siklus hidup nasabah, mulai dari produk tabungan, pembayaran digital, hingga layanan investasi dan pembiayaan pensiun.

Sementara itu, Direktur Consumer Banking BTN, Hirwandi Gafar, menambahkan bahwa capaian tersebut didorong oleh konsistensi perseroan dalam menjaga penyaluran pembiayaan serta memperluas akses di berbagai wilayah.

"Permintaan terhadap hunian layak dan terjangkau terus meningkat, sementara tantangan di sektor perumahan saat ini lebih banyak berasal dari sisi supply, seperti ketersediaan lahan dan perizinan. BTN berupaya menjawab hal tersebut melalui pendekatan yang lebih proaktif dan terintegrasi, agar penyaluran KPR dapat berjalan efektif dan menjangkau lebih banyak masyarakat," jelas Hirwandi.

BTN mencatat mayoritas debitur KPR subsidi berasal dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan rata-rata penghasilan sekitar Rp 4,9 juta per bulan.

Segmen ini didominasi oleh pekerja informal seperti pedagang kecil, pekerja lepas, serta pelaku usaha mikro, di samping pekerja formal seperti aparatur sipil negara dan karyawan swasta.

Hal ini menunjukkan peran strategis BTN dalam memperluas inklusi pembiayaan perumahan, terutama bagi kelompok masyarakat yang sebelumnya memiliki keterbatasan akses terhadap hunian layak.

Selain KPR, BTN juga memperkuat ekosistem perumahan melalui penyaluran Kredit Program Perumahan (KPP) yang hingga Maret 2026 mencapai Rp2,17 triliun. Pembiayaan ini menyasar baik sisi pengembang maupun konsumen untuk memastikan keseimbangan antara pasokan dan permintaan.

Ke depan, BTN menargetkan penyaluran KPR mencapai 240.950 unit sepanjang 2026, sejalan dengan komitmen mendukung program perumahan nasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Rupiah Menembus Rp17.000: Mengapa Perbankan Tetap Tenang di Tengah Risiko Kredit Valas?

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 14:43 WIB

Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan

Cegah Efek Domino 'Bank Run', OJK Rilis Panduan Resmi Medsos bagi Perbankan

Bisnis | Jum'at, 10 April 2026 | 07:42 WIB

Aset Krom Bank (BBSI) Tembus Rp12,21 Triliun, Tumbuh Hampir Dua Kali Lipat

Aset Krom Bank (BBSI) Tembus Rp12,21 Triliun, Tumbuh Hampir Dua Kali Lipat

Bisnis | Senin, 06 April 2026 | 16:21 WIB

Terkini

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Harga BBM Subsidi Tak Naik, Kepercayaan Industri RI Langsung Melesat

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:55 WIB

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Di Tengah Lemahnya Rupiah, Kepercayaan Industri Naik ke Level 53,56

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 23:20 WIB

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Infrastruktur Kompleks di Balik Layar: Mengapa Gangguan Platform Trading Sering Bikin Trader Panik?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:53 WIB

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Investasi Digital China di RI Makin Marak, Apa Untung dan Ruginya?

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:48 WIB

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Begini Cara Ubah Data Karyawan Jadi Mesin Pertumbuhan Bisnis

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:42 WIB

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Peruri Tegaskan Keberlanjutan Bukan Sekadar Kepatuhan, Tapi Strategi Ciptakan Nilai Bersama

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:35 WIB

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Tokopedia Perkuat Bisnis Kesehatan Digital

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:27 WIB

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Konflik di Selat Hormuz Bikin Ekspor Perhiasan Indonesia Terancam Rontok

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 22:16 WIB

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Rupiah Tembus Rp17.803, Pengusaha Dilema: Naikkan Harga atau Menyerah

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:28 WIB

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Pelaku UMKM hingga Investor Asing Kini Bisa Urus Bisnis dalam Satu Platform

Bisnis | Selasa, 26 Mei 2026 | 21:05 WIB